LOGIN‘Sudahlah, Lian Wei. Jangan berharap terlalu banyak,’ batin Lian Wei mencoba tenang walaupun hatinya perih tanpa alasan yang jelas.
Lian Wei menarik nafas dalam-dalam, lalu berbalik.Jubah perang yang telah dipersiapkannya dengan penuh perhatian kini terasa seperti hadiah yang tidak seharusnya ia berikan.Lian Wei memutuskan untuk membentengi hatinya kembali. Ia akan tetap bekerja sama dengan Wang Xuemin, tetapi tidak akan lagi membiarkan perhatian pria itu membuatn“Antarkan surat ini kepada Tuan. Pastikan hanya beliau yang membacanya.”“Baik!” pengawal itu segera pergi.Xiao Wen kembali menatap peti-peti senjata tersebut. Ia tahu tugasnya belum selesai. Ia harus memastikan Hong Li Hao menerima senjata itu tanpa mencurigai siapa pun, sementara Lian Wei akan menyiapkan langkah berikutnya.Di sisi lain, ketika surat Xiao Wen tiba, Lian Wei hanya tersenyum tipis setelah membacanya.“Paman Hong Li Hao, silakan gunakan hadiah yang telah kusiapkan untukmu.”Ia meletakkan surat itu di atas meja, kemudian menatap peta wilayah Song yang terbentang di hadapannya.“Ketika kau menyadari ada yang salah, mungkin semuanya sudah terlambat.”Wang Xuemin, yang berdiri di sampingnya, melirik surat tersebut.“Kau yakin dia tidak akan mengetahui asal-usul senjata itu?”Lian Wei mengangkat wajahnya.“Selama Xiao Wen mengikuti rencana, dia tidak akan menemukan hubungan apapun d
‘Sudahlah, Lian Wei. Jangan berharap terlalu banyak,’ batin Lian Wei mencoba tenang walaupun hatinya perih tanpa alasan yang jelas.Lian Wei menarik nafas dalam-dalam, lalu berbalik.Jubah perang yang telah dipersiapkannya dengan penuh perhatian kini terasa seperti hadiah yang tidak seharusnya ia berikan.Lian Wei memutuskan untuk membentengi hatinya kembali. Ia akan tetap bekerja sama dengan Wang Xuemin, tetapi tidak akan lagi membiarkan perhatian pria itu membuatnya berharap akan sesuatu yang belum tentu ada.Tanpa menunggu jawaban Wang Xuemin, ia meninggalkan tempat itu sambil membawa jubah perang tersebut.Sementara itu, di dalam ruangan, Wang Xuemin akhirnya mengangkat kepala.“Tianzhi, perasaanku kepadanya bukan urusan yang perlu kau khawatirkan.”“Mohon maaf, Tuan. Bawahan hanya ingin memastikan bahwa Tuan tidak akan terluka karena keputusan sendiri.”“Aku tahu apa yang kulakukan.”“Baik, Tuan.”
“Apa tuan?”“Baik, Tuan. Saya akan mengerjakannya sesuai perintah.”Lian Wei mengangguk puas.“Pastikan senjata-senjata itu tidak membahayakan orang-orang yang tidak terlibat. Aku hanya ingin membuat rencana Hong Li Hao berantakan ketika ia sangat membutuhkan persenjataan tersebut.”“Dimengerti.”Setelah membicarakan beberapa hal lain, Lian Wei dan Wang Xuemin meninggalkan gua. Sebelum pergi, Lian Wei kembali mengingatkan Chen Tie agar menjaga kerahasiaan tempat itu.Lian Wei mengangguk. Ia tahu Chen Tie bukan orang yang banyak bicara, tetapi pria itu selalu serius dalam menjalankan tugasnya.Malam semakin larut ketika mereka akhirnya kembali ke kediaman.Sementara itu, Wang Xuemin menatap Lian Wei dengan sorot mata penuh pertanyaan.Ia baru mengetahui bahwa di balik identitas seorang putri yang kerap dianggap lemah, gadis di sampingnya ternyata memiliki jaringan orang-orang yang bekerja secara rahasia. Bahkan, tempat menempa senjata seperti ini pun berada di bawah kendalinya.Namun,
“Gudang senjata!”Mereka langsung berlari ke arah gudang senjata. Wang Xuemin cukup jauh memancing mereka keluar dari gudang senjata. Saat tiba disana mereka langsung mengecek satu persatu senjata.“Aman, tidak ada yang hilang atau rusak.”“Benar, disini juga aman.”Setelahnya mereka kembali berjaga, sementara Lian Wei memacu kudanya ke arah lain.“Kita mau kemana?” tanya Wang Xuemin yang bingung melihat arah Lian Wei yang semakin menjauhi istana dan camp prajurit lima kekaisaran lainnya.Lian Wei tidak menjawab pertanyaan itu. Ia semakin terus menjauh, hingga sampai pada sebuah hutan dengan satu cahaya samar dari kejauhan.“Untuk apa kita kesini?”“Membuat senjata,” jawab Lian Wei.“Di tengah hutan antah berantah ini?”“Ya.”Lalu Lian Wei menghentikan laju kudanya. Ia juga menyuruh Wang Xuemin untuk turun. Wang Xuemin memegangi tangan Lian Wei agar ia mudah turunnya.Lalu mereka berjalan menuju sebuah goa dengan satu cahaya kuning kemerahan. Lian Wei berjalan perlahan hingga orang it
Setelah Lian Wei selesai membuat racun dan obat, hari sudah sangat malam akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ia melihat Wang Xuemin yang masih tertidur di ranjangnya.Lian Wei membangunkan Wang Xuemin dengan lembut.“Xuemin sudah waktunya.”“Hm…” Wang Xuemin berdeham lalu perlahan bangun dari tidurnya.Ia kemudian pergi membersihkan wajahnya dan segera bersiap. Setelah siap Wang Xuemin mengajak Lian Wei pergi.Ia juga membawa Lian Wei melompati tembok istana yang tinggi.“Aku bisa sendiri.”“Aku tahu, tapi selagi ada aku disini biarkan aku yang membawamu pergi.”“Percuma saja menolak.”Mereka berdiri di atas atap, Wang Xuemin lalu bersiul dengan keras. Tidak lama muncul seekor kuda hitam yang gagah.“Migxue?” ucap Lian Wei saat melihat kuda itu ada di hadapannya.“Tunggu disini, aku turun lebih dulu setelahnya kau.”Wang Xuemin melompat turun lalu bersiap untuk menangkap Lian Wei.“Ayo lompat,” ucapnya sambil mengulurkan kedua tangannya ke udara.Lian Wei melompat kepelu
“Kau…”“Kau menolak ku? Aku sakit hati sekali.”Lian Wei memandang aneh pada pria di depannya ini.“Tolong terima aku…” ucap manja pria itu sambil bergelayut di lengan Lian Wei.“Wang Xuemin… hentikan!” Lian Wei kesal dengan sikap pria ini, Wang Xuemin melepaskan lengan Lian Wei dengan tatapan sedih.“Oh…”“Kau ini kenapa?”“Kalian sudah saling mengenal?” tanya Hong Li Song.“Jadi orang yang ingin melamarku dia?” tanya Lian Wei balik pada ayahnya.“Iya dia.”“Ayah, aku sudah bertunangan dengannya.”“Tapi itu di Kekaisaran Shang, sekarang kau ini Putri Kekaisaran Song. Tentu saja harus bertunangan ulang,” ucap Wang Xuemin langsung memberikan keterangan.“Ayah… tolong restui kami.”Wang Xuemin langsung berlutut di bawah Hong Li Song.“Wang Xuemin!”“Pangeran Wang!”Pekik kedua ayah dan anak itu, mereka menggelengkan kepalanya tidak percaya.“Tolong bangunlah, Pangeran Wang. Jika orang lain yang melihat akan mengira aku menindasmu.”Tak!Pintu terbuka.Tatapan mereka semua beralih pada
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
"Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu







