공유

84

작가: Naomiliana
last update 게시일: 2026-05-13 22:33:42

“Nona?!” pekik Mingmei, Qianfan dan Xiu Juan terkejut dengan perkataan nonanya.

“Tidak, toko wewangian adalah yang terakhir, bahkan dia belum stabil,” cegah Mingmei.

Terlalu banyak bisnis, sebenarnya nonanya membutuhkan uang seberapa banyak? Dengan adanya enam usaha yang dijalankan dan satu tentara bayaran bukankah itu sudah lebih dari cukup? Terlebih lagi toko mereka sangat terkenal sekarang.

“Aku sangat suka uang, aku tidak bisa hidup tanpa uang,” ucapnya dengan mengangkat tangannya ke udara
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   166

    “Orang yang anda cari sebenarnya adalah Putri dari mendiang Permaisuri Liu.” Tak… Cangkir teh diletakan dengan kencang, orang itu berdiri dan menghampiri anak buahnya. “Apa Yang barusan kau katakan?” “Putri Li adalah anak kandung Mendiang Permaisuri.” “Nona… akhirnya aku menemukan anakmu.” “Tidak heran dia mengenakan kalung liontin milikmu,” ucap pria itu lalu mengeluarkan liontin yang sama dengan yang di pakai oleh Lian Wei. “Cepat segera beritahu semua orang tahu semua orang untuk berkumpul.” “Baik tuan!” Xu Kai pergi ke kediaman Lian Wei untuk mencari Wang Xuemin. Ia menerima laporan Wang Xuemin tidak ada di kediamannya sejak pagi buta. “Wang Xuemin, aku perlu bicara denganmu,” ucap Xu Kai tiba-tiba masuk. Terlihat Wang Xuemin sedang merawat Lian Wei dengan hati-hati. “Apa yang terjadi padanya?” Belum sempat Wang Xuemin menjawab, hidung tajam Xu Kai mencium aroma obat. “Embun Fajar.” Deg… “Kalian baru saja mengobatinya? Bagaimana hasilnya? Kenapa tidak ada memberita

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   165

    “Lian Wei!”Wang Xuemin segera berlari masuk, Tabib Luo dan Mingmei menyingkir dari sana, memberi ruang untuk Wang Xuemin.Wang Xuemin segera memeluk erat tubuh Lian Wei. Sementara Lian Wei yang lemas hanya bisa memegangi tenggorokannya.“Kenapa tidak ada yang memberitahu aku, jika pengobatan Racun Air Mata Kaisar dilakukan hari ini?!”Wang Xuemin terlihat sangat marah, terdengar dari suaranya yang meninggi. Semua orang yang berada di ruangan segera berlutut dan menunduk takut.Lian Wei mencoba meraih wajah Wang Xuemin, hal ini di sadari oleh Wang Xuemin. Segera ia menggenggam tangan Lian Wei erat,“Jangan takut Lian’er, aku disini.”Lian Wei menatap sorot mata Wang Xuemin yang memancarkan ketakutan dan kekhawatiran.“Lian’er kenapa badanmu sangat panas?”“Tabib Luo!”Dengan panik Tabib Luo segera memeriksa nadinya, Mingmei segera menyiapkan air dingin untuk mengompres badan Lian Wei.Waktu sudah berlalu tiga puluh menit sejak Lian Wei meminum penawarnya. Tiba-tiba Lian Wei muntah dar

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   164

    Lian Wei yang baru beberapa langkah berjalan langsung menghentikan langkahnya. Jantungnya berdegup lebih cepat. Perlahan ia menoleh ke belakang. Wang Xuemin masih berdiri di tempat yang sama. Tatapannya tenang, tidak terlihat seperti seseorang yang sedang bercanda. “Apa yang kau katakan?” “Aku tahu siapa dirimu sebenarnya.” Udara di sekitar mereka seolah membeku. Tangan Lian Wei tanpa sadar mengepal di balik lengan bajunya. “Kalau begitu katakan,” ujarnya dingin, “Siapa aku?” Wang Xuemin tersenyum tipis. “Xinxin.” Mata Lian Wei membelalak. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, ekspresinya benar-benar runtuh. “Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.” “Kau bisa terus menyangkalnya.” Wang Xuemin melangkah mendekat. “Namun tidak peduli kau adalah Putri Li Lian Wei atau Xinxin... aku tetap mengenalmu sebagai orang yang sama.” Tatapan Lian Wei berubah tajam. “Sejak kapan kau tahu?” “Sejak lama.” “Lalu kenapa kau diam?” “Karena aku menunggumu mengatakannya sendir

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   163

    Setelah pembicaraan itu mereka bertiga keluar dari aula, hanya keheningan yang mengisi perjalanan di lorong itu. Lian Wei diapit oleh kedua pria bertubuh besar ini, ia sadar saat ini mereka berada dalam posisi yang canggung. “Pangeran Xu, apakah kau masih memikirkan kejadian itu?” Pertanyaan itu membuat langkah Xu Kai terhenti. Pergerakannya yang tiba-tiba membuat Lian Wei dan Wang Xuemin juga ikut berhenti. Xu Kai menatap mata Lian Wei lekat, ada kata yang tidak mampu terucap. “Kalian itu tamu disini, tapi kalian malah celaka disini.” “Pangeran Xu, bukankah kita sepakat untuk berteman?” Xu Kai terdiam. “Teman tidak harus merasa bersalah bukan?” “Xu Kai, kau juga temanku. Kau bisa berbagi beban denganku, akan ku pastikan akan menemukan dalang dibalik kejadian ini.” “Kau memang teman terbaikku,” ucap Xu Kai menepuk pundak Wang Xuemin. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan kembali. “Hei Wang Xuemin, tidak bisakah kalian tidak pamer kemesraan di depanku?” ucap Xu Kai yang mel

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   162

    Menjelang siang, keramaian di kediaman Lian Wei akhirnya mereda. Namun jejak kedatangan Wang Xuemin masih terlihat jelas dari tumpukan peti yang memenuhi beberapa sudut ruangan.Lian Wei berdiri di depan jendela kamarnya, memandangi para pengawal yang berjaga di luar halaman.Ekspresinya tenang.Tetapi pikirannya jauh dari kata tenang.Semakin Wang Xuemin menunjukkan perhatian, semakin ia merasa harus menarik diri. Ia tidak boleh lupa tujuan sebenarnya.Suara ketukan pelan terdengar dari luar.“Putri.”“Masuk.”Mingmei membuka pintu dan membungkuk hormat.“Yang Mulia Kaisar memanggil putri ke aula utama. Katanya ada urusan penting yang harus segera dibahas.”Tatapan Lian Wei berubah serius.“Ada apa?”“Sepertinya mengenai penyerangan kemarin malam.”Lian Wei mengangguk.“Aku akan segera ke sana.”Sementara itu di aula pertemuan Istana Xu dipenuhi suasana tegang.Di kursi utama, Kaisar Xu duduk dengan wajah serius. Tidak ada lagi senyum ramah yang biasa ia tunjukkan.Di sisi kanan berd

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   161

    “Kau membuatku takut hari ini.”Jantung Lian Wei berdegup keras. Bukan karena nada suara itu, melainkan karena ketulusan di baliknya.Wang Xuemin jarang mengungkapkan perasaannya secara langsung.Karena itu, kalimat sederhana tersebut terasa jauh lebih kuat daripada seribu kata manis.Lian Wei menunduk pelan.Berusaha menenangkan hatinya yang mulai goyah.Namun semakin ia mencoba kembali pada logika dan misinya, semakin sulit mengabaikan satu kenyataan.Bahwa perlahan, tanpa ia sadari, hatinya mulai luluh pada pria yang selalu datang tepat waktu untuk melindunginya.“Kau istirahatlah dulu.”Wang Xuemin membantu Lian Wei merebahkan tubuhnya. Kemudian ia mematikan semua lilin sebelum keluar.Pagi itu, kediaman Lian Wei yang biasanya tenang mendadak ramai.Derap langkah kaki memenuhi halaman depan. Para pelayan yang sedang menyapu berhenti bekerja dan saling bertukar pandang. Bahkan Mingmei yang baru saja membawa baskom berisi air hampir menjatuhkannya karena terkejut.“Apa yang terjadi?

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status