Share

438

Penulis: Naomiliana
last update Tanggal publikasi: 2026-10-30 10:33:58

"Ini surat dari siapa?” tanya Lian Wei

Hong Li Song meliriknya, "Sepertinya dari Xu Kai."

Wang Xuemin yang semula sedang menuangkan teh langsung mengangkat wajah. Lian Wei membuka surat tersebut. Baru membaca beberapa baris, sudut bibirnya terangkat.

"Apa yang dia tulis?" tanya Wang Xuemin.

Lian Wei melipat surat itu kembali.

"Dia mengatakan akan berkunjung dalam beberapa hari."

Wang Xuemin meletakkan teko dengan sedikit lebih keras.

"Untuk urusan apa?"

Lian Wei menatap suaminya dengan senyum
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   443

    "Kalau begitu, apakah kau sudah mempersiapkan diri untuk berangkat?”Xi Lingxue melirik Xu Kai.Pria itu tersenyum kepadanya."Aku ingin kau ikut denganku."Lian Wei segera menyela."Namun, ada satu hal yang harus kau ketahui. Perjalanan kali ini bukan sekadar kunjungan biasa. Kau akan bertemu dengan keluarga kerajaan Xu."Xi Lingxue sedikit gugup."Apakah mereka akan menerimaku?"Xu Kai menggenggam tangannya."Aku tidak bisa menjamin semua orang akan langsung menyukaimu. Namun, aku tidak akan membiarkan siapa pun merendahkanmu."Lian Wei mengangguk setuju."Jangan terlalu memikirkan penilaian orang lain. Kau pergi ke sana bukan untuk membuktikan bahwa dirimu pantas berada di samping Xu Kai. Kau pergi karena dia ingin memperkenalkan perempuan yang dicintainya kepada keluarganya."Xi Lingxue menatap Lian Wei dengan mata berkaca-kaca."Terima kasih, Kakak."Lian Wei tersenyum."Selain itu, kau tidak perlu terlalu khawatir. Kalau ada yang berani membuatmu kesulitan, kirimkan surat kepada

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   442

    "Omong-omong, sampai kapan kau berencana tinggal di sini?”Xu Kai tersenyum."Kenapa? Kau sudah ingin mengusirku?"“Aku hanya bertanya.""Mungkin beberapa hari lagi."Wang Xuemin mengangguk kecil.Namun, sebelum ia sempat berbicara lagi, Xu Kai tiba-tiba menatapnya dengan serius."Aku ingin meminta pendapatmu tentang sesuatu.""Apa?"Xu Kai terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata,"Menurutmu, bagaimana jika aku membawa Xi Lingxue ke Kekaisaran Xu?"Tangan Wang Xuemin yang sedang memegang cangkir berhenti.“Untuk apa?"Xu Kai tersenyum tipis."Aku ingin memperkenalkannya kepada keluargaku."Wang Xuemin meletakkan cangkirnya."Apakah kau sudah memikirkan semuanya?""Tentu.""Termasuk kemungkinan bahwa keluargamu tidak menyetujuinya?"Senyum Xu Kai sedikit memudar."Aku tidak akan memaksanya menghadapi sesuatu yang belum siap dia hadapi. Namun, aku juga tidak ingin terus menyembunyikan hubungan kami."Wang Xuemin memperhatikan pria di hadapannya.Untuk pertama kalinya, ia melihat kesung

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   441

    Sore itu, Lian Wei kembali ke ruang kerjanya setelah berkeliling di taman.Begitu memasuki ruangan, ia melihat Wang Xuemin sedang duduk membaca beberapa dokumen. Pria itu mengangkat wajah ketika menyadari kedatangannya."Sudah selesai berjalan-jalan?"Lian Wei mengangguk. Ia kemudian duduk di hadapan suaminya."Xuemin, aku ingin membicarakan sesuatu."Wang Xuemin meletakkan dokumen di tangannya."Apa yang ingin kau bicarakan?"Lian Wei menopang dagunya dengan satu tangan, lalu tersenyum tipis."Menurutmu, bagaimana hubungan Xu Kai dan Xi Lingxue?"Wang Xuemin menatapnya beberapa saat."Kenapa tiba-tiba bertanya tentang mereka?""Aku melihat mereka di Paviliun Barat tadi. Sepertinya hubungan keduanya semakin baik.""Kalau begitu, biarkan saja mereka.""Aku sedang berpikir untuk membantu mereka," Lian Wei menggeleng."Membantu bagaimana?" Wang Xuemin mengangkat alis."Menikah."Wang Xuemin terdiam sesaat sebelum kembali mengambil dokumennya."Itu urusan mereka.""Kau tidak tertarik?" Li

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   440

    "Omong-omong, apakah Xi Lingxue juga berada di kediaman ini?”Lian Wei menoleh."Ya. Dia sedang berada di Paviliun Barat bersama beberapa pelayan.""Apakah dia baik-baik saja?"Pertanyaan itu terdengar biasa saja, tetapi Lian Wei cukup mengenal Xu Kai untuk mengetahui bahwa ada sesuatu yang berbeda dari nada suaranya.Ia tersenyum jahil."Kalau ingin bertemu dengannya, kenapa tidak mengatakannya sejak tadi?"Xu Kai sedikit terbatuk."Aku hanya bertanya.""Benarkah?""Tentu."Wang Xuemin meletakkan cangkir tehnya."Kalau begitu, aku akan meminta pelayan mengantarmu ke Paviliun Barat."Xu Kai menatapnya."Terima kasih.""Jangan salah paham. Aku hanya tidak ingin kau terus-menerus menanyakan keberadaannya di sini."Lian Wei langsung tertawa."Xu Kai, pergilah. Kalau terlambat, mungkin Lingxue sudah kembali ke kamarnya."Xu Kai akhirnya berdiri."Kalau begitu, aku akan mengunjunginya terlebih dahulu."Sebelum meninggalkan ruangan, ia sempat menoleh kepada Lian Wei."Terima kasih atas kera

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   439

    "Ini lukisan yang dibuat oleh pelukis istana Kekaisaran Xu?”Xu Kai mengangguk."Benar. Aku ingat kau pernah mengatakan ingin memiliki tempat yang jauh dari keramaian istana. Tempat yang bisa digunakan untuk beristirahat tanpa diganggu siapapun.Lian Wei memandangi lukisan itu lebih lama. Ia memang pernah mengatakan hal tersebut beberapa tahun lalu, ketika mereka masih sering bertemu untuk membicarakan urusan perdagangan."Ternyata kau masih mengingatnya.""Tentu saja," Xu Kai tersenyum."Semoga suatu hari kau bisa memiliki tempat seperti itu."Lian Wei mengangguk tulus."Terima kasih. Aku menyukainya.""Aku bisa membangun tempat seperti itu untukmu," Wang Xuemin melirik lukisan tersebut."Benarkah?" Lian Wei menoleh."Kenapa tidak? Kita bahkan memiliki beberapa wilayah yang cocok."Xu Kai tertawa kecil."Kalau begitu, aku berharap bisa mengunjungi tempat itu suatu hari nanti."Wang Xuemin tersenyum tipis."Jika ada kesempatan, tentu saja."Lian Wei menahan tawanya.Ia tahu betul bahw

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   438

    "Ini surat dari siapa?” tanya Lian Wei Hong Li Song meliriknya, "Sepertinya dari Xu Kai."Wang Xuemin yang semula sedang menuangkan teh langsung mengangkat wajah. Lian Wei membuka surat tersebut. Baru membaca beberapa baris, sudut bibirnya terangkat."Apa yang dia tulis?" tanya Wang Xuemin.Lian Wei melipat surat itu kembali."Dia mengatakan akan berkunjung dalam beberapa hari."Wang Xuemin meletakkan teko dengan sedikit lebih keras."Untuk urusan apa?"Lian Wei menatap suaminya dengan senyum jahil."Katanya ingin memberikan hadiah pernikahan yang terlambat."Hong Tiong Wai tertawa."Sepertinya kediaman ini akan semakin ramai."Sementara itu, Wang Xuemin hanya menghela nafas.“Atau dia merindukan Xi Lingxue,” goda Lian Wei yang melihat Xi Lingxue menundukan kepalanya dengan wajah memerah.Hari pertama setelah menikah, ia sudah harus menghadapi calon tamu yang sepertinya akan menguji kesabarannya.Dan Lian Wei? Ia justru terlihat sangat menikmati keadaan tersebut. Kehidupan mereka set

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   3

    Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status