Home / Fantasi / Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam / Bab 131 - Racun Siluman Kelabang Batu

Share

Bab 131 - Racun Siluman Kelabang Batu

Author: VonnyV
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-24 12:00:00

Suara Meihua terus menggema di kepala Zhang Lei.

“…Kenapa kau tidak menyelamatkanku…?”

Pandangan Zhang Lei sempat goyah.

Kabut hitam dari racun siluman kelabang mulai merambat perlahan di lengannya.

Namun tepat saat itu—

cahaya hijau dari pedang naga di tangannya tiba-tiba menyala kuat.

WHOOSH!

Aura naga hijau langsung meledak keluar dan menghancurkan kabut hitam di sekitar tubuhnya.

Mata Zhang Lei kembali fokus.


Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam   Bab 136 - Cara Menyelamatkan Zhang Lei

    Ruangan bawah tanah itu kembali dipenuhi kesunyian mencekam. Tidak ada seorang pun yang rela menerima pilihan pengorbanan itu. Sementara itu, suara napas Zhang Lei yang semakin lemah terdengar samar di antara tetesan air dari pipa tua di langit-langit. Yunxi masih memeluk botol jiwa Meihua erat. Tangannya gemetar. Matanya merah karena menahan tangis. Jin Yuan berdiri diam di samping meja kayu tempat Zhang Lei terbaring. Untuk pertama kalinya— ia benar-benar merasa tidak berdaya. Ao Bai menatap keadaan Zhang Lei cukup lama. Lalu perlahan berkata, “Ada satu cara lain.” Semua langsung menoleh cepat. Yunxi bahkan berdiri mendadak. “Apa itu?!” Ao Bai tidak langsung menjawab.

  • Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam   Bab 135 - Di Ruang Bawah Tanah

    Alarm rumah sakit terus berbunyi nyaring. Lorong-lorong dipenuhi jeritan. Dan manusia-manusia yang dipengaruhi energi Baizuran terus bergerak seperti boneka hidup. Mereka mengejar satu tujuan. Zhang Lei. “Cepat pergi dari sini!” teriak Ao Bai. Jin Yuan yang baru saja mendapatkan kembali kekuatan lamanya langsung berdiri di depan tandu Zhang Lei. Aura putih samar mengelilingi tubuhnya. Dan anehnya— gerakannya kini jauh lebih cepat dan tegas dibanding sebelumnya. Seolah tubuh modernnya mulai mengingat kemampuan dari kehidupan masa lalunya. Dua manusia yang menyerang langsung dipukul mundur tanpa melukai mereka terlalu parah. “Kita tidak bisa bertahan lama di sini!” kata Jin Yuan. Ao Bai mengangguk cepat. “Baizuran sengaja memakai manusia biasa agar kita tidak bisa melawan penuh.

  • Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam   Bab 134 - Kembalinya Jin Yuan

    Puluhan orang berjalan perlahan di lorong rumah sakit.Langkah mereka tidak stabil.Namun mata mereka—kosong.Gelap.Seolah kesadaran mereka sudah direnggut sesuatu.Jin Yuan langsung berdiri di depan pintu kamar Zhang Lei.“Apa mereka kerasukan?!”Ao Bai menggeleng pelan.“Bukan.”Tatapannya serius memperhatikan asap hitam tipis yang mengelilingi tubuh orang-orang itu.“Mereka masih manusia.”“Namun hati mereka sedang dikendalikan energi iblis.”Yunxi memeluk botol jiwa Meihua erat.Tubuhnya sedikit gemetar.Bisikan-bisikan aneh mulai terdengar samar di kepalanya juga.“Kau lemah…”“Kau hanya beban…”“Kau akan kehilangan semuanya lagi…”Yunxi langsung memejamkan mata kuat-kuat.Napasnya mulai tidak stabil.Namun tiba-tiba—cahaya putih lembut muncul dari botol jiwa Meihua.Aura

  • Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam   Bab 133 - Pengaruh Baizuran

    Lampu merah ambulans memantul di jalanan malam yang basah oleh hujan.Suasana di dalam ambulans terasa mencekam.Yunxi terus menggenggam tangan Zhang Lei yang dingin.Wajahnya pucat.Air matanya tidak berhenti jatuh.“Zhang Lei… jangan mati…”Namun tubuh pria itu sama sekali tidak merespons.Napasnya sangat lemah.Bahkan terkadang hampir tidak terasa.Di samping tandu, Ao Bai duduk diam dengan wajah sangat serius.Tangannya terus menyalurkan energi naga putih ke tubuh Zhang Lei.Namun hasilnya hampir tidak ada.Luka Zhang Lei terlalu parah.Tubuhnya sudah dipenuhi racun Raja Siluman Kelabang.Ditambah lagi—kehancuran pedang naga hijau membuat energi pelindung di dalam dirinya ikut runtuh.Ao Bai menggertakkan gigi.Untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia modern—ia benar-benar merasa takut.Jin Yuan yang duduk

  • Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam   Bab 132 - Munculnya Sang Ayah

    Sosok itu berjalan perlahan keluar dari balik kabut hitam.Langkahnya berat.Namun sangat familiar.Semua langsung terdiam.Zhang Lei yang awalnya bersiap menyerang perlahan menurunkan pedangnya.Matanya membesar.Tubuhnya membeku di tempat.“…Ayah?”Pria paruh baya itu berdiri beberapa meter di depan mereka.Wajahnya lelah.Pakaian sederhananya sedikit basah terkena kabut hutan.Tatapan matanya dingin seperti yang selalu Zhang Lei ingat sejak kecil.Jin Yuan langsung mengernyit bingung.“Itu ayahmu?”Zhang Lei tidak langsung menjawab.Pikirannya kacau.Karena ayahnya seharusnya tidak mungkin berada di tempat seperti ini.Pria itu akhirnya bicara dengan nada kesal,“Jadi kau ada di sini.”“Aku mencarimu dari tadi.”Nada suaranya sama persis.Sama seperti dulu.Zhang Lei perlahan melangkah

  • Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam   Bab 131 - Racun Siluman Kelabang Batu

    Suara Meihua terus menggema di kepala Zhang Lei.“…Kenapa kau tidak menyelamatkanku…?”Pandangan Zhang Lei sempat goyah.Kabut hitam dari racun siluman kelabang mulai merambat perlahan di lengannya.Namun tepat saat itu—cahaya hijau dari pedang naga di tangannya tiba-tiba menyala kuat.WHOOSH!Aura naga hijau langsung meledak keluar dan menghancurkan kabut hitam di sekitar tubuhnya.Mata Zhang Lei kembali fokus.Tatapannya berubah dingin.“Aku tidak akan jatuh karena trik seperti itu.”Raja Siluman Kelabang menyipitkan matanya.“Menarik…”Ao Bai langsung bergerak di samping Zhang Lei.Cahaya naga putih menyelimuti tangannya.“Jangan biarkan dia mendapat kesempatan lagi!”Zhang Lei mengangguk.Dan untuk pertama kalinya—dua aura naga muncul bersamaan di dalam Hutan Hitam.Hijau dan putih.Keduanya langsung

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status