Compartilhar

429

Autor: Naomiliana
last update Data de publicação: 2026-10-27 22:01:33

"Kau tidak apa-apa?” tanya Xu Kai memutari tubuh Xi Lingxue dengan panik. Xi Lingxue segera menggenggam lengan kekar Xu Kai.

"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja."

"Tunggu sebentar, aku akan membelikanmu minum." Xu Kai hendak berbalik, tetapi Xi Lingxue segera menahannya.

"Tidak. Tidak perlu, kita kembali saja."

"Baiklah."

Xu Kai akhirnya mengangguk. Ia berjalan di sisi Xi Lingxue, sesekali menoleh untuk memastikan wanita itu benar-benar tidak terluka.

Suasana pasar malam yang sebelumnya ramai ki
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   429

    "Kau tidak apa-apa?” tanya Xu Kai memutari tubuh Xi Lingxue dengan panik. Xi Lingxue segera menggenggam lengan kekar Xu Kai."Tidak apa-apa, aku baik-baik saja.""Tunggu sebentar, aku akan membelikanmu minum." Xu Kai hendak berbalik, tetapi Xi Lingxue segera menahannya."Tidak. Tidak perlu, kita kembali saja.""Baiklah."Xu Kai akhirnya mengangguk. Ia berjalan di sisi Xi Lingxue, sesekali menoleh untuk memastikan wanita itu benar-benar tidak terluka.Suasana pasar malam yang sebelumnya ramai kini berubah kacau. Orang-orang berlarian menjauh dari sebuah kios yang terbakar. Asap mengepul ke udara, sementara beberapa pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka.Xi Lingxue tanpa sadar semakin mendekat kepada Xu Kai.Pria itu menyadarinya, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya memperlambat langkahnya agar Xi Lingxue tidak tertinggal."Jangan terlalu dekat dengan kios-kios. Api bisa menyambar," ucap Xu Kai."Aku tahu.""Kalau tahu, jangan berjalan di belakangku."Xi Lingxue t

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   428

    "Kau!""Tapi adik bukankah itu wajar jika seorang komandan membunuh musuhnya?""Kau membunuh ibuku! Kau! Kau yang mendorong ibu pada kematian! Kau juga yang menyiksanya!" jerit Mayleen dengan tangan yang hendak menampar Lian Wei. Sementara targetnya hanya diam di tempat tanpa berbuat sesuatu. "Pengawal! Bawa dia pergi dari sini! Masukan dia ke penjara!" titah Li Jiazhen. "Baik Yang Mulia," dua orang pengawal memegang kedua lengan Mayleen dan menyeretnya pergi. "Ayah! Kau harus dengarkan aku! Dia membunuh istrimu!""Ayah! Tegakkan keadilan untuk ibu!""Membunuh wanita kaisar adalah kejahatan ayah!""Ayah!""May'er," lirih Lian Wei berpura-pura sedih. "Ayah lepaskanlah saja dia.""Lian'er, jangan pikirkan perkataan adikmu yang gila itu. Dua baru keluar dari hukuman kurungannya."‘Mayleen, apa kau menjadi gila karena rencanamu yang gagal itu?’ batin Lian Wei tersenyum. “Tapi ayah…”“Tenang saja, dia tidak akan membunuh dirinya sendiri.”"Ayah benar, adik tidak akan lakukan itu. Ayah

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   427

    Segera Hong Tiong Wai masuk ke dalam, ia melihat adiknya sedang tidur. Ia duduk di tepi ranjang, Hong Tiong Wai merapikan selimut Lian Wei. "Xin'er kau pasti lelah menjadi Kaisar Lian Fang Xin, tidurlah yang nyenyak adikku," ucapnya seraya mengurut kening Lian Wei yang berkerut. Semakin lama kerutan itu menghilang, Hong Tiong Wai pun tidak tinggal lebih lama lagi, ia segera kembali ke kediamannya. Keesokan paginya, Lian Wei yang duduk di gazebo taman miliknya kedatangan tamu. Ia masih sibuk dengan berkas militer yang baru sampai pagi ini. "Anming, kenapa ada laporan lumbung makanan di perbatasan cepat sekali habisnya. Bukankah kita baru mengisinya minggu lalu? Kenapa mereka meminta lagi?""Sebenarnya Yang Mulia, pasokan makanan minggu lalu dibagikan prajurit untuk daerah miskin di luar perbatasan.""Masih ada daerah miskin di luar perbatasan?""Ya, Yang Mulia.""Kalau begitu pergilah untuk meyakinkan warga desa di sana untuk bergabung dengan kekaisaran kita.""Sepertinya hal ini a

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   426

    Xi Lingxue masih berdiri terpaku di tengah aula. Bisikan-bisikan para bangsawan terdengar samar di sekelilingnya. Tidak ada satupun yang berani menatapnya terlalu lama, tetapi justru sikap mereka itulah yang membuat wajah Xi Lingxue semakin panas.‘Kau... tidak ada apa-apanya,’ kalimat Lian Wei terus terngiang di kepalanya.Tangannya mengepal erat di balik lengan bajunya. Seumur hidupnya, Xi Lingxue selalu menjadi putri yang dipuji. Kemanapun ia pergi, selalu ada orang yang memujinya karena kecantikan, kelembutan, dan kedekatannya dengan keluarga kekaisaran.Namun malam ini, di depan seluruh bangsawan, Lian Wei telah merobek semua harga dirinya hanya dengan satu kalimat."Putri Xi..." salah seorang wanita bangsawan mencoba mendekatinya.Xi Lingxue langsung menoleh tajam."Jangan sentuh aku!"Wanita itu terkejut dan segera mundur.Xi Lingxue tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia mengangkat ujung roknya dan berjalan cepat meninggalkan aula. Langkahnya semakin cepat ketika ia melewati lorong

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   425

    Tak lama muncul para tetua Kekaisaran Song, mereka berdiri di atas Altar dan Hong Tiong Wai turun dari altar. Mereka membacakan ritual penobatan terlebih dahulu, setelah selesai mereka mundur ke belakang. Hong Li Song berdiri disusul dengan Hong Tiong Wai yang berlutut. Lian Wei bangkit dari tempat duduknya, ia mengambil sebilah pedang yang sudah disiapkan dari pada tetua, kemudian ia menyerahkan pedang itu pada Hong Li Song. Segera ia melepaskan sarung pedang dan meletakkan pedang itu di kanan dan kiri bahu Tiong Wai seolah memberkati. Setelahnya ia menyerahkan pedang pada Tiong Wai yang langsung diterimanya. Tak lama ia juga melepaskan tusuk rambut di kepala Tiong Wai dan kepalanya sendiri, lalu memasangkannya pada kepala Tiong Wai. Tiong Wai memutar tubuhnya menghadap para tamu. "Putra Mahkota Song, berbudi baik dan luhur. Sikapnya yang adil dan jujur, sangat mementingkan rakyat dibandingkan hal yang lainnya. Dengan ini Putra Mahkota Song akan diangkat menjadi Kaisar Song ya

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   424

    "Ka-kaisar Wanita Lian Fang Xin tiba!" ucap penjaga yang berdiri di depan pintu aula dengan gugup. Beberapa saat yang lalu Lian Wei tiba di istana Kekaisaran Song. Lambang Kekaisaran Lian Fang Xin terbentang di kereta kuda. Anming turun kudanya dan bersiap membantu Lian Wei turun. Kereta kuda yang sangat megah, berbeda dengan kereta kuda kebanyakan. Orang-orang bertanya siapa pemilik dari kereta kuda megah itu. Mingmei turun lebih dulu, kemudian disusul oleh Lian Wei. Anming mengulurkan tangannya untuk membantu Lian Wei turun. Sementara Mingmei membantu memegang pakaian Lian Wei agar tidak terjatuh. Lian Wei sedikit menunduk untuk memperhatikan langkahnya. Para prajurit yang berdiri di sekitar melihat ke arah Lian Wei. Segera setelah Lian Wei turun dari kereta kudanya, ia mendongakkan kepalanya, sementara Mingmei merapikan pakaian Lian Wei. Saat mereka melihat wajah yang sangat dikenalnya mereka segera berlutut. "Salam pada Tuan Putri Song, selamat datang kembali," ucap mereka se

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   2

    "Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status