Share

85

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-05-13 23:54:24

“Putri…” cegah Mingmei.

Tabib Luo mengambilnya dari tangan Lian Wei dan meminumnya tanpa ragu.

“Putri itu kan obat yang baru di buat!” pekik Mingmei terkejut.

Tabib Luo membalikkan botol ramuan yang sudah kosong, untuk di perlihatkan pada Lian Wei.

“Bagus.”

Lian Wei terlihat bangga, ia tidak salah pilih orang.

“Apa efeknya?”

Tidak lama Tabib Luo memuntahkan banyak darah hitam. Semua orang terlihat panik karena hal itu.

Tabib Luo mengangkat tangannya menghentikan semua orang yang ingin membant
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   100

    Suara orang jatuh disertai dengan teriakan kesakitan membuat dua orang itu menoleh ke sumber suara. Bertepatan dengan itu prajurit yang tadinya berbalik badan segera menghampiri Lien Hua yang terjatuh. Sehingga saat mereka menoleh, pemandangan yang dilihat oleh Xiuhuan adalah prajurit itu mengganggu Lien Hua. Segera Xiuhuan berlari menghampiri Lien Hua dengan panik. Dia juga mengecek keadaan Lien Hua. “Kakak kakiku sakit, mereka mendorongku dengan keras,” ucap Lien Hua pada Xiuhuan, mengkambing hitamkan Lian Wei. Sementara pengawal itu menggeleng keras. Segera ekspresi Xiuhuan mengeras, ia menatap tajam pada Lian Wei yang duduk tenang disana. Segera Xiuhuan menggendong Lien Hua untuk pergi dari sana. ‘Tatapan itu? Jadi hanya segini saja perhatianmu padaku? Padahal aku sudah senang dia mau berbaik hati merawatku. Tapi lagi-lagi tatapan dingin itu terlempar padaku saat Lien Hua terluka.’ “Apa aku benar-benar tidak ada di hatinya sedikitpun?” lirihnya. Setelah kepergian mereka,

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   99

    “Kemungkinan seperti itu ayah.”“Kak, ibu selir bukannya saling menyayangi, kenapa mereka saling menyerang? Mereka juga tampak akrab, ataukah mereka hanya berpura-pura saja kak?" tanya Lian Wei polos pada Jianying.“Kakak tidak tahu, itu bisa saja Lian'er. Ayo kembali ke paviliun mu, kau belum bisa berjalan jauh,” ucapnya lembut. “Ayah aku akan mengantar Lian'er dulu, lalu aku akan menyelidiki masalah ini bersama kakak,” ucap Jianying. “Ya baiklah.”“Jianying aku ikut denganmu,” ucap Xiuhuan.‘Cih untuk apa dia ikut?!‘ batin Lian Wei.“Lian Wei kemarin kau dari mana? Aku pergi ke paviliunmu tapi kau tidak ada di sana.”“Memangnya ada urusan apa kakak mencariku? Kenapa kakak tidak menitip pesan pada pengawal di sana?” tanyanya.“Hmm aku... aku hanya ingin memberikan ini padamu,” ucapnya dengan memberikan salep yang dibelinya dari Kekaisaran Song. “Uh kau bisa memberikannya pada Anming,” ucapnya menerima salep itu. “Aku harus memberikan itu langsung padamu.”“Terimakasih, ini salep

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   98

    Lian Wei memakai baju serba hitam tidak lupa dengan masker hitam untuk menutupi wajahnya. Ia melompati tembok dan sampai di Paviliun Selir Cui dengan mudah. Ia masuk dari jendela kamarnya, terlihat Selir Cui sedang tidur. Ia menyumpal mulut Selir Cui dengan kain hitam, kemudian menyeretnya hingga turun dari ranjangnya. Lian Wei mengeluarkan belati kesayangannya dari pinggangnya, ia menggoreskan belati itu pada wajah Selir Cui, hal itu membuat Selir Cui bangun dari tidurnya. Ia ingin berteriak tapi tidak bisa karena mulutnya disumpal oleh kain. “Hmmp…!” Lian Wei kembali menggoreskan belati pada lengan Selir Cui hingga merobek hanfu tidurnya. “Hmmp…!” Ia terus melukis di tubuh Selir Cui dengan belati kesayangannya. Darah merembes keluar hingga hampir menutupi seluruh tubuh Selir Cui. Setelah puas dengan tubuh Selir Cui ia memukul tengkuk Selir Cui hingga pingsan. Sebelum Lian Wei pergi, ia meninggalkan tanda pengenal milik Selir Zhu yang dulu sempat di ambil oleh Lian Wei, saat

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   97

    “Kakak?!” “Kenapa kau membuat keributan disini?” “Aku hanya meminta penawar dari penyakit ini saja kak.” “Bukankah Kasim Chen dan pelayan itu sudah mengatakannya padamu?” “Aku tidak bisa menunggu lagi kak.” “Kak Lien benar, Kakak Pertama. Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi?” “Bukankah hanya tinggal besok keputusannya?” “Bagaimana jika ternyata hasilnya tidak ada?” “Kau bisa menggunakan obat lain dulu, bukan?” “Itu tidak akan sama bukan?! Akan butuh waktu lama untuk penyembuhannya! Sebentar lagi Festival Lampion, mana bisa aku keluar dengan keadaan seperti ini?!” ‘Dasar sampah!’ batin Lian Wei kesal. Segera ia memberi kode pada penjaga di sana untuk menyeret mereka berdua keluar. “Hei apa yang kalian lakukan?! Lepaskan!” teriak Lien Hua. “Lepaskan aku! Aku akan mengadukan hal ini pada ayah!” teriak Mayleen. “Maaf nona, nona kami tidak menyukai keributan. Silakan anda pergi dari sini,” ucapnya dengan menyeret mereka keluar dari sana. Lian Wei menatap tajam selu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   96

    Ia tersenyum sepanjang jalan, hal itu membuat Wang Xuemin senang dan juga penasaran. “Apa kau begitu senang?” “Iya, terima kasih sudah membelikan aku barang ini. Seumur hidupku, aku tidak pernah memakai barang mewah.” "Benarkah? Lalu perabotan di kediamanmu itu apa?” “Itu baru dibelikan Kak Jian bulan lalu, saat aku siuman dari koma.” ‘Kejam sekali keluarganya,’ batinnya marah. Segera raut wajah Wang Xuemin mengeras. Lian Wei melihat perubahan itu dan menjadi tidak senang. Iya jika Wang Xuemin marah bisa-bisa ia tidak akan mengeluarkan uang untuknya lagi. Lian Wei menarik lengan Wang Xuemin ke arah toko penjual tanaman herbal. Sementara Wang Xuemin hanya mengikuti langkah pelan Lian Wei. “Pangeran apa kau mau membelikan aku tanaman ini?” ucapnya menunjuk tanaman yang sedang berbunga. Kebetulan dia belum memiliki tanaman ini. Sekilas ini seperti tanaman hias yang tidak terlalu menarik, namun yang sebenarnya ini adalah tanaman langka yang belum banyak diketahui orang di zama

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   95

    ‘Jika begini terus, aku akan kaya hahaha,’ batin Lian Wei puas. Wang Xuemin yang tahu identitas lain dari Lian Wei hanya tersenyum senang. Ia suka dimanfaatkan oleh Lian Wei, terlebih lagi ia suka membelanjakan Lian Wei. Beberapa waktu lalu, ia mendapatkan laporan dari Tianzhi yang menunjukkan bahwa pemilik toko Xinxin dan Lian Wei adalah orang yang sama. Jadi waktu dia menyarankan untuk membuka kedai teh, itu bukan asal bicara saja. ‘Rahasia apa lagi yang kau sembunyikan dariku, istriku?’ “Kita kesana yuk,” ajak Lian Wei dengan menggandeng tangan Wang Xuemin. Wang Xuemin mengikutinya dengan senang hati. Saat mereka keluar dari toko pakaian, Lien Hua melihat Lian Wei keluar dari sana. Segera ia mengikuti Lian Wei ke toko aksesoris. Saat sampai di toko, pelayan toko memberikan perhiasan edisi bulan ini, yaitu berupa satu set hiasan rambut bunga dan mutiara. “Berapa semua ini?” “Dua puluh lembar uang kertas tuan.” “Aku akan bayar dua kali lipat untuk hiasan ini,” ucap Lien Hu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status