Masuk『WOは脳が求める本能の恋』 慶愛大学で講師を務める向井理玖はonlyであることを隠して仕事をしている。人付き合いは当たり障りなくと毎日を過ごす理玖だが、一つだけ楽しみにしていることがある。毎日午後二時、理玖の研究室に雑用のために来る事務員の空咲晴翔との何気ないやり取りは、理玖にとって心地が良い。 新年度が始まり晴翔との距離が縮まる中で、晴翔に抱き締められた理玖が大量のフェロモンを発してしまう事件が起きる。 本人たちも気が付かないうちに大きな問題に巻き込まれる理玖と晴翔。解決を追いかける先には、思いもよらない巨悪が待ち構えていた。 ※WOバースは作者の創作です。(オメガバースの派生です)
Lihat lebih banyak“Enak ya jadi Nabila, bisa deket-deket terus sama dokter Fahmi,” ujar salah satu perawat di ruang jaga.
“Bagi tipsnya dong, Bu Bidan Nabila,” sahut perawat lain. Nabila, gadis yang tengah memakai scrub dan kerudung berwarna merah muda itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kikuk. Ia hanyalah seorang bidan yang kebetulan menjadi asisten Fahmi, dokter obgyn yang terkenal ramah, lembut, gagah, dan tampan, di poli kandungan. “Hus kalian ini,” ujar Nabila sambil memberi isyarat kepada rekannya untuk tidak melanjutkan obrolan itu. “Nab, tanyain dong sama dokter Fahmi, beliau pakai parfum merk apa, kok wanginya bisa bikin semua orang jatuh cinta,” sahut Isti, salah satu rekan bidan Nabila. “Eh, nggak berani aku, itu kan privasi. Gak ada urusannya sama pekerjaan,” tolak Nabila sambil menggelengkan kepalanya. “Ayolah, Nab. Cuma kamu nih yang paling dekat sama dokter Fahmi,” pinta Isti lagi, ia bahkan memasang wajah memelas. “Kan kalau gak bisa dapetin dokter Fahmi, seenggaknya bisa dapet wanginya tiap hari kalau tahu parfumnya.” “Ih iya, Nab … coba tanyain dong,” pinta perawat yang lain. Nabila menghela napas. Selama ini, ia sama sekali tak pernah mengobrol masalah lain di luar urusan pekerjaan dengan Fahmi. Bukan hanya karena merasa sungkan, tapi juga karena Nabila ingin menjaga batasan profesional. Pun dengan Fahmi. Dokter Obgyn menawan itu bahkan juga termasuk dokter yang sangat menjaga batasan, apalagi dengan wanita. Sebenarnya, sudah banyak yang menanyakan merk parfum milik dokter tampan itu. Hanya saja, Fahmi selalu menjawab dengan kalimat yang sama, yaitu ‘Umroh dulu dengan Malik Tour supaya bisa beli parfumnya’. Itu adalah salah satu trik marketing sang dokter juga untuk bisnis travel yang ia miliki. Sudah tampan, mapan, menawan, dan kuat iman pula. Pantas saja semua orang jatuh hati padanya. “Ish, iya … iya, nanti kalau ada kesempatan aku tanyain,” jawab Nabila dengan pasrah. Beberapa menit berlalu dengan obrolan panjang lebar mereka. Sampai akhirnya, pintu ruang jaga dibuka. Ketika semua orang menatap ke arah pintu, mereka langsung sigap penuh hormat. Di sana, Fahmi yang sedari tadi mereka bicarakan berdiri dengan jas dokter yang membalut tubuh tegapnya. “Pagi, Dok,” sapa para perawat dan bidan. “Pagi,” balas Fahmi singkat dengan senyum ramahnya, lalu pandangannya beralih pada Nabila yang berdiri di dekat meja kerja paling ujung. “Nabila, ikut saya visit.” Mendapati instruksi dari atasannya yang tiba-tiba itu membuat Nabila kaget. Pekerjaan belum selesai masih cukup banyak data yang menumpuk di sebelah laptopnya. Lagi pula tumben sekali Fahmi mengajaknya visit, biasanya cukup dengan bidan dan perawat yang berjaga di instalasi saja. “B–Baik, Dok,” jawab Nabila akhirnya. Melihat Fahmi yang sudah menarik handle pintu, buru-buru Nabila mengklik tombol simpan dan berjalan mengekori atasannya. Ketika mereka berjalan beriringan di koridor, jelas langsung mencuri perhatian. Pesona Fahmi benar-benar tidak bisa diragukan. Begitu tiba di instalasi kebidanan dan kandungan, Fahmi langsung mendatangi ranjang salah satu pasien yang baru saja melahirkan secara sesar. Nabila, jelas langsung mengikutinya. “Selamat pagi, Bu. Pagi ini apa yang dirasa?” tanya Fahmi sambil mulai memeriksa si pasien. “Pagi, Dok. Rasanya biasa aja, Dok. Gak ada yang sakit,” jawab si pasien sambil tersenyum ramah. “Syukurlah kalau begitu. Obatnya jangan lupa diminum yaa.” Fahmi mengingatkan dengan ramah. “Siap, Dokter. Ngomong-ngomong dokter Fahmi sama Bu Bidan ini kelihatan serasi ya ternyata. Apa jangan-jangan, kalian memang pasangan?” Kalimat itu seketika membuat Nabila yang sejak tadi fokus pada catatan rekam medis di tangannya langsung membeku. Ia mengangkat wajahnya, lalu melirik Fahmi sekilas. Namun, Fahmi hanya tersenyum tipis, tidak menanggapi lebih. Hal itu membuat Nabila pun ikut tersenyum kikuk kepada sang pasien. Tak lama, usai berpamitan dari ruangan itu, Nabila dan Fahmi kembali ke ruang poli. Namun, mengingat ada titipan dari rekannya, Nabila akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. “Dok, maaf saya mau tanya sesuatu, tapi sebenarnya ini pertanyaan titipan dari teman-teman,” kata Nabila dengan sedikit keraguan. “Tanya apa?” Fahmi menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Nabila. “Anu … Ehm, parfum dokter mereknya apa ya?” Nabila memberanikan diri untuk menatap Fahmi sejenak. Fahmi tersenyum tipis, lalu menjawab, “Parfum saya belinya di Mekah, nggak ada yang jual di sini. Kalau mau beli, ikut umroh sama Malik Tour aja, nanti diarahin ke tokonya.” Sekali lagi, jawabannya dengan marketing terselubung. Tapi, justru ini yang membuat Fahmi tampak berbeda dengan dokter tampan lainnya. Sifat Fahmi yang cenderung hangat dan kadang juga bisa sedikit diajak bercanda, tentu saja membuat semua betah dengannya. Namun bagi Nabila, justru hal itu yang membuat Fahmi terasa lebih sulit digapai. “Ah begitu ya … Nanti saya sampaikan ke teman-teman yang lain ya, Dok. Kalau begitu, saya permisi, Dok. Saya ada jadwal konsultasi dengan pasien.” Usai mengucapkan hal itu, Nabila langsung pergi meninggalkan Fahmi. ** Tak terasa waktu berjalan cepat. Kini, Nabila baru saja tiba di rumah. Namun, begitu menginjakkan kaki di ruang tengah, Nabila langsung disuguhkan dengan pemandangan kedua orang tuanya yang tampak sedang berdiskusi serius. “Nah, pulang juga kamu. Sini, Papa mau ngobrol dulu,” ujar Khairul, papa Nabila. “Ada apa, Pa?” Nabila yang masih menenteng tasnya di pundak langsung mengambil tempat di samping ibunya. “Jadi, kemarin itu kan Papa habis reuni sama temen-temen SMA, terus Papa ketemu sama temen deket Papa itu, namanya Abdul,” kata Khairul dengan antusias. Lalu, ia melanjutkan, “Nah, terus dia ngajak besanan sama Papa.” Mendengar penjelasan itu, Nabila sedikit terlonjak. “Aku dijodohin gitu maksudnya?” Farida, mama Nabila langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. “Iya, kamu mau, kan? Anaknya Om Abdul itu dokter loh, ganteng pula. Nih, ada CV-nya.” Nabila meraih map yang disodorkan oleh ibunya dengan perasaan aneh. Begitu ia membuka map itu dan melihat satu pas foto yang ada di lembar pertama, Nabila langsung membelalakkan matanya lebar-lebar. “Dokter Fahmi?!「なら、その恩着せ、冴鳥興産も一枚噛ませていただけませんか」 隣のベッドで寝ていた冴鳥が起き上がった。 その顔を見て、理玖はビクリと肩を震わせた。 瞼が腫れまくっているし、目が潤みまくっている。 明らかに泣いていた人の顔だ。 大人になって、こんなに泣いている人を初めて見た。「ごめんなさい、全部、聞いてました。起きてたけど、僕らが混じっていい話じゃないと思って、寝たふりしてました。拓海さん、途中から涙が止まらなくなっちゃって、声を殺して泣いてました」 一緒に起き上がった深津が理玖に、こっそり教えてくれた。 立ち上がった冴鳥が秋風と栗花落の体を抱きしめた。「すまない、音也君。俺は音也君の近くにいたのに、音也君の辛さなんか、少しもわかっていなかった」「何も知らない拓海兄さんだから、俺は安心できたんだぜ」 冴鳥が秋風の額に額を合わせた。「これからは、守る側でありたいと思う。どんな場所で育とうと、音也君は音也君だから。いつも俺を助けてくれる音也君を、今度は俺が守りたいんだ」 秋風が照れ臭そうに笑んだ。 その顔に安堵が浮かんでいた。 冴鳥が晴翔に向き合った。「冴鳥興産の子会社で、病院に医療用酸素を卸している会社があります。埼玉西部は、ほぼ顧客だったと記憶しています」「藤酸素商会ですね。RoseHouse内の病院、RoseHouse Medical Centerに医療用酸素を卸してますよね。高圧酸素の液体酸素の管理も、藤さんのはずです」 さらさらと話す晴翔に、理玖は感心した。「晴翔君、よく知ってたね」「実は早い段階から調べていました。冴鳥先生の御実家が関与し
理玖は自分の掌を眺めた。 臥龍岡から聞いた話は理玖の想像をはるかに超えて悲惨だった。(RoseHouseは子供の尊厳だけじゃない。人間の命すらも軽んじる。僕が考えていた以上に鬼畜な施設だった) 安倍晴子は夫である忠行の裏切りにより、子供に代替えの愛を求めて虐待に走った人間なんだと思っていた。 実際、始まりはそうだったんだろう。 だが、現実に今、安倍晴子がRoseHouseで行っている所業は、子供という商品を使って金を得る。命と体を売り買いする商売だ。 そのために犯す殺人に何の躊躇いもない。(人間なら持ち得るはずの命への良識なんか皆無、下手をすれば罪悪感すらない。ここまで来てしまったらもう、真実を隠し通せない) もはや組織的な犯罪だ。 それが国の認可を得た施設で行われている事実が何より恐ろしい。 壊し方を変えなければいけないと思った。「少し前にメディアで噂になっていたDollは、RoseHouseを指していたんですね。あの話はフィクションめいていたけど、あながち大袈裟でもない」 今の臥龍岡たちの話を聞いたら、大袈裟とは思えない。 むしろ、現実の方が惨い。 臥龍岡が、目を伏した。「あれは悟さんに罪を着せて殺すための前振りで流した噂でしたが、俺の真意は別にありましたよ。Dollの噂を聞いて、RoseHouse出身の子供たちや多少なりと事情を知る大人が少しでも動いてくれないか、なんてね。他力本願な願いですが」 事情を知る人間なら、噂の中身とDollという単語で、直感が働く。 自嘲気味に笑う臥龍岡を、否定する気にはなれない。(それくらい切羽詰まっていた。臥龍岡先生も鈴木君も限界だったんだろうな)
「MariaはWO生体研究所の治験募集で集めた女性です。身寄りがなく頼れる者もない、天涯孤独で若い女性を探して集めて、体外受精の母体に使用した。十人産んだら引退して、RoseHouseの保母として子供の世話をさせる。いわゆる終身雇用です」 臥龍岡が淡々と説明してくれた。「しかし、長生きしない人がほとんどです。連続して十人も子供を産むと年齢以上に体の老化が早まる。女性ホルモンの関係なのかわかりませんが、卵巣癌になる女性も多かった。だけど何よりは、適当な年数で殺されるんです、RoseHouseに」 臥龍岡の説明に、晴翔の顔が引き攣った。「殺されるって、どうして。出産が終わったら、解雇すればいいだけじゃないんですか?」「外に出せると思いますか? RoseHouseの中で何が行われているのか、最も熟知しているのはMariaなんですよ」 臥龍岡の鋭い目に、晴翔が言葉を飲んだ。 体外受精で産んだ子供たちを孤児と偽り、育てる。 産んでから子供たちの世話までこなすMariaは、子供たちにとり最も身近な存在だ。 RoseHouseにとっては、内部事情を最も熟知している部外者だ。「自然な死を偽装する方法はいくらでもあるけど、これまでの話を聞くに、薬で簡単に殺していたでしょうね。施設内には火葬場もあるようだ。身寄りのない人間を永代供養しても違和はない」 理玖の補足に、晴翔の顔が更に引き攣る。「秘密堅持のために、殺すんですか」「Mariaだけじゃない。研究員も、看護師も、事務も、関わるスタッフは総て。マザーにとり商品であるはずの子供でさえ、不必要になれば排除される」 臥龍岡の言葉が生々しくて、胸が詰まった。(羽生部長が言っていたのは、こういうことだ。あの場所で行われているこ
理玖は素朴な疑問を臥龍岡に向けた。「お話に出てきた蘆屋先生は、もしかしなくても七不思議解明サークル顧問の蘆屋先生ですか?」 理玖の問いかけに臥龍岡が頷いた。「そうですよ。蘆屋先生は悟さんの大学の同級生で理研の同期です。悟さんより先にRoseHouseに移動になっていました」「そんで、俺と同じように折笠センセに助けられた人間の一人ってコト。結構ヤバいとこまで入り込んでた蘆屋センセを大学に出したのは折笠センセなんだってさ」 続いた佐藤の言葉に、理玖は納得の心持になった。(だから蘆屋先生は、折笠先生のために、あんなに力になってくれるんだ) 蘆屋にとっても折笠は命の恩人であっただろう。「研究員にも命を命と思わない人間が多かったですから。生体検査と称した実験で死にかけたり、実際に死んだ子供も多くいました。蘆屋先生はその中で数少ない真面な人でしたよ。居てくれて助かりました」 臥龍岡の語り口はあくまで淡々としている。「僕が思っていた以上に、RoseHouseは子供を殺していますね。normalは海外に人身売買、WOは折檻と実験で死亡、か」「いくらでも作れるから、どれだけ殺したって構わねぇんだろうね。少なくとも職員がその程度の意識だってのは、あの場所に踏み込めば嫌でもわかる」 理玖の呟きに、佐藤が吐き捨てた。 佐藤は十年前、WO生体研究所の治験でRoseHouseにボランティアに入っているから、中の雰囲気を知っているんだろう。「保母さんや保育士さんは、優しい人が多かったっすよ。特にMaria上がりの人たちは、お母さんみたいに優しくしてくれたっす」 栗花落が穏やかに語る姿に、理玖は安堵した。 R
無事に新年度の初回講義を終えてから、一週間が経過した。 理玖の一年生の講義は基本が月曜日の午後、追加で金曜日の午前に枠が設けられている。 春は週二回で講義が組まれているが、夏頃になれば週に一回でペースが定まる。(去年は夏前に、すっかり学生が減ってたけど。今年はどうかな) 手応えとしては、去年より熱心な学生が多い印象だ。ちょっと嬉しくなった。 午前中の講義でも、質問が多くて楽しかった。(次回以降は質問の時間を多く設けよう。そういえば、積木君がパワポを資料で欲しいっていっていたっけ。どうせなら毎回、配布しようかな。晴翔君に相談して、準備してみよう) 去年は考えなかった工夫をする気
「初回の講義はここまでになります。質問など、ありますか?」 講堂を見回すと、数名の生徒が手を上げていた。 今年はやる気のある生徒もいるらしい。 理玖は最前列に座る男子学生を指した。「otherがonlyをレイプする事件が多い印象があります。onlyが発するフェロモンをotherが感知することで、otherが発情するんですよね。お互いに薬を飲んでいても、起こり得るのでしょうか? onlyだけが抑制剤を飲むだけでは駄目なのでしょうか?」 なかなかに鋭い指摘だと思った。 この生徒はちゃんと講義を聞いていたらしい。「メカニズムで言えば、onlyがSAフェロモンを発しなければotherは
第二の性、onlyとother。 通称『WO』と称される性は、内分泌系、特に性ホルモンの研究が飛躍的に進んだ過程で発見された。 北欧や米国に多く存在し、日本には明治維新後に概念が輸入される。国際WO連盟が設立されたのは戦後であり、明確な定義付けがなされてから百年にも満たない性であるが、その存在は古くから確認されていた。【only】は、other相手でないと妊娠できない。 otherに対して好意を持ち愛情が昂ると、single‐minded(SM)ホルモンが分泌され、妊娠可能な身体に変化する。 SMホルモンが分泌されるまでの過程については、解明過程である(※affectionフェロモ
支度を整えて白衣を纏うと、講義の準備を始める。 今日は新入生への最初の授業だ。 理玖が担当する『内分泌内科・第二の性WO』の授業も、今日から新たにスタートする。 コンコン、と部屋の扉がノックされた。「どうぞ」 短く返事すると、案の定入ってきたのは准教授の折笠悟だった。「おはよう、向井君。今年も大学に残ってくれて、嬉しいよ」 歩み寄った折笠が理玖の肩に手を掛けた。 無意識に体が一歩後ろに下がった。 折笠は常に距離感が近い。パーソナルスペースを無視した接近をしてくるので、苦手だった。「いえ、理研からの辞令ですから。折笠先生が希望してくださっていたのは、知っていますけど」