Share

39

Penulis: Naomiliana
last update Tanggal publikasi: 2026-04-26 09:15:32

Pemilik itu terkejut karena biasanya orang membeli bahan yang lebih baik dari ini.

"Tapi tu-nona,” ucap paman itu karena menyadari suara perempuan dan bukan laki-laki.

“Bahan ini tidaklah sebagus bahan dari toko disana," lanjutnya.

"Tidak ini bagus paman, bagaimana jika kita bekerja sama?"

"Kerja sama?"

"Iya aku akan membuka toko pakaian, tapi aku membutuh bahan untuk membuatnya. Aku ingin menyuplainya dari toko ini."

"Benarkah nona?"

"Iya benar, nanti orang ku akan kesini jika stok bahannya h
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   285

    “Kau tidak menggunakan api?” tanya Luoyang.“Tidak untuk tahap ini,” jawab Lian Wei. “Beberapa khasiat herbal akan berkurang jika terkena panas terlalu tinggi. Aku harus mengambil sarinya terlebih dahulu sebelum mencampurkannya dengan bahan lain.”Luoyang mengangguk pelan. Tatapannya berubah sedikit lebih serius.“Sepertinya kau cukup memahami pengobatan.”Lian Wei hanya tersenyum tanpa menjawab.Ia memeras ampas herbal menggunakan kain tipis yang sudah disiapkan. Cairan hasil perasan ditampung ke dalam mangkuk kecil, lalu ia mencampurkannya dengan bubuk herbal yang sebelumnya telah digiling.Aroma obat yang tajam kembali memenuhi ruangan. Lian Wei mengaduk campuran tersebut perlahan hingga teksturnya berubah menjadi pasta kental.“Salep ini dapat membantu menghentikan pendarahan ringan, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat pemulihan luka,” jelasnya.Adipati Xinxi mengambil sedikit jarak dari meja, lalu menatap ramuan di hadapannya.“Kalau begitu, kau membuatnya untuk persediaan a

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   284

    “Kau tahu apa? Cepat suruh orang menyiapkannya, sebentar lagi aku mau kembali.”“Baik nona,” Bao Yu segera pergi dari sana.Sementara Lian Wei masih berdiam diri menatap danau di depannya. Tak lama Tianzhi masuk dan menemui Lian Wei.“Nona,” ucapnya memberi salam.“Ada apa? apa tuan mu menyuruhmu untuk memata-mataiku?”“Tidak nona, saya datang untuk memberikan laporan.”Lian Wei duduk di kursi taman dan menyeduh teh.“Katakan,” ucap Lian Wei.“Tuan mengatakan orang yang mengikuti Tao Mo dan Bao Yu adalah kakak anda.”“Aku sudah tahu kalau itu, apa tidak ada laporan lain?”“Kekaisaran Song sedang mempersiapkan pasukan besar-besaran saat ini. Mereka juga meminta ahli senjata terbaik untuk menyiapkan senjata mereka.”“Ahli senjata?” beo Lian Wei.“Benar, nona.”“Xiu Juan!” panggil Lian Wei.“Ya, nona.”Xiu Juan yang mendengar namanya segera datang menghampirinya.“Cepat pergi ke Kekaisaran Xu untuk menjadi pemasok senjata.”“Nona anda ingin menyabotase senjata?” Tebak Tianzhi pintar.Lia

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   283

    “Anak ini…” Adipati Xinxi hanya bisa menghembuskan nafas lelah. Kemudian ia membaca resep teh itu dan menganggukkan kepalanya. “Ternyata dia mencampurkan bahan obat kedalam tehnya, pantas saja tubuhku terasa ringan.” Slurp… “Humm..” ia kembali menikmati teh itu. Sementara Lian Wei sudah berjalan menuju gerbang di sana ada dua murid luar yang menjaga gerbang. “Kau mau kemana?” “Kakak senior, guru memintaku mengantarkan surat ini pada Tuan Xinxin,” ucapnya memberikan selembar kertas itu pada kakak seniornya. Kakak senior itu mengambil suratnya dan melihat cap milik Adipati Xinxi. “Ini asli, kembalilah sebelum gelap.” Senior itu mengembalikan surat itu pada Lian Wei. “Terimakasih kak, aku akan kembali sebelum gelap.” Saat Lian Wei akan pergi keluar seseorang memanggil namanya. “Li Xinhua!” Lan Wei berbalik dan mendapat Xu Kai yang membawa kuda. Ia menghampiri Lian Wei dengan senyum merekah. “Kau mau kemana?” “Mengantar surat pada Tuan Xinxin.” “Uhuk… uhuk… apa?” Xu Kai ter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   282

    “Tapi setahu ku, Tuan Xinxin sangat sibuk. Mana bisa ia memiliki waktu luang hanya untuk mengajari beberapa jurus saja,” ucap Bei Chen lesu. “Kau tahu ini dari mana?” “Li Xinhua, apa kau bodoh? Dia itu orang yang hebat mana mungkin dia mau meluangkan waktu berharga miliknya. Hanya datang saja sudah cukup.” “Benarkah dia sehebat itu?” Mingmei mencuri dengar hanya bisa menahan tawanya. ‘Bei Chen, sungguh tidak tahu sedang berbicara dengan orang yang dia maksud. Sepertinya nona juga sangat menyukai permainan itu,’ ucap Mingmei dalam hati. “Lihat apa kau?! Kenapa kau tertawa? Awas ku patahkan gigimu,” kesal Bei Chen pada Mingmei. “Tidak ada, aku pergi dulu.” Mingmei berlalu dari sana namun masih menahan tawanya. Lian Wei juga ikut menahan tawanya. “Kenapa kau juga tertawa?” Bei Chen berbalik menatap Lian Wei. “Tidak, Mingmei sangat lucu. Lihat dia lari terbirit-birit karenamu.” “Aku harus menemui guru, ada hal yang perlu ku bahas dengan guru.” “Baiklah. Kalau begitu sampai nan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   281

    Yuze masih menatap Lian Wei bingung dengan gerakan aneh yang tidak pernah dilihatnya. ‘Gerakan apa ini? Kenapa begitu cepat dan tidak pernah kulihat sebelumnya?’ batin Yuze. Yuze mencoba mengingat gerakan milik Lian Wei itu, hingga ia terpikirkan satu hal. ‘Ini bukan gerakan dari Kekaisaran Shang, dari mana dia mempelajari hal ini?’ batin Yuze. Bei Chen yang dari tadi mengamati pertarungan itu, mulai mengingat sesuatu. ‘Tidak… ini salah, gerakan ini milik tentara Xinxin,’ batin Bei Chen. “Gerakan yang dikeluarkan oleh Li Xinhua berhasil mengalahkan Senior Yuze. Pasti sekarang senior ada dendam tersendiri padanya,” ucap Bei Chen pelan. Lian Wei berjalan mendekati Yuze lalu ia membungkukkan badan memberi hormat. Ia juga tersenyum dengan smirk. “Aku tahu apa yang senior pikirkan, sepertinya aku kesini untuk mencari musuh baru, bukan mencari ilmu,” sindirnya. “Kau tahu apa?!” kesal Yuze. “Senior mohon jangan mempersulit aku dengan mengungkapkan jati diriku,” ucapnya dingin. “

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   280

    “Hei, apakah Li Xinhua mengganggu Senior Yuze?” “Kurasa tidak. Sejak dia masuk ke akademi sikapnya begitu tenang.” “Tapi mengapa senior selalu menargetkan Li Xinhua?” “Benar. Kemarin saat latihan pedang dengan Senior Xu, dia juga menargetkannya.” “Mungkinkah mereka sudah saling mengenal?” “Atau mungkinkah karena dia menjadi murid inti terakhir dan identitas aslinya adalah seorang wanita bukan pria?” “Ah benar juga.” Bisikan itu semakin terdengar. Mingmei yang berada di pinggir lapangan langsung menatap mereka dengan waspada. Sementara itu, Lian Wei tetap tenang. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan Yuze. Namun dari tatapan wanita itu, jelas bahwa Yuze tidak sekadar ingin bertanding dengannya. Seolah-olah senior itu sedang menguji sesuatu atau membalas dendam. “Siap?” tanya Yuze. Lian Wei mengambil posisi. “Siap.” “Mulai!” ucap Luoyang. Dalam sekejap, Yuze melesat maju. Gerakannya jauh lebih cepat dibandingkan para murid sebelumnya. Lian Wei menghindar tepat pada

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   3

    Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   2

    "Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status