INICIAR SESIÓNเขาและเธอ ที่เคยเจอกันมาก่อน ทว่า สายตาคมดุคู่นั้น ไม่ละสายตาไปจากสาวน้อยใบหน้าจิ้มลิ้ม แค่ได้ฟังเสียง…. ตึก ตึก ตึก เสียงหัวใจเต้นรัวๆ ใช่ แค่เสียงก็ใช่แล้ว เธอคือแม่ของลูกและว่าที่เมียในอนาคต ต้องคนนี้เท่านั้น ทว่า… เรื่องราวของทั้งสองคน มีเพียงแค่หนึ่งคนเท่านั้นที่จำทุกอย่างได้ขึ้นใจ แล้วเจอกันอีกครั้งนะ ……สาวน้อย
Ver más“Heiii ... kamu mo ngapain berdiri di situ? Kamu mo merampok ya?” bentak seorang pria gagah di balik pagar hitam yang tinggi itu.
Si pemuda di balik pagar itu seketika memundurkan badannya dari pagar hitam itu karena kaget dengan bentakan bapak-bapak yang ada di balik pagar.
“Gak, Pak! Ehmmm ... anu, Pak ... saya mo ketemu Ibu Sonya!” jawab Arya yang juga memundurkan wajahnya dari pagar besar itu dengan suara gemetaran karena lumayan takut melihat pria bertubuh kekar dan besar di balik pagar itu.
Tak lama kemudian, pintu pagar hitam itu pun terbuka sedikit dan menyembulkan kepala pria kekar tadi.
“Gimana, Mas? Tadi saya kurang dengar!” ucap pria itu yang sekilas kalau dilihat sangat mirip dengan artis pemeran film laga tempo dulu, yaitu Advent Bangun.
Terlihat otot-otot lengan yang besar milik pria itu sangatlah menonjol, juga dengan dada sixpack-nya, karena sang pria hanya menggunakan celana panjang yang digulung hingga dengkulnya.
Tangannya terlihat membawa linggis besi. Hal itu membuat Arya makin ketakutan melihatnya.
“Aa ... aanu, Pak ... sesss ... sssaya mo ketemu Ibu Sonya!” ucap Arya mengulangi ucapannya tadi.
“Ada perlu apa dengan Ibu Sonya?”
“Saya mo melamar jadi sopir, Pak!” jawab Arya sambil agak membungkukkan tubuhnya untuk sedikit memberi hormat kepada pria besar itu.
“Kamu sudah ada janji dengan beliau?” tanya pria itu lagi.
“Ehmm ... sudah, Pak!” jawab Arya sambil sedikit melirik sebagian penampakan bagian depan rumah besar itu.
“Tunggu di sini!” balas sang pria. Pria itu pun memencet sebuah tombol di dekat pintu pagar, semacam interkom, untuk menghubungi seseorang.
“Halo, Bu Sonya. Ini ada laki-laki muda datang, katanya mo melamar jadi sopir!”
“Owh, suruh masuk aja, Pak Dirman!” terdengar suara perempuan di interkom itu, yang mungkin saja itu Ibu Sonya yang ingin ditemui Arya sore itu.
“Baik, Bu!” ucap pria kekar itu yang terdengar dipanggil dengan nama Dirman.
“Oke, Mas. Masnya disuruh masuk!”
“Terima kasih, Pak!”
Arya pun diantar masuk sampai ke teras halaman depan rumah itu dan Arya terbelalak melihat interior bagian depan rumah itu yang ternyata itu benar-benar rumah mewah. Seluruh bentuk interiornya bagaikan istana raja-raja yang suka Arya lihat di buku-buku dongeng kala kecil dahulu.
Terlihat taman yang sangat indah dan juga kolam ikan yang cukup lebar terhampar di bagian depan rumah mewah itu.
Belum lagi tanaman-tanaman yang berwarna-warni yang kayaknya itu tanaman berharga mahal yang menghiasi halaman depan rumah besar itu.
Cukup lama Arya duduk di bagian teras rumah mewah itu.
Saking lamanya, Arya mencoba membuka kembali sosmed I*-nya untuk mengecek kembali percakapan DM Arya dengan Ibu Sonya.
Adapun Arya bisa sampai di tempat ini karena secara tidak sengaja menemukan akun I* Ibu Sonya dan membaca salah satu posting-an Ibu Sonya itu kalau ada info lowongan pekerjaan sebagai sopir di rumah ini.
Arya kembali membuka-buka beberapa posting-an Ibu Sonya yang sekilas nampak sangat cantik dengan topi lebarnya.
Di beberapa posting-an, Arya melihat Ibu Sonya ini sering berada di lokasi-lokasi yang eksotis seperti pantai dan juga hotel-hotel mewah yang dekat dengan lautan.
Setelah menunggu kurang lebih setengah jam lamanya, akhirnya pintu besar di bagian depan rumah mewah itu sedikit terbuka dan muncul seorang perempuan sekira-kira umuran 35 tahun, kulit sawo matang, berwajah manis dengan tubuh yang cukup ideal untuk mempersilakan Arya masuk ke dalam untuk duduk di ruang tengah rumah mewah itu.
“Dengan Mas Arya ya?” tanya sang perempuan itu.
“Iya betul, Mbak,” jawab Arya dengan sopan sambil tersenyum.
“Ayo masuk ke dalam, Mas Arya!”
Arya pun mengikuti ke mana si perempuan itu berjalan. Arya makin terbengong-bengong melihat seluruh isi rumah besar dan mewah itu.
“Monggo, silakan Mas Arya duduk dulu di sini, karena Ibu Sonya masih di lantai atas,” ucap perempuan itu dengan senyum manisnya.
Arya pun duduk sambil tetap menatap kagum dengan seluruh isi dan interior rumah mewah itu.
Ia pun melihat ada tangga putih yang cukup lebar anak tangganya dengan warna putih meliuk sampai ke atas.
Tebakan Arya mungkin kamar Ibu Sonya itu ada di atas tangga itu.
“Oiya, Mas Arya mo minum apa?” tanya si perempuan yang nampak memakai baju semacam kebaya dengan belahan dada cukup rendah sehingga agak terlihat belahan dadanya yang cukup membuat mata Arya terkesiap melihatnya.
“Apa aja, Mbak. Maaf merepotkan!” ucap Arya sambil tersenyum lagi.
Seketika perempuan itu pun berlalu. Saat berbalik badan, nampak sekali tubuh semok si perempuan tadi dengan baju kebaya rumahan dan rok batik yang ia pakai.
Bentuk pinggulnya yang proporsional kembali membuat mata Arya terkesiap dan jakunnya naik turun melihatnya.
Nampaknya perempuan montok itu seorang asisten rumah tangga di rumah mewah itu.
Tak lama kemudian, si perempuan sudah kembali dengan membawa baki berisi segelas teh hangat plus dua toples berisi kue nastar dan kue keju yang biasanya sering muncul di momen-momen Lebaran.
“Ayo, Mas. Monggo diminum dan dicicipi dulu kuenya!” ucap si perempuan tersenyum dengan sopan.
“Baik, Mbak. Terima kasih, Mbak!” ucap Arya sambil mencoba menyeruput gelas yang berisi air teh hangat itu.
Sementara waktu sudah semakin sore mendekati pukul 18.00 sore, yang artinya sebentar lagi azan Magrib akan bergema.
“Gimana, Mas? Rasanya teh buatan saya?” tanya si mbaknya.
“Wahhh ... enak, Mbak ... Mbakkk ...?” ujar Arya sambil bermaksud menanyakan nama perempuan itu.
“Tini, Mas. Nama saya Surtini. Panggil saja Mbak Tini!” ujar Mbak Tini sambil tersenyum menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.
Mereka pun saling berjabatan tangan karena Mbak Tini tahu kalau Arya ini akan menjadi bagian dari rumah itu ke depannya jika memang benar nantinya jadi bekerja sebagai sopir untuk Ibu Sonya.
“Terima kasih atas teh manisnya. Enak, Mbak Tini!” ujar Arya lagi yang kali ini dengan nada yang lebih lepas karena mencoba lebih akrab dari sebelumnya.
Karena Arya pun tahu kalau ia jadi bekerja di situ akan sering bercengkerama dengan Mbak Tini dan juga Pak Dirman tadi.
“Syukurlah kalo Mas Arya suka. Ayo Mas Arya dicoba juga donk dengan kue-kuenya. Itu aku bikin sendiri loh, Mas!” pinta Mbak Tini sambil membuka kedua penutup toples itu untuk mempersilakan Arya mencicipi kedua kue itu.
Arya pun menurut dan mengambil masing-masing satu kue, baik kue nastar maupun kue keju.
“Hmmm ... enak banget, Mbak. Wah, Mbak Tini ini kayaknya memang jago bikin minuman dan makanan!” ujar Arya sambil mengunyah kedua kue tersebut.
Terlihat Mbak Tini tertawa kecil dan merasa puas dengan ucapan Arya tadi.
“Syukurlah kalo Mas Arya suka!”
Baru saja Mbak Tini selesai berucap, tiba-tiba terdengar langkah kaki dari atas tangga yang mengarah turun ke bawah.
Tak tok tak tok tak tok!
Ternyata itu bunyi suara sepatu sandal dari Ibu Sonya.
Seketika Mbak Tini pun memberitahukan Arya kalau yang sedang berjalan dari tangga atas itu adalah Ibu Sonya.
“Tiniiii ... sudah kamu sediakan tamu kita minuman dan makanan?” teriak suara perempuan cantik yang sedang berjalan turun di tangga lebar itu.
Arya pun mendongak ke atas, matanya tertuju ke arah suara perempuan tadi.
Nampaklah di pandangan Arya yang bikin Arya takjub karena Ibu Sonya yang ia sempat lihat di akun I*******m-nya itu ternyata jauh lebih cantik aslinya saat Arya melihat langsung.
Perempuan yang bernama Sonya itu berkisar umur 40 tahun, berkulit putih bening, dan bertubuh sintal berbalut baju tidur dengan rambutnya ditutupi handuk yang melibat kepalanya.
Wajahnya sangat mirip dengan bintang film India Kareena Kapoor yang cantik dan seksi.
Bibir Ibu Sonya terlihat tebal dan matanya besar. Ia saat itu memakai baju tidur berbahan handuk halus dengan bagian atas baju tidurnya agak terbuka, sehingga dada putih bagian atasnya agak terlihat sangat bening dan mulus.
Sangat terlihat kalau Ibu Sonya itu rajin perawatan tubuh.
“Wah, Ibu Sonya abis mandi ya, Bu?” ujar Mbak Tini yang tetap saja ikut terpesona melihat sang majikan, padahal ia telah bertahun-tahun bekerja di rumah itu, namun tetap saja Mbak Tini sangat mengagumi kecantikan sang majikan.
“Ya, Mbak. Aku cukup kecapean kemarin pulang larut malam sehingga seharian tadi ketiduran cukup lama dan baru tadi baru sempat mandi!” balas sang majikan.
“Sekarang Mbak Tini boleh pergi dari sini. Saya mo interogasi dulu ini anak!” ucapnya sambil melirik Arya dengan pandangan yang dingin.
“Baik, Bu!” ujar Mbak Tini sambil menatap sebentar ke wajah Arya. Dalam hatinya, Mbak Tini bergumam kalau menurutnya Arya terlalu ganteng untuk menjadi sopir karena melihat perawakan Arya.
Arya memiliki kulit putih bersih, berwajah tampan dengan hidung mancung, rambut cepak seperti tentara, nampak seperti sosok artis Adjie Massaid.
Bibir Arya juga terlihat seksi untuk ukuran seorang laki-laki.
1 ปีผ่านไป ไวเหมือนโกหกตอนนี้ฉันตั้งท้องได้ 5 เดือนแล้วนะ พี่วิลล์น่ะเร่งจะมีลูกอยู่ทุกวัน เอาจริงๆหลังแต่งงานฉันก็ปล่อยมาตลอดนะ ไม่ได้ฉีดยาคุมแล้วด้วยซ้ำ แต่ตอนนั้นสงสัยลูกยังไม่พร้อมมาเกิด ส่วนตอนนี้ก็คงจะพร้อมแล้วสินะเพราะมาอยู่ในท้องได้ 5 เดือนแล้ว อ้อ รู้เพศแล้วนะ ฉันได้ลูกชาย ถูกใจพี่วิลล์เขาล่ะ จริงๆเขาบอกว่าสำหรับเขาเพศไหนเขาก็รัก แต่หากมีลูกสาวจะทำให้ห่วงมากขึ้นแปลกมากนะตอนที่ท้องแรกๆ ฉันไม่แพ้ท้องเลย แต่คนที่แพ้ท้องแทนคือพี่วิลล์ อาเจียนทุกเช้า ทานข้าวก็ไม่ได้ เหม็นไปหมดเหมือนโดนลูกแกล้งอ่ะ ผ่านไปไม่นานพี่วิลล์ก็หายแพ้ท้องแทนฉัน แต่ฉันนี่แหละที่ตอนนี้กลับมาแพ้ท้องเอง ฉันกินอาหารเมนูเดิมๆซ้ำเพราะกินอย่างอื่นไม่ได้ สงสัยเจ้าตัวเล็กจะชอบกินเมนูนี้ ก๊วยเตี๋ยวหมูน้ำใส เป็นเมนูง่ายๆมากเลยนะที่ลูกชายฉันชอบน่ะ… พี่วิลล์ดูแลเอาใจใส่ฉันอย่างดีทุกอย่างแทบจะไม่ออกไปไหน… ตอนนี้ของใช้เด็กมีเต็มบ้านตั้งแต่ที่ลูกชายฉันยังไม่ออกมาลืมตาดูโลกเลยนะ จะฝีมือใครได้ถ้าไม่ใช่คุณปู่คุณย่าและคุณตาคุณยาย แล้วก็มีครั้งนึงที่บรรดาเพื่อนๆพี่วิลล์มาเยี่ยมก็มาพร้อมๆกับเพื่อนพวกฉัน เดี๋ยวนี้นะไปไหนมาไหนก็ไ
ห้องหอของเราคือห้องพักที่โรงแรมจัดเตรียมไว้ให้“มีความสุขมั้ย”“มีความสุขมากค่ะ”“เริ่มเลยเถอะ ไม่ไหวแล้ว อยาก…”“ขออาบน้ำก่อนได้มั้ยคะ เหนียวตัว”“พี่ไม่ไหวแล้ว”“นะคะ หยีมีรางวัลให้ พี่วิลล์ไปอาบน้ำห้องด้านนอกนะคะ”ฉันพูดจบพี่วิลล์เดินออกจากห้องรีบไปอาบน้ำทันที วันนี้ฉันมีรางวัลให้สามีด้วยนะ ก็พี่วิลล์ทำเซอร์ไพร์สฉันขนาดนั้น ฉันก็ต้องตอบแทนเป็นอย่างดี15 นาทีผ่านไปฉันอาบน้ำเรียบร้อยแล้ว แล้วก็ใส่ชุดคลุมไว้รออีกคนที่กำลังเปิดประตูห้องนอนซึ่งกำลังเดินเข้ามา“ทำไมยังใส่ชุด”“หยีมีอะไรจะให้ค่ะ” ฉันลุกจากเตียงเดินไปหาพี่วิลล์ ค่อยๆจับมือพี่วิลล์มาดึงสายที่ผูกไว้ตรงเอว เหมือนเขาลุ้นอ่ะ เขาค่อยๆดึงออกเบาๆ จนในที่สุด…พรึบ!นี่คือชุดที่ฉันใส่ไว้ด้านใน อีกคนก็มองตาค้างไม่กระพริบตาเลย ฉันไม่เคยใส่อะไรแบบนี้ให้เขาดูนะ วันนี้ถือว่าเป็นวันพิเศษที่ฉันมอบให้ก็แล้วกันวิลล์คืนนี้ยาหยีไม่อ่อนโยนเลยสักนิด ทำเอาผมเองที่ไม่ได้คิดว่ายาหยีจะทำ ถึงกับใจเต้นรัว ผมขบกรามแน่นอยากจับฟัดซะตอนนี้เลย แต่ก็ยังอยากดูให้เต็มสองตา เมียใครวะ ยั่วมากผมจ้องมองเรือนร่างของคนตรงหน้าอย่างไม่ละสายตา ถึงแม้จะเห็นบ่อยและก
“โอ้ยยย แสงเพชรทิ่มตากูไอ้วิลล์” เสียงพี่เจย์แซว“เดี๋ยวมึงขอเมียแต่งงาน มึงก็ต้องเตรียมเพชรเม็ดใหญ่เหมือนกัน”“ไอ้แท็คมึงอย่าพูด กูขนลุก กูจะอยู่เป็นโสดให้สาวเสียดายเล่น”“เออ งั้นเรื่องของมึงเถอะ” เสียงพูดคุยระหว่างพี่แท็คกับพี่เจย์นั่นทำให้ทุกคนอมยิ้ม..“ดีใจด้วยนะแก”“อือ ขอบใจพวกแกสองคนมากนะ”“ผัวมึงน่ารักมากไอ้หยี โรแมนติกอ่ะ โทรมานัดพวกกูก่อนที่มึงจะโทรมาอีก”ฉันยิ้มเมื่อจบประโยคนั้นของนาบี ฉันเองก็ไม่คิดว่าพี่วิลล์จะทำอะไรแบบนี้นะ มีความสุขจัง6 เดือนผ่านไปตอนนี้ฉันเรียนปีสี่เทอมสองแล้วนะ อยู่ในช่วงฝึกงาน แน่นอนว่าพวกฉันกับเพื่อนๆฝึกที่เดียวกันสามคนที่บริษัทรถนำเข้าของพี่วิลล์และพี่เรนเดลและเพื่อนในแก๊งส์ที่ทำด้วยกัน และแล้ววันนี้ที่รอคอยก็มาถึง วันแต่งงานของฉันกับพี่วิลล์พิธีช่วงเช้าก็มีแค่คนสนิทกันเอง จัดทำตามพิธีสงฆ์ แล้วก็แห่ขบวนขันหมาก ฉันใส่ชุดไทยสีครีมทองอ่อนๆ ส่วนพี่วิลล์น่ะหน้าตาลูกครึ่งพอแต่งชุดไทยแล้วหล่อมาก ใส่แว่นตาดำเสริมยิ่งดูเท่ห์ ดูก็รู้เลยว่าคนนี้คือเจ้าบ่าว หล่อเด่นสะดุดตาสุดๆ เพื่อนฉันก็ทำหน้าที่เพื่อนเจ้าสาว และที่สองคนนี้สนุกที่สุดก็คงเป็นช่วงกั้นประ
ผ่านไปสองวันพี่วิลล์ก็มารับฉันกลับไปอยู่เพนท์เฮ้าส์ เมื่อเช้าฉันกับพี่วิลล์ไปส่งปะป๊ากับหม่ามี๊ที่สนามบินเรียบร้อย พอถึงเพนท์เฮ้าส์เขาไม่ลืมเลยที่จะทำโทษฉัน เรื่องนี้แบบนี้จำแม่นเชียว ขยันเกินไปแล้วนะ กว่าจะปล่อยให้ฉันพัก ฉันถึงขั้นต้องขอร้องเลยล่ะ ฉันกับพี่วิลล์เราคบกันมาเรื่อยๆ จนตอนนี้ฉันอยู่ปีสามเทอมสองแล้วนะ เวลาผ่านไปรวดเร็วมาก เหลืออีกแค่ปีเดียวฉันก็จบแล้ว ตื่นเต้นอ่ะ วันหยุดที่จะนี้พี่วิลล์ชวนไปคาเฟ่พี่เจนด้วย เห็นบอกว่าพี่คินนัดรวมกลุ่มที่นั่น ก็เป็นเดอะแกงส์ของพวกเขานั่นแหละ ฉันก็เลยถือโอกาสชวนนัตตี้กับนาบีไปด้วยเลย ฉันชอบเวลาที่เราเจอกันเป็นกลุ่มใหญ่นะ คุยสนุกดี โดยเฉพาะมีพี่เจย์กับพี่แท็ค สองคนเป็นสีสันของกลุ่มเลยก็ว่าได้วันเสาร์ระหว่างที่พี่วิลล์กำลังขับรถไปยังคาเฟ่ เขาหันมามองฉันบ่อยมาก มองแล้วยิ้ม มองอีกครั้งก็ยิ้มอีก แปลกๆแหะ สักพักก็ดึงมือฉันไปจูบบ้างล่ะ ดมบ้างล่ะ แล้วพอตอนที่ติดไฟแดงนะ โน้มตัวมาหาฉัน จับหอมแก้มบ้าง จุ๊ปปากบ้าง เขาคลั่งรักจนบางทีฉันก็ตั้งตัวไม่ทันนะ“วันนี้แปลกๆนะคะ”“ไม่เห็นจะแปลกเลย”“พี่วิลล์”“หืม”“หยีมีเรื่องคาใจจะถาม พี่ตอบความจิงนะ”“...”
เมื่อกลับมาถึงคอนโด xxx @18.30 น.L - I - N - E กลุ่ม เกิร์ลกรุ๊ป (3)ที่มาของชื่อกลุ่ม ไม่มีอะไรมากเลย ตั้งง่ายๆ เพราะมีแต่สาวสาวสาว ที่ต่างก็ชื่นชอบเกาหลีเป็นชีวิตจิตใจY.yee : พวกแก คืนนี้ยังไง? เทไม่เทว่ามาเลยN.TY : คนสวยไม่เทแน่นอน แต่ยังไม่ได้ขออนุญาตคุงแฟนเลย แต่คิดว่าได้ไปแน่นอนเน้อNa.B
“น้องยาหยีคนสวยของพี่ เพื่อนยังไม่มาเหรอคะ”“โดนเทน่ะสิคะพี่เจน น่าเบื่อชะมัดเลย โมโหหิวแล้วด้วยค่ะ”“งั้นรับของโปรดแบบเดิมไหมคะ ขนมปังสังขยาไส้ชาไทย”“รับค่ะ แล้วก็ขอ… อื้มมม.. เอาอะไรอีกดีน๊าาา” ทำท่าทางคิด เอานิ้วเคาะริมฝีปากตัวเองอย่างชั่งใจ ... “เอาน้ำส้มคั้นแล้วกันค่ะพี่เจน”“ได้เลย รอแปบน๊
ในเพนต์เฮ้าส์หรู มีสิ่งอำนวยความสะดวกครบครัน ทั้งสระว่ายน้ำ ห้องฟิตเนส ห้องปาร์ตี้ ห้องอ่านหนังสือ และที่ขาดไม่ได้คือห้องคาเฟ่ ตกแต่งอย่างน่ารักมินิมอลเหมาะกับสไตล์ว่าที่เมียเด็กของเขา เขาเตรียมทุกอย่างที่เธอชอบไว้ที่นี่ ง่ายต่อการล่อลวง เห้ย ไม่ใช่ ง่ายต่อการดึงดูดความสนใจ จะได้เข้าแผนการที่เขาวาง
3 ปี ผ่านไป @ ประเทศไทยวิลล์ มาเฟียหนุ่มหล่อ เดินทางออกจากสนามบินคงไปยังเพนต์เฮ้าส์หรูของตัวเอง เมื่อมาถึงที่พัก ชายหนุ่มยืนทอดมองไปยังวิวสวยภายในห้อง การกลับมาครั้งนี้ แน่นอนว่าเขามาดูแลสืบทอดเรื่องธุรกิจครอบครัว และอีกปัจจัยหลักคือ เขากลับมาเพื่อตามหาหัวใจ ฝากไว้กับเธอคนนั้น 3 ปีแล้วสินะก๊อก ก