MasukSementara itu di luar goa, Terlihat Qiu dan Qin yang mengawasi Xiuhuan dan Jianying.“Qin kenapa kau menghentikanku membunuh bocah sialan itu?” ucap Qiu karena kesalnya membawanya secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan.“Dia murid pertama akademi, penerus akademi ini. Kita tidak boleh terlibat masalah,” ucap Anming.“Selain itu, aku melihat Putra Mahkota yang berjalan dari dalam akademi dan Pangeran Kedua yang baru menuju kemari.”“Putra Mahkota dan Pangeran Kedua?”“Benar tapi aku tidak tahu alasan mereka berada di akademi. Jika kita harus sedikit menjauh, mungkin mereka akan mengenali kita nanti.”“Benar juga, wajah ini sudah terlihat di istana.”“Lalu rencana nona akan berantakan,” lanjut Qiu.Qiu mengikuti Qin yang masih berjalan mengendap-endap.“Untunglah kau melihatnya Qin”“Aku akan mencari tahu tujuan mereka ke akademi.”“Berhati-hatilah.”“Baik.”“Tunggu,” cegah Anming.“Ada apa panglima?”“Bukankah waktu itu Putra Mahkota dan Pangeran Kedua sudah memasuki ruang harta nona
“Xuemin, sebenarnya kita ada dimana?” tanya Lian Wei kebingungan.“Xuemin kau tidak merasa aneh dengan gubuk ini?”“Sedikit, ini terlalu bersih dan rapi. Tapi aku tidak peduli akan hal itu, aku akan mencari obat untukmu. Kau terluka, apa kau tidak sadar?” ucap Wang Xuemin saat melihat raut wajah bingung Lian Wei.Lian Wei melihat lukanya, lalu menatap Wang Xuemin yang sedang menggeledah tempat itu.“Sebenarnya ini dimana? Kenapa bisa ada goa di tempat seperti ini?”“Ah aku menemukannya,” ucap Wang Xuemin lalu membalurkan obat pada kaki Lian Wei. “Nah sudah, ayo kuantar ke ranjang itu, kau harus istirahat agar lukamu cepat sembuh. Setelah itu kita pikirkan cara keluar dari sini.”“Baiklah.”Xuemin menggendong Lian Wei menuju ranjang dan meletakkannya dengan perlahan. Lian Wei menidurkan dirinya sementara Wang Xuemin menarik selimut tebal itu. “Kau tidurlah aku akan pergi mencari jalan keluar sebentar.”“Hati-hati, kita tahu tempat apa ini.”“Tentu saja aku masih belum menikah denganm
“Wang Xuemin! Aku tidak mau mati meninggalkan uang yang kudapatkan dengan susah payah!”“Jangan bergerak terus, kau bisa lepas dariku,” ucap Wang Xuemin kesusahan karena Lian Wei terus bergerak.Mereka terus memasuki lorong yang sempit, Lian Wei terus berteriak. Pegangan Wang Xuemin lepas dari Lian Wei karena terlalu kuat arusnya.“Aaaa… Wang Xuemin! Kenapa kau melepaskan aku! Lihat saja jika sudah keluar nanti!” pekik Lian Wei sementara hanya pasrah saja, ia sudah memperingatkan Lian Wei agar tidak bergerak sembarangan.Lian Wei terus terbawa arus, hingga akhirnya ia jatuh di atas air yang dangkal. Brak!“Aduh… punggungku,” rintih Lian Wei sakit. “Aaaa…” terdengar suara pekikan Wang Xuemin.Segera ia bergeser sedikit ke kanan, guna menghindari Xuemin yang sebentar lagi akan ikut terjun ke bawahBrak!Namun Lian Wei salah posisi, seharusnya ia tidak bergeser. Wang Xuemin jatuh tepat diatasnya dengan posisi tengkurap.Cup... Satu ciuman mendarat di bibir cantik Lian Wei. Tubuh merek
“Dia adalah murid inti terakhirku. Bakatnya sangat luar biasa, dia juga paham dengan ilmu medis. Ilmunya sama persis dengan Mendiang Permaisuri, mungkinkah gadis Li ini berasal dari keluarga kalian?”Xiuhuan dan Jianying terdiam.“Mungkin saja kerabat jauh, kami harus menemui dia dulu, permisi Tuan Adipati,” ucap Xiuhuan dan menarik Jianying keluar dari sana.“Ada apa sebenarnya kak?”“Jangan bahas disini, ikut denganku.”Setelah perbincangannya dengan Duke Xinxi, Xiuhuan mengajak Jianying ke gunung belakang. “Siapa Li Xinhua itu kak?” Kakak mengenal dia?”“Tidak, aku tidak sempat melihat wajahnya. Namun dari apa yang kudengar dia sedang mengajari murid meracik obat.”“Sama persis dengan yang dilakukannya di rumah, aroma kamarnya pun penuh dengan herbal,” ucap Jianying mengingat kebiasaan adiknya.“Bisa jadi dia ada disini dan belum meninggal.”Jianying menatap pada Xiuhuan, ia mengguncang tubuhnya kuat.“Kak, apa yang kau katakan itu benar? Apa Lian'er ada disini?”“Aku kurang yakin
‘Kenapa aku tidak tahu Mayleen selicik ini?’Sementara itu di Paviliun Herbal, Lian Wei dan Luoyang sedang mendata murid baru. Beberapa teman seperguruan juga ikut membantu, mereka membantu adik junior mereka berbaris dengan rapi.“Adik seperguruan, mereka sudah berbaris dengan rapi,” ucap senior disana. Ia lebih dulu masuk ke dalam akademi seblm kahirnya pindah ke Paviliu Herbal.“Kakak seperguruan tolong bantu aku mengabsen mereka dulu. Aku mau lihat herbal di dalam dulu.”“Baik, adik.”Setelah menyerhkan daftar nama itu Lian Wei masuk ke dalam. Luoyang menghampiri adik seperguruan itu.“Adik seperguruan, aku mau melapor pada Guru Besar dulu. Apa kau bisa menangani ini sendiri?”“Kau tenang saja kakak pertama, serahkan urusan disini padaku.”“Baiklah kalau begitu, cari aku jika terjadi sesuatu.”“Baik.”Setelah mengatakan itu Luoyang pergi dari sana, senior yang mengabsen bernama Xue Yi. Tak lama setelah ia selesai mengabsen Lian Wei keluar dari dalam.“Salam, kenal semuanya. Aku a
Bawahan tadi langsung mengirimkan pesanan milik Mayleen ke akademi, ia langsung menyerahkan langsung padanya.Saat ini Mayleen sedang berada di taman belakang. Suasana gelap dan banyaknya pohon rimbun membuatnya tidak terlihat.Pria itu datang dengan membawa barang yang diminta Mayleen, ia langsung memberikan uangnya. Setelah transaksi itu selesai Mayleen segera kembali kediamannya.Keesokan paginya, saat murid-murid sedang berlatih seperti biasanya. Terdengar suara tapak kaki kuda yang berlari kerah akademi.Suara kuda yang melengking menarik perhatian mereka. Suara kuda itu terdengar sangat banyak, sehingga mereka berkumpul untuk melihat keadaan. Beberapa murid juga langsung berlari untuk membuka gerbang akademi.“Ada apa ribut-ribut?” tanya Xie Nian.“Itu bukankah Tentara Xinxin?” Xue Yan. Tentara Xinxin berjajar rapi dengan kudanya di depan gerbang masuk akademi. Lalu tibalah seorang pria tampan dengan membawa pedang. Ia turun dari kudanya dan berjalan dengan gagahnya. “Wahhh ap
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu







