เข้าสู่ระบบ“Syaratnya adalah, carikan aku pasukan.”“Pasukan? Dari mana aku bisa menemukannya?”“Kau bisa pergi keliling dunia mencari sekumpulan bandit lain untuk bergabung menjadi pasukanku.”“Cih… lalu apa untungnya untukku?”Lian Wei tersenyum cantik.“Kau bisa menjadi ketua utamanya.”Ketua bandit itu terdiam beberapa saat.“Aku tahu kau bukan orang biasa, kau sungguh menarik nona.”Lian Wei berdiri menatap ketua bandit itu menunggu jawabannya.“Baiklah aku setuju.”’“Pikirkan baik-baik tuan, jika kau sudah memutuskan untuk bergabung denganku, hanya kematian dan kesetian yang berlaku.”Lian Wei berbalik dan berjalan menjauh, seolah memberinya ruang untuk berpikir dan berdiskusi dengan anak buahnya, karena ia melihat mereka terbangun ditengah obrolan itu.Ketua bandit itu tertawa, anak buahnya menyarankan untuk bergabung saja dulu lalu mereka kan diam-diam pergi.Seakan tahu apa yang direncanakan mereka, Lian Wei kembali bersuara.“Tentara bayaran Xiao Xinxin yang terkenal adalah milikku. Ja
“Wah… rupanya gadis ini orang penting ya hahaha,” ucap ketua bandit seraya membalikan badannya menghadap anak buahnya. Sringg... Pedang panjang terulur di samping leher pria itu, sekali saja menoleh maka dapat dipastikan kepala dan tubuhnya akan terpisah. “Menjauh dari nona kami,” ucap dingin salah satu pasukan bayangan milik Lian Wei dengan penuh penekanan. “Hahaha.”Ketua bandit itu tertawa dengan keras, ia mulai berbalik ke arah sebaliknya dari pedang itu dan mengacungkan pedang kepada orang yang mengacungkan pedang padanya. “Serang mereka!”Segera pertarungan dimulai, pasukan bayangan mulai menyerang bandit itu sementara pasukan yang lain melindungi Lian Wei dan barang bawaan mereka. Kekuatan pasukan bayangan tidak perlu diragukan lagi. Mereka sangat gesit, gerakan mereka tidak mudah dideteksi. Cukup lama pertarungan ini berlangsung, Mingmei dan Tabib Luo hanya dapat mengintip dari balik celah tirai. Sebenarnya Mingmei sudah gatal ingin menghajar bandit sialan itu, namun ia
“Apakah kakak masih melindunginya?“ tanya Jianying yang membuat Xiuhuan terdiam.“Bagaimanapun dia tetap adik kita, Jianying.”“Sekalipun dia berniat mencelakai adik kandungmu?”Deg…Xiuhuan tidak menjawabnya.“Jianying, kita masih kurang bukti untuk membuat Mayleen menjadi tersangka.”Jianying tertawa keras, ia tidak menyangka kakaknya akan bersikap begini.“Kenapa kau tertawa?”“Kurasa caramu mengeluarkan Lian Wei dari istana bukan untuk berobat, tapi untuk menyingkirkan bukti nyata dan menyelamatkan adik kesayangan mu.”“Jianying jaga bicaramu!”“Aku akan bawakan buktinya padamu.”Jianying pergi meninggalkan Xiuhuan sendiri disana.Blam…Suara pintu tertutup dengan keras, menyisakan lorong gelap dengan sedikit cahaya dari obor yang diletakan di sepanjang tembok penjara.Xiuhuan masih tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Manakah yang harus dia pilih, adik kandung yang menjadi korban atau adik tiri sang pelaku?“Jianying sepertinya kau salah paham denganku.”Sementara itu Lian Wei
“Ada apa?” tanya Kaisar.“Perguruan Deng ini sedikit sulit dilacak Yang Mulia. Bahkan Tentara Xiao Xinxin kesulitan melacak jejaknya.”“Apakah Tentara Xiao Xinxin sudah lama mencari mereka?”“Menurut kabar yang beredar setiap kali mereka menjalankan misi, selalu terlambat satu langkah.”Kaisar terdiam.Kemudian ia menyuruh Kasim Chen keluar.Sementara itu Xiuhuan dan Jianying pergi ke penjara bawah tanah. Mereka membuka salah satu ruangan, tempat biasa mereka menginterogasi para penjahat.“Bawa Putri Ketiga kesini,” perintah Xiuhuan.“Baik Putra Mahkota.”Li Mayleen berlutut setelah tiba di hadapan kedua kakaknya.“Kak, tolong aku.”Mayleen berusaha menggapai Xiuhuan.“Mayleen takut disini, tolong bawa aku keluar.”“Kau mau keluar?”Mayleen mengangguk cepat.“Kalau begitu katakan kebenarannya.”Deg…Mayleen terdiam dan tubuhnya bergetar.Ruang interogasi itu sunyi mencekam. Hanya suara rantai dan tetesan air yang terdengar samar di dinding batu lembap.Mayleen duduk berlutut di tengah
Setelah mengatakan itu ia segera masuk ke dalam kereta kuda dan pergi dari sana. Butuh waktu berhari-hari agar bisa sampai di kekasih Xu. “Semoga tidak ada masalah.”Keesokan paginya suasana di Paviliun Selir Wu begitu kacau. Begitu ia mendengar dari pelayan bahwa putrinya pergi ke Kekaisaran Xu semalam tanpa memberitahunya, kondisi Selir Wu yang terkejut membuatnya begitu marah akan keputusan tiga orang lelaki itu.Kaisar Li, Xiuhuan dan Jianying berada di Paviliun Selir Wu, setelah mendengarnya mengamuk. Selir Wu adalah orang yang lemah lembut hatinya, ia tidak pernah marah sekalipun. Tapi pagi ini dia mengamuk dan ingin menyusul putrinya pergi ke Kekaisaran Xu.“Nyonya tenanglah,” ucap seorang pelayan setia Selir Wu.“Kalian menyuruhku tenang?!”Keributan pagi itu terdengar dari luar paviliun. Kaisar Li beserta anaknya masih berdiri di samping kamarnya, tidak berani masuk kedalam.“Ayah, kemarin ayah bilang ibu pasti akan mengerti keputusan ini,” ucap Jianying memojokkan ayahnya.
Brak.... Dengan nafas terengah-engah kedua kakaknya menghampiri adik mereka yang terbaring lemah. Baik Jianying dan Xiuhuan langsung terduduk lemas melihat penampilan adik mereka yang menyeramkan, sudah seperti mayat hidup. “Lian'er,” ucap mereka bersamaan. “Apa yang terjadi ayah?” tanya Xiuhuan. “Racun Embun Merah. Lalu barusan dia muntah darah.”“A-apa?!” ujar mereka terkejut. Pasalnya selama ini tidak ada yang selamat dari racun tersebut. Selain tidak ada penawarnya, penyebaran juga terbilang cukup cepat. “Apa yang harus kita lakukan ayah?” tanya Jianying. “Tabib Luo menyarankan untuk membawanya pergi ke Kekaisaran Xu.”“Apa? Tidak bisa ayah! Lian'er sakit bagaimana jika terjadi hal yang tidak baik padanya nanti?” histeris Jianying. “Itu yang ayah khawatirkan, tapi jika menunggu Tabib Luo pergi lalu kembali lagi, ayah takut itu tidak sempat Jianying.”“Tangannya sangat dingin seperti es.”Kaisar Li terus mengusapnya lembut tangannya, seolah memberikan kehangatan ada Lian We







