Mag-log in“เฮียเคยได้ยินมาว่าชาววิศวะเขาเล่าลือกันว่าเกียร์อยู่ที่ใครใจอยู่ที่เธอถ้าเฮียอยากได้เกียร์ต้องทำยังไงเหรอครับ”“ต้องจีบสิค่ะ!!!”ไวมาก!!! ปากใครละถ้าไม่ใช่ฟองจันทร์คนนี่ที่ ฉันเผลอหลุดปากตอบ
view moreMewarisi perusahaan yang dikelola oleh keluarga besar Dhanapati, Ryu Raiden Dhananjaya harus berakhir di dalam perkebunan sawit rimbun Kalimantan Tengah yang jauh dari keramaian dua bulan belakangan ini. Bagaimanapun, ia sulung dari pasangan Gentala Rainer Dhanapati, pengusaha perkebunan kelapa sawit tersohor dan Mika Hayu Lyana Indrajaya—pewaris perusahaan rokok terbesar di Jawa. Jadi, mau tidak mau, Ryu harus rela melanjutkan bisnis keluarga demi membuktikan kualitas dan kemampuannya dan hidup menepi dari hiruk-pikuk perkotaan.
"AZURA!!" Satu detik. Dua detik. Tiga detik. "AZURA!!" "Inggih Bapak (Banjar: Iya, Bapak), maaf Pak, saya baru kembali dari kantin," ucap Rara, begitu Lembayung Azura Arunika akrab dipanggil. Ia menyembulkan kepalanya di pintu ruangan sang bos, tersenyum cantik. "Ngapain di kantin?" tanya Ryu, lelaki berparas rupawan dengan perangai 'buta hejo' kata para karyawannya ini. "Maaf, ini jam makan siang kan Pak?" Rara meringis polos. "Sejak kapan kamu ikut jam makan siang karyawan?" Ryu tetap memandang layar laptopnya meski ia berbicara pada Rara di pintu. "Maaf Pak, kebetulan pagi ini saya nggak bawa bekal, jadi saya beli camilan di kantin," kata Azura polos. "Bapak perlu saya pesankan makan siang juga di kantin?" tawarnya. Ryu menoleh Rara seketika, ia berdecak sebal, "Nggak perlu. Saya mau pergi keluar, makan siang di warung," ujarnya. "Saya panggil Mas Jaka kalau gitu ya Pak." "Jangan! Saya nyetir sendiri!" cegah Ryu. "Baik Pak," Rara mengangguk, mana mungkin ia membantah. "Kamu ikut saya!" pinta Ryu otoriter. "Hah? Saya sudah makan cemilan lho Pak," desis Rara melongo. "Posisi kamu di kantor ini sebagai apa?" tanya Ryu nyolot. Rara menggaruk lehernya yang tidak gatal, Personal Assistant, Pak," ujarnya. "Tugas kamu yang melekat sama posisi itu apa?" Ryu mengejar jawaban sambil berdiri dari kursi kebanggaannya. "Memenuhi semua yang General Manager Agrorai butuhkan." "Terus? Itu artinya kalau saya pergi keluar seharusnya kamu ikut juga nggak?" "Ikut selama masih dalam jam kerja, Pak." "Terus? Kenapa kamu bersikap seolah sekarang sudah bukan jam kerja?" tanya Ryu memojokkan. "Eh, maksud saya, tadi kan Pak Ryu bilang mau makan siang, jadi saya pikir itu ranah pribadi Bapak, bukan urusan kerjaan," ucap Rara ada benarnya. "Kamu bosan kerja sama saya?" tembak Ryu langsung, ia lewati Rara yang berdiri di pintu ruangannya. "Hah? Bukan begitu Pak. Mana mungkin saya bosan," elak Rara cepat. Sedikit banyak, ia mulai bisa membaca apa yang Ryu coba utarakan padanya. "Selama jam kerja belom selesai di jam 4 sore, kamu milik saya, Azura. Entah apapun kegiatannya, posisi kamu melekat pada posisi saya di perusahaan ini!" desis Ryu sejenak menghentikan langkahnya. "Nunggu apa lagi? Masih mau berdiri di situ, atau pulang dan jangan pernah kembali bekerja di sini lagi? Sudah siap ngasih saya surat pengunduran diri?" tantangnya. "Ya?" Rara tercekat sesaat. "Ah, iya, mari Pak, silakan, saya dampingi Bapak ke manapun," ujarnya tersadar. "Saya nggak ngerti kenapa Mama rekomendasiin kamu buat jadi PA saya," dumal Ryu sambil melangkah menuju parkir mobilnya. "Pak Rain juga merekomendasikan saya ke Bapak kan Pak," sahut Rara benar-benar lugu. 'Kalau nggak karena diminta Pak Rain dan Bu Mika, mana bisa aku tahan sama Buta Hejo kayak kamu!' "Terserahmu," gumam Ryu tak terlalu peduli, ia buka pintu kemudi mobilnya sambil melambai pada dua satpam di depan gerbang pabrik. "Azura!" desisnya gemas begitu menyadari sesuatu. "Ya Pak?" Rara tersenyum manis tanpa beban. "Duduk depan! Kamu pikir saya sopir pribadi kamu?" tegur Ryu kesal. Pasalnya, Rara justru duduk di kursi penumpang di belakang bak nyonya besar. "Ah, maaf," cepat-cepat Rara berganti posisi dan masuk di kursi penumpang depan. "Maaf saya kebiasa duduk di belakang mendampingi Bu Mika kalau ada sopir, Pak," cengirnya. "Pantes Mama bilang kalau kamu butuh diselamatkan," cecar Ryu sambil melajukan mobilnya. "Sekarang, saya sadar kalau sebenarnya saya yang perlu diselamatkan!" dengusnya. Rara hanya membasahi bibirnya untuk memberi tanggapan. Ia tahu, semakin ia bicara, Ryu semakin mencercanya. Bos tampannya ini memang sudah terkenal galak, cenderung ke tegas dan tega, mulutnya tajam setajam alat panen sawit yang mirit celurit itu. Belum lagi sindirannya, Ryu adalah juara se-perkebunan Agrorai, perkebunan sawit yang dipimpinnya. Sebaliknya, Ryu memilih untuk diam dan fokus pada kemudinya. Tak ada yang tahu bagaimana isi hati Ryu saat ini. Ryu yang didaulat oleh sang mama untuk turut menjaga sang PA tentu memikul banyak tanggung jawab. Bukan hanya kehendak mamanya, rasa tanggung jawab Ryu atas Rara juga berasal dari hatinya, tentang kenangan di masa muda. Semua kenangan itu terkunci rapat di gelang lusuh yang setia Ryu kenakan, tapi terlupakan oleh Rara seorang.เชี้ยแล้วไหมล่ะ! อีกสิบนาทีอาจารย์จะเข้าสอนแล้ว แต่ผมยังยืนรอข้ามถนนอยู่สี่แยกหน้าโรงอาหารกลางมหาลัยอยู่เลย!ความวุ่นวายเวลาเปลี่ยนคาบเรียนซึ่งเป็นชั่วโมงเร่งด่วนในมหาลัยของผมเลยเถอะ เพราะด้วยเป็นมหาลัยชื่อดังของประเทศทำให้คนที่เข้ามาเรียนส่วนใหญ่เป็นเด็กที่เรียนเก่งและบ้านรวยแต่นั้นเหมือนจะไม่ใช้ป
เสียงสะอื้นฮึก แต่ก็ไม่ละความพยายามฟ้องคุณย่าของแก เด็กชายแฝดน้องที่หน้าตาเหมือนคนพี่จนแทบจะแยกไม่ออกโครงหน้าฉายแววหล่อเหลาเหมือนคนเป็นพ่อมีเพียงปากเรียวกระจับที่เหมือนคุณแม่เพียงอย่างเดียวในตัวเด็กชายฝาแฝด“ไม่จริง!นะครับคุณหญิงย่า พอลต่างหากที่จะแย้งหุ่นยนต์ของพลัสก่อน น้องบอกว่าของน้องตัวเล็กกว่า
พี่หมอยกมือขึ้นไหว้อาจารย์หมอของเขา ยิ้มหน้าบานไม่หุบเมื่อผลตรวจครรภ์ออกมายืนยันแล้วว่าภรรยาสุดที่รักของเขาท้องแล้วจริงๆ แถมเป็นแฝดอีกต่างหาก!“ต่อไปนี้ก็ดูแลภรรยาให้ดีนะคุณหมอพะนาย คุณก็ทราบดีอยู่แล้วว่าระยะสามเดือนแรกมีโอกาสเสี่ยงที่จะแท้งได้สูงและที่สำคัญต้องระวังอย่าให้ว่าที่คุณแม่เครียดนะคุณหมอ
ห้องหอ...หลังจากที่ผู้ใหญ่ให้พรคู่บ่าวสาวแล้ว พวกท่านก็กลับออกไป ปล่อยให้คู่สามีภรรยาป้ายแดงเข้าหอกัน...“หนูฟองมาใกล้ๆครับเดี๋ยวเฮียจะแกะผมช่วย”ใบหน้าหล่อเหลายิ้มขำภรรยาสาวของเขาที่กำลังทำหน้าหงุดหงิดลำคานและดึงทึ่งผมตัวเองอยู่กับจำนวนกิ๊บดำหนีบผมจำนวนมากที่อยู่บนหัวของเธอโดยฝีมือของช่างทำผมที่เน
จะว่าโชคดีก็ได้เพราะว่าเหลือแค่หนึ่งสัปดาห์ ก็จะถึงช่วงสอบไฟนอลหรือสอบครั้งสุดท้ายของการเป็นนักศึกษาปีหนึ่งแล้ว...ตั้งแต่ฉันโกหกพ่อแม่ว่ามหาลัยให้นักศึกษาเข้ามารับน้องก่อนกำหนด เพื่อตัวเองจะได้หนีมาเที่ยวก่อน จนถึงช่วงรับน้องและได้เจอกับเขาเพื่อนสนิทพี่รหัสใครจะคิดว่าสาวน้อยที่มาจากต่างจังหวัดอย
บันทึกของหมอพะนายห้องนอนตอนนี้ผมนั่งหลังพึ่งข้างเตียง เหม่อคิดเรื่องราวในอดีตของตัวเองกับนุลิน ตลอดสี่ปีที่ผ่านมาไม่มีวันไหนที่ผมไม่โทษตัวเองว่าเธอต้องตายเพราะผมภาพที่ตัวผมนั่งกอดรูปเธอร้องไห้ในห้องนั้นทุกวันครบรอบตายของเธอ...หึ!ใครบอกว่าผู้ชายร้องไห้ไม่เป็น ถึงภาพลักษณ์ต่อหน้าผู้คนมากมายผมจะเป็
“ฉันโสด คุณเป็นใครเหรอคะ จำไม่ได้เลยว่าเคยรู้จัก”ฉันหันไปถามร่างสูงที่ยืนกำมือแน่นอย่างระงับอารมณ์ตัวเอง“ฟองจันทร์!!!”ฉันหันหน้าไปทางอื่นอย่างไม่คิดจะคนสนเขา แต่นักท่องราตรีในผับต่างรู้ว่าเขาคือน้องชายเจ้าของผับ ต่างพากันหันมามองฉันอย่างสนใจ“จำชื่อตัวเองได้ค่ะ ไม่ต้องเรียกเสียงดังขนาดนั้นหรอก
ฉันหัวเราะทั้งน้ำตาพยายามเล่าให้เพื่อนๆทุกคนฟังเหมือนเป็นเรื่องตลก! แต่ก็กลั่นเสียงสะอื้นและน้ำตาเอาไว้ไม่ไหวจริงๆ“เหี้ย!!! ไอ้เฮียหมอมันทำเหี้ยขนาดนี่กับแกเลยเหรอไอ้ฟอง!”ไอ้ติวเตอร์มันตะโกนด้วยน้ำเสียงโกรธแค้นแทนฉัน แต่ฉันไม่เห็นสีหน้าของมันหลอกเพราะน้ำตามันไหลจนมองเห็นหน้าเพื่อนเลือนราง“เอ่อ!เห





![Evil Engineerร้ายรักวิศวะเลว [ไนต์]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)





