ANMELDEN“Dan Rui?”Terlihat Dan Rui memasuki ruangan lain, Lian Wei mengintip dari celah pintu. Seorang gadis datang membawakan arak untuk Dan Rui.Lian Wei menyuruh gadis yang menurutnya pintar untuk mengambil strategi perang dari Dun Rui saat dia mabuk. Sementara di tempat lain, Dan Rui dengan kesal berjalan menghampiri pria yang sudah memprovokasi dia, lalu duduk dengan kasar.“Tuan, tuan, anda datang syukurlah tuan.”“Katakan ada hal penting apa, jika tidak penting kau akan kubunuh sekarang juga!”“Ini tentang pasukan di ibu kota tuan.”“Pasukan di ibu kota? Ada apa?”“Seseorang datang dan menyerang kami, semuanya mati termasuk Panglima Lie Yang Min. Hanya saya satu-satunya yang tersisa tuan. Saya datang untuk memberitahu anda.”“Apa? Mereka mati?!” marah Dan Rui menggebrak meja kuat.“Benar tuan.”“Lalu apa lagi?”“Se-sebelum itu mereka juga mengetahui markas kita.”“APA?!” pekik histeris Dan Rui.Ia berdiri dari kursinya sementara gadis pembawa arak itu berdiri di sampingnya. Tidak ber
“Berhenti! Siapa kau?!”“Ah tuan, saya salah satu gadis yang dibawa untuk melayani, tuan. Saya terpisah dari rombongan karena saya harus buang air dulu tadi.”“Kau ini menyusahkan saja! Cepat ikut!”Lian Wei sudah masuk ke dalam, ia memperhatikan sekelilingnya dengan seksama. Sementar ketiga pria itu, menemui Panglima Zei Xen. “Panglima Zei.”“Wei Heng? Kau datang?”“Tuan dan para pangeran ingin pergi mengintai ke dalam. Apa kau punya cara?”“Ada, ikut aku,” ucapnya masuk ke tenda. Zei Xen memberikan baju zirah pada mereka. “Ini pangeran pakailah baju zirah ini. Agar kita bisa mudah masuk ke dalam. Jika bertemu dengan orang yang menggunakan kode bulan dan dibalas bintang, itu berarti salah satu dari kita.”“Baiklah kami mengerti,” ucap Wang Xuemin. “Cepat berganti, Lian Wei sudah menunggu,” perintah Xiuhuan sedikit panik. Setelah mereka siap segera mereka masuk dari pintu belakang. Sementara Lian Wei sudah masuk kedalam ruangan Dan Rui. “Kita bagi tugas, aku dan Xiuhuan ke kanan,
“Pada nyatanya… sampai saat ini, kau tetap saja orang bodoh yang mudah ditipu.”“Aku rasa aku pergi,” ucap Wang Xuemin.“Setelah kepergian Wang Xuemin, suasana menjadi hening.“Jika kau tidak ingin memakai identitasmu, lalu kenapa kau masih melindungi ayah, ibu dan kakakmu?” tanya Jianying.“Tujuanku hanya melindungi ibu, tapi ternyata sasarannya ada pada seluruh istana.”“Apa?”“Sejak kapan kalian tahu hal ini?” tanya Lian Wei.“Harusnya kami yang tanya,” ucap Xiuhuan.“Kau sungguh tidak tahu kak?” ucap Lian Wei memutar bola matanya malas.“Sejak ibu diracuni, apa kau masih berpikir surat itu palsu?”“Adik… aku…”“Tolong jangan memanggilku begitu lagi disini, aku punya nama lain.”Setelah mengatakan hal itu Lian Wei pergi dari sana. Meninggalkan dua orang yang masih terdiam. Jianying mengepalkan tangannya kuat.“Kalau bukan karena kita sedang menghadapi perang, aku tidak akan melepaskanmu kak.”Di taman dekat danau Wang Xuemin menunggu Lian Wei. “Kau menungguku?”“Ya tentu saja, ken
“Kali ini aku akan menghilangkan perselisihan antara kita.”“Baik, aku tidak akan melepaskanmu lagi,” ucap Xiuhuan yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Lian Wei dan mengelus kepalanya dengan sayang. “Oh ya, ku harap tidak begitu.”“Lian’er…” Xiuhuan menatap Lian Wei dengan sedih.Setelah semua mendapatkan bagiannya, mereka kembali ke tempat masing-masing, kecuali Lian Wei, Wang Xuemin, Jianying dan Xiuhuan. “Kau tidak akan menjelaskan apapun pada kakakmu?” tanya Jianying.“Kita bahas di luar saja,” ucap Lian Wei.Saat Lian Wei akan melangkah pergi Adipati Xinxi mencegahnya. “Li Xinhua... ah maksudku Lian Wei aku ingin bicara denganmu sebentar.”“Guru panggil saja Li Xinhua seperti biasa atau Xinxin. Bagiku Lian Wei sudah mati di Kekaisaran Xu,” ucap Lian Wei dingin.“Ah…” Adipati Xinxi bingung dengan hal itu.“Lian'er aku akan menunggu di luar,” ucap Wang Xuemin pergi tanpa persetujuan Lian Wei, ia juga menarik Jianying pergi.“Aku juga pergi,” ucap Xiuhuan. “Putra Mahkota Li t
“Bagaimana jika begini?” usul Liu Changhai. Mereka berkumpul jadi satu, raut wajah mereka segera berubah serius. Semua orang menatap Liu Changhai dengan serius.“Langsung serang dan bunuh semuanya, kita langsung sergap saja,” celetuknya. “Kau ini,” ucap Xu Kai, lalu memukul kepala Liu Changhai. “Itu bukan rencana, kau ini bodoh atau bagaimana?” kesal Xu Kai. Semua orang menghela nafas kesal, waktu mereka terbuang dengan percuma. Lian Wei hanya bisa menggelengkan kepalanya.“Begini, masing-masing dari kita menyisipkan beberapa orang di antara mereka untuk mengintai. Lalu saat tiba waktunya, mereka akan langsung menyergap dan menyerang,” ucap Lian Wei. “Seperti menyamar?” tanya Xiuhuan. “Tapi jika kita yang melakukannya, bukankah akan berbahaya? Tidak bisa ini terlalu beresiko,” ucap Jianying. “Bukan kita, tapi pasukan kita yang lebih kuat dari punya mereka,” ucap Wang Xuemin. “Kau memang selalu tahu apa yang aku maksudkan,” ucap Lian Wei. “Tentu saja istriku,” goda Xuemin. “T
“Kakak… kedua?”Wang Xuemin langsung berdiri dan menyembunyikan Lian Wei di belakang tubuhnya.“Wang Xuemin apa maksudmu seperti ini?” ucap Xiuhuan tidak terima.“Sebelum kau memojokkan istriku, lebih baik kau urus kedua adikmu itu.”“Adikku? Apa yang dilakukan oleh Lien Hua dan Mayleen?”“Kau sungguh tidak tahu?”“Aku—”“Hentikan kalian semua,” ucap Xu Kai.Mereka semua menoleh padanya dengan tatapan tidak terima.“Ada hal penting yang harus dibahas sekarang,” ucap Luoyang membela Xu Kai.“Kakak senior benar, jika ada yang ingin dibahas selain ini, silakan bahas saat urusan ini selesai,” ucap Lian Wei.Mereka memulai pembicaraan ke topik utama. Anming ikut masuk mendampingi Lian Wei, sementara yang lain berjaga di sekitar. Terlihat Lien Hua berdiri tidak jauh dari menara Adipati Xinxi. Mayleen memperhatikan kakaknya itu dan segera menghampirinya.“Kakak ikut aku,” ajak Mayleen dengan sedikit menariknya. “Mayleen lepas! Aku bisa jalan sendiri.”“Kak... Kau bilang jalang itu bakal ma
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu







