LOGIN“Mingmei ayo!” seru Lian Wei di kejauhan. Segera Mingmei mengejar Lian Wei. Mereka berjalan dengan santainya hingga tidak sadar sudah sampai di depan pintu ruang makan. Kasim yang berjaga segera membukakan pintu agar Lian Wei bisa masuk. Mereka masuk tanpa ada pemberitahuan dari kasim karena diperintahkan oleh Lian Wei. “Ayah kenapa ayah mengundang kakak?”“Apa maksudmu Lien Hua?”“Ah... maksudku, kenapa ayah baru mengundang kakak? Kenapa tidak dari dulu saja?”“Itu karena—”“Bukankah itu kursi milikku?” ucap Lian Wei saat tiba di depan kursinya. “Ahh kakak kau sudah datang? Aku akan pindah sekarang, aku hanya ingin mengobrol dengan ayah saja.”“Tidak perlu adik, kau duduk disitu saja aku akan cari tempat lain,” ucapnya dengan lembut dan tenang. ‘Dasar rubah,’ batin Lian Wei. Lian Wei duduk di kursi kosong yang berada di ujung meja. Kaisar merasa sedih melihat putrinya duduk sangat jauh, begitu juga dengan Xiuhuan. “Lian'er duduk saja di sampingku,” ujar Xiuhuan. “Tidak terimak
Sementara itu di Paviliun Kenanga atau Paviliun Mayleen. Ia sedang berpesta sendiri, ia tidak bersedih akan kepergian ibunya. Memang ia merasakan kekosongan namun ia juga merasakan kelegaan di saat yang bersamaan. “Sudah tidak ada lagi yang menghalangi jalanku. Aku akan membalaskan semua dendam ibu meskipun dia sangat buruk padaku. Lalu untuk membunuh Keluarga Zhu? Tidak akan aku biarkan,” batinnya matanya mengobarkan kebencian yang teramat dalam pada Lian Wei. “Tunggu pembalasanku Lian Wei,” ucapnya pelan seraya memutar anggur di cangkir yang dipegangnya.Xiuhuan tidak pergi, ia masuk kedalam dan melihat ruangan yang gelap. Ia menyalakan lilin dan melihat Lian Wei yang tergeletak di lantai. segera ia membawanya ke kasurnya, ia juga memanggil Tabib Luo untuk memeriksa keadaannya.Tabib Luo datang tidak lama kemudian, ia mulai memeriksa keadaannya. Setelah memberikan obat ia pergi dari sana. Xiuhuan merawat Lian Wei sebentar sebelum kembali ke paviliunnya.Angin berhembus dengan pela
“Katakan apa yang membuatmu datang kesini kak?”Xiuhuan hanya terdiam, tidak langsung menanggapi perkataan Lian Wei, ia tidak tahu harus memulai dari mana.“Apa kau tidak tahu aku sibuk?”“Sepertinya kau tidak terlihat sibuk.”“Huh orang ini benar-benar menyebalkan.”Xiuhuan menatap pada Lian Wei menggerutu.“Aku sibuk!” Lian Wei membuat ekspresi yang menurut Xiuhuan gemas.Xiuhuan terkekeh pelan.‘Seandainya setiap hari berlalu dengan santai seperti ini,’ pikir Xiuhuan.“Jika kau sibuk, kau tidak mungkin bisa santai seperti ini.”Xiuhuan menunjuk pada Lian Wei yang asik memakan kuenya.“Huh kau ini. Cepat katakan apa tujuanmu kemari?” Lian wei membersihkan tangannya kemudian menatap Xiuhuan serius.Xiuhuan tampak ragu mengutarakan isi hatinya. Ia melihat ke sekeliling, yang memang sepi. Mingmei sudah menjauh dari sana dan para prajurit yang lain pun sedang berpatroli dan berjaga dengan jarak yang cukup jauh. “Maafkan aku. Maafkan segala sikap dan kesalahan yang pernah ku perbuat pad
“Habisi semuanya! Jangan sampai membiarkan seorangpun lolos!”“Baik pangeran!” seru mereka. Pembantaian itupun berlangsung, mereka menyerbu Keluarga Zhu. Meskipun keluarga Zhu juga membela diri. Suara pedang saling beradu di rumah keluarga Zhu. “Kenapa kau menyerang kami?! Tidak cukupkah dengan kematian anakku?” tanya kepala Keluarga Zhu. “Tidak.”“Anak kesayangan mu sudah membunuh bibiku, bahkan dia juga berani mencoba membunuh adik sepupuku.”“Lagipula titah Kaisar ada di sini dan semuanya tertulis dengan jelas, agar menghukum mati sembilan generasi Keluarga Zhu,” ucapnya menunjukan titah Kaisar.“Aku sebagai Keluarga Liu dan seorang pangeran, tidak akan membiarkan kalian begitu saja!” ucapnya geram bersamaan dengan tertusuknya pedang pada dada kepala Keluarga Zhu. Tidak hanya Liu Changhai saja yang menyerangnya tapi ayahnya juga turut menyerang Keluarga Zhu. Tentu saja sebagai seorang kakak, mana mungkin dia bisa diam saja saat mengetahui adiknya terbunuh oleh salah satu wanita
“Masukan dia kedalam selnya, pastikan dia masih hidup sampai besok.”“Baik putri,” ucap Anming tidak berani menatap Lian Wei begitu juga dengan Mingmei yang sudah terjatuh di lantai. Anming memasukkan Selir Zhu kedalam selnya. Ia juga memastikan Selir Zhu masih hidup. Mereka menyaksikan betapa kejamnya Lian Wei menghukum orang yang menyakitinya. Tidak terbayangkan oleh mereka, jika mereka berani mengkhianati Lian Wei. Entah hukuman seperti apa yang akan mereka dapatkan nantinya. “Mingmei, sepertinya kau sangat terkejut ya? Kau bisa beristirahat sebentar, aku akan membersihkan tubuhku,” ucapnya lalu pergi dari sana. Mingmei menelan ludahnya kasar sambil memegangi lehernya, ia membayangkan Lian Wei langsung memotong lehernya jika dia mengkhianatinya.Wajah Mingmei pucat pasi, Anming yang sudah membawa Selir Zhu kembali, melihat Mingmei yang masih duduk diam di tempatnya.“Yang benar saja?“ Anming mengendong Mingmei kembali ke Paviliun Sakura.Lian Wei mengganti pakaian yang sudah dis
“Kau akan kemana Lian'er?” tanya Jianying yang diberikan lambaian tangan oleh Lian Wei. “Aku juga harus menyelesaikan urusanku sampai nanti semuanya,” ucap Wang Xuemin lalu pergi dari sana. Tentu ke arah yang berbeda dengan Lian Wei. “Jianying ayo kita pergi, untuk apa kita disini jika pemilik paviliun ini saja tidak ada.”“Baiklah ayo kembali.”Lalu mereka segera pergi dari sana, Wang Xuemin mengurus kepindahan keluarga Tabib Xu. Ia mengasingkan mereka di wilayah Kekaisaran Wang. Di sana terdapat daerah terpencil namun makmur. Ia menempatkan dia di sana karena ia yakin wilayah ini tidak akan mudah ditemukan. Setelah urusan selesai ia kembali ke paviliunnya, ia dia tidak kembali ke Paviliun Sakura melainkan ke paviliun yang sudah disiapkan untuknya.Sementara itu Lian Wei memasuki penjara, ia memerintahkan untuk membawa Selir Zhu ke ruang eksekusi. Selir Zhu dilempar dengan kasar hingga terjatuh berlutut di hadapan Lian Wei. “Bawakan aku cambuk, belati, besi panas dan air garam ya







