LOGINพ่อฉัน ‘เวียงพิงค์’ ยกฉันให้มาเฟียที่ร่ำรวยที่สุดเจ้าของบ่อนที่พ่อฉันเสียพนันได้อุปการะฉัน ฉันแอบชอบเขาตั้งแต่ครั้งแรกที่เราเจอกันแต่ป๋า ‘เจ้าสัว’มีคู่หมั้นอยู่แล้ว…. ชีวิตฉันที่เคยลำบากเปลี่ยนไปในชั่วพริบตาเมื่อฉันได้พบเขา แต่ความสุขสบายของฉันกับมาพร้อม สถานะนางบำเรอ ของเขา ฉันควรจะยอมรับมันสิ ฉันกับพ่อจะได้มีชีวิตที่สุขสบายกว่าแต่ก่อน แต่ฉันกลัวหัวใจตัวเองเหลือเกิน กลัวว่าจะตกหลุมรัก เขาผู้มีพระคุณคนนี้ของฉัน ที่ฉันเองก็รู้อยู่เต็มอกว่าเขามีเจ้าของแล้ว และเธอคนนั้นก็ดีและเพียบพร้อมกว่าฉันมากมาย
View MoreKarina Leticia duduk di depan sebuah minimarket sembari termenung. Uangnya hanya cukup membeli sebuah minuman kaleng dan snack. Akhir bulan ini, ia harus menghemat uangnya untuk membayar sewa apartemen.
Wanita itu menghela napas panjang. Tahun ini tidak ada yang spesial. Ia masih menyandang status lajang di usia yang sudah menginjak 29 tahun dan hanya seorang pegawai biasa di sebuah perusahaan kecil. Entah sampai kapan, ia akan hidup seperti ini?
Tring!
Ponsel Karina berbunyi. Segera, ia merogoh ponselnya dan membaca email yang baru saja masuk.
[ Selamat anda diterima menjadi staff administrasi Delux Corp. Selamat bergabung dengan kami. Untuk informasi selengkapnya, silakan lihat di dokumen yang kami lampirkan. ]
“Beneran? Aku diterima?” tanya Karina pada dirinya sendiri. Delux bukan lagi perusahaan berkembang. Delux merupakan perusahan besar yang berpusat di Amerika. Hanya dengan menjadi staff biasa, gaji yang akan didapatkan adalah lima kali lipat dari kantor sebelumnya.
“Aku diterima!” Karina meloncat sangat gembira.
Ia tertawa dengan sangat bahagia tanpa menyadari bahwa seorang pria tengah menatap kertas lamaran miliknya sembari tersenyum tipis. “Karina, selamat datang di Neraka.”
~~
Harapan tak sesuai kenyataan. Itulah yang terjadi pada Karina.
Wanita itu sebelumnya berpikir bila bekerja di perusahaan besar, seperti Delux Corp akan menyenangkan karena para pegawai telah diseleksi ketat untuk fokus memberikan yang terbaik pada perusahaan.
Sayangnya, senioritas di Delux Corp masih berlaku, terutama untuk karyawan magang sepertinya. Sudah sebulan Karina bekerja, tetapi ia masih kesusahan untuk beradaptasi karena para staff wanita di bagian Administrasi, seolah tidak menerimanya dengan tangan yang terbuka.
Bahkan, hampir seminggu ini pula, Karina hanya disuruh-suruh melakukan pekerjaan yang tidak jelas.
“CEO akan datang mengecek satu per satu devisi. Kau yang bertugas mengepel,” kata Raisa, sang Kepala Devisi Administrasi, sembari menaruh alat-alat kebersihan di meja Karina. “Maaf, Bu. Bukankah ada petugas kebersihan untuk tugas ini?” ucap Karina berusaha sopan meski sungguh lelah.Pekerjaannya saja belum selesai. Apakah harus ditambah pekerjaan tambahan mengepel lantai?
Namun, ia malah ditatap tajam oleh Raisa.
“Petugas kebersihan hanya membersihkan sekali. Setidaknya, ruangan ini harus dibersihkan 3 kali sebelum CEO ke sini.”
“Apa, kamu tidak mau, Karina?”
Mendengar pertanyaan menusuk itu, Karina memejamkan mata sebentar, sebelum akhirnya mengangguk. “Saya mau, Bu.”
Ditatapnya alat pel yang diberikan dan segera mengepel lantai satu kali.
Namun, Raisa merasa lantai masih kurang bersih. Alhasil, Karina mengepel lantai sekali lagi.
Ia mendorong pelan alat pel sambil membawa ember, sementara staff administrasi lain melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
Memang, Karina belum memiliki tugas tetap. Oleh karena itu, Raisa sangat leluasa menyiksanya.
Karina berhenti sebentar—menyeka keringatnya. Namun, sebuah senggolan dari Raisa tiba-tiba mengenai bahunya, sehingga Karina oleng.
BRUGH!
Tubuh Karina terjatuh dan membentur ember yang berisi air kotor perasan pel. Rok yang digunakan Karina seketika basah.
Belum sempat memproses semua, Karina merasa tangannya dicengkram keras dan ditarik bangun.
“Maaf, Pak. Anda seharusnya tidak melihat kejadian ini,” ucap Raisa memberi alasan, “dia masih pegawai magang.”
Karina hanya terdiam dan tidak bisa membela diri atas tuduhan atasannya itu. Padahal, jelas sekali jika Raisa yang sengaja menyenggolnya, hingga terjatuh.
Karina pun berusaha menenangkan diri meski dengan penampilan berantakan.
Ia menunduk, tidak berani mendongak dan hanya melihat ujung sepatu pria yang sepertinya CEO perusahaan.
Ada yang bilang, pria itu sangat tinggi dan tampan, seperti pangeran berkuda putih. Sesungguhnya, ia penasaran. Namun, kejadian ini membuat Karina tidak berani menatapnya meski sudah berhadapan langsung.
“Saya tidak ingin ada kejadian seperti ini terulang lagi,” ucap sang CEO terdengar dingin.
“Kamu?” Terdengar suara yang berbeda. “Pegawai magang, kan?”
Karina pun mendongak karena merasa dirinya yang sedang ditunjuk.
“Nama kamu siapa?” tanya pria yang diketahui Karina menjabat sebagai kepala HRD.
“Saya Karina, Pak.”
“Apa kamu sudah tahu siapa pemimpin perusahaan ini?” tanya pria itu terlihat sangat arogan, “kenapa kau hanya menunduk?”
Tangan Karina mengepal.
Bagaimana bisa seseorang seperti itu bisa mendampingi pemimpin perusahaan?
Namun, alih-alih mengkonfrontasi, Karina hanya bisa menggeleng lemah.
Hidup Karina sudah sulit dan menderita. Ia tidak mungkin mencari perkara dengan jujur mengatakan bahwa ia tak sempat mencari tahu siapa pemimpin perusahaan.
“Dasar wanita bodoh,” umpat Bram pelan walau masih terdengar.
Lagi—Karina harus menyiapkan telinga dan hatinya menerima hinaan dan cacian orang lain padanya.
Rasanya, ia ingin mengamuk, tetapi ia tahan. Ia masih butuh pekerjaan ini.
“Biarkan aku saja memperkenalkan diri.” Pria berjas rapi yang menggunakan jam tangan seharga ratusan juta itu menatap Karina yang tak berani menatapnya. “Aku Saka Ravindra, CEO Delux Corp cabang Indonesia.”
Deg!
Jantung Karina serasa berhenti mendengar nama itu. Ia pun segera mendongak dan menatap pria di depannya dengan sangat terkejut.
Wajahnya seketika pucat pasi.
Apakah ini benar-benar Saka yang dulunya hanyalah laki-laki culun yang menjadi mainannya?
Entah bagaimana nasibnya selanjutnya di perusahaan ini?
Namun, Saka hanya menatap Karina datar. “Aku jarang ke perusahaan. Mungkin, itulah kenapa banyak pegawai yang tidak tahu.”
Salah satu tangannya di masukkan ke dalam saku, seolah tidak terjadi apa-apa.
Karina sontak membeku. Ia tak tahu apakah Saka masih mengenalnya. Yang jelas, pria itu berubah menjadi sangat berbeda.
Saka yang dulu terlihat polos kini berubah menjadi pria yang penuh wibawa. Sorot matanya penuh intimidasi. Dari penampilan dan caranya bersikap, Saka sangat cocok menjadi pemimpin.
“Ekhem.”
“Maafkan saya. Saya akan lebih berhati-hati,” ucap Karina tersadar dari lamunan.
Saka lagi-lagi hanya berdehem sebagai jawaban.
Ia berbalik—berjalan keluar dari ruangan Divisi Administrasi, meninggalkan Karina yang terdiam dan menatap punggungnya.
“Aw!” rintih Karina kala merasakan sebuah tarikan di rambutnya.
"Melihat apa? Kau ingin menggoda pak Saka?” tanya Raisa dengan emosi.
Karina segera menggeleng lemah. Sekuat tenaga, ia membela diri. “Tidak, Bu.”
Namun, Raisa dan yang lain hanya tersenyum sinis pada Karina.
“Pak Saka itu katanya sudah punya istri.” Raisa mendorong kening Karina menggunakan telunjuknya. “Jangan berharap bisa menggoda pria beristri. Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan istrinya pak Saka.”
“Baik, Bu,” balas Karina yang langsung memilih diam dan tidak membalas apapun lagi agar Raisa segera melepaskannya.
Benar saja, Karina pun akhirnya bisa membereskan alat-alat kebersihan. Setelah itu, ia pergi ke toilet dan masuk ke dalam salah satu bilik.
Begitu duduk di atas toilet, Karina mulai menangis.
Sekuat tenaga, ia menutup bibirnya rapat agar tidak mengeluarkan suara. Semuanya terasa sangat berat.
Karina merasa takut tidak punya siapapun ataupun tempat untuk berkeluh kesah. Dia hanya bisa meluapkan emosinya di toilet ini.
Ketika Karina sudah selesai, ia bersiap untuk keluar.
Namun, sebuah suara menghentikan niatnya.
“Udah ketemu sama pegawai baru Administrasi? Katanya suka menggoda laki-laki.”
“Belum sih. Tapi katanya mukanya kayak lonte,” balas suara lain.
“Hadeeh. Katanya banyak pria di kantor yang suka sama dia.”
Ucapan para penggosip menusuk Karina. Ia tak mengerti mengapa dirinya diperlakukan seperti aib yang seru sekali untuk diperbincangkan.
Karina bersandar. Ia menyeka air matanya kembali, kemudian keluar dari bilik toilet–melewati wanita-wanita penggosip itu.
“Apapun yang terjadi. Aku harus bertahan.” Karina menghela nafas dalam dan berjalan dengan percaya diri, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
~~
Setelah bekerja selama 9 jam menahan luka batin, Karina sampai juga di Apartemennya kala gelap.
Namun, begitu membuka pintu, ia menghela nafas melihat sang ibu dalam keadaan berantakan. Bahkan, ada berbagai botol minuman beralkohol yang berserakan di dekatnya.
“Apa lihat-lihat?!” teriak Rita menatap tajam Karina.
Dalam keadaan sudah mabuk, emosinya meningkat hanya karena Karina yang tidak berhenti menatapnya.
Karina menarik napas dalam sebelum akhirnya mendekat. “Ma, tolong berhenti minum,” pintanya lembut.
“APA URUSANMU?!” Rita mengangkat tangannya lalu menarik rambut Karina sekuat tenaga. “JIKA AYAHMU YANG BODOH ITU TIDAK KORUPSI, HIDUPKU TIDAK AKAN BERANTAKAN.”
บ้านสวน นฤมลเช้าตรู่วันต่อมา…..“นั่นรถใครน่ะชบา….”หญิงชราเจ้าของไร่สวนนับพันไร่นฤมลเอ่ยขึ้นถามชบาสาวรับใช้ของเธออย่างสงสัยที่เห็นรถสปอร์ตคันสีดำจอดอยู่ที่หน้าบ้านของเธอ“คลับคล้ายคลับคลาเหมือนรถของคุณแดนไทยเลยนะคะ….”เป็นนวลแก้วพยาบาลสาวคนสวยประจำตัวของคุณหญิงนฤมลตอบมาแทน เธอแอบพึงพอใจในตัวของแดนไทยอยู่ไม่น้อยจึงมักชั่งหาข้อมูลเกี่ยวกับเขาอยู่เสมอ เธอเองก็หวังลึกๆว่าเขาจะชอบเธอบ้าง“แดนไทยเหรอ….?”หญิงชราเอ่ยออกมาอย่างสงสัยและดีใจปะปนกันไป เธอไม่รอช้ารีบเดินจ้ำอ้าวไปที่รถของแดนไทยที่จอดไว้หน้าประตูรั้วทางเข้าบ้านของเธอทันทีโดยมีทั้งสาวใช้และนางพยาบาลคนสวยต่างช่วยกันพยุงคนแก่ใจร้อนอย่างหญิงชรานฤมลพรึบ“แดนไทย!”เสียงแหบแห้งเอ่ยเรียกหาหลานชายสุดที่รักของเธอทันทีที่เดินมาถึงรถสปอร์ตของแดนไทยแล้ว แต่ภายในรถกลับไม่มีคนอยู่ เธอจึงมองหาไปรอบๆของตัวรถและรอบๆทั่วบริเวณเพื่อหาร่างของแดนไทย“แดนไทย”หญิงชราร้องเรียกชื่อของแดนไทยพลางหันมองไปรอบๆเพื่อหาเสียงนั้น“คุณแดนไทยคะ?”ชบาสาวใช้ของหญิงชราก็ช่วยร้องเรียกหาหลานชายของเจ้านาย“คุณแดนไทยครับ?”สนคนสวนของบ้านสวนนฤมลเองก็ร้องเรียกหาแดนไทยด้วยอีกแรง
ประตูมิติเชื่อมระหว่างสองภพ ภพอดีตและภพปัจจุบันจะถูกทำลายลงไปก็ต่อเมื่อ พรายสมิงหรือผู้ที่ร่ายมนต์เสกประตูมิตินี่ขึ้นมาได้ตายจากโลกนี้ไปแล้วเท่านั้นประตูมิติแห่งนี้จะถูกทำลายไปพร้อมๆกับดวงวิญญาณของพรายเสือสมิงร้ายที่ลงสู่ห้วงนรกอเวจีและจะไม่มีทางที่ประตูมิติภูดาวแห่งนี้จะถูกเปิดขึ้นมาอีกเลยชั่วกัปชั่วกัลป์……..และเหล่าวิญญาณที่ถูกไอ้พรายสมิงกัดกินและกักขังวิญญาณไว้ในตัวของมันจะถูกปลดปล่อยไปด้วยพร้อมๆกับลมหายใจที่หมดลมแล้วของพรายเสือสมิง…………………………………………………….2เดือนต่อมากรุงเทพมหานคร……..กองบัญชาการตำรวจ……….“ทำไมถึงจะลาออกล่ะ….สารวัตรเบญจมินทร์”เสียงทุ้มของนายตำรวจยศใหญ่เอ่ยถามแดนไทยสารวัตรหนุ่มที่ทุ่มเทแรงกายและแรงใจเพื่อการเป็นตำรวจมาก อยู่ดีๆเขาก็มายื่นใบขอลาออกจากการข้าราชการตำรวจทั้งๆที่นี่มันคือความฝันและความตั้งใจที่แท้จริงของเขามาตั้งแต่เด็กๆแล้ว“ผมอยากกลับไปอยู่กับคุณย่าของผมครับ”แดนไทยตอบผู้บังคับบัญชาการของเขาไปด้วยน้ำเสียงแผ่วเบา ตลอดระยะเวลาสองเดือนที่ผ่านมา เขาไม่เคยใช้ชีวิตได้อย่างมีความสุขเลย ไม่มีวันไหนที่เขาไม่คิดถึงเธอ ร้อยดาวของเขา เขาตัดสินใจที่จะลาขาดจากเมืองก
หมู่บ้าน นฤมล17:40น.บ้านของพ่อเฒ่า เขม……ที่ลานหน้าบ้านเรือนสองชั้น ด้านล่างใต้ถุนของบ้านที่โต๊ะม้านั่งไม้มีชายหนุ่มหน้าตาดีจากเมืองกรุงนั่งล้อมวงคุยกับพ่อเฒ่าชราภาพที่พวกเขาได้พบเจอเมื่อตอนไปหาแดนไทย“แล้วใครเป็นคนฆ่าเสือสมิงผีตนนั้นล่ะครับ?”ชายหนุ่มที่อายุน้อยที่สุดรูปงามหน้าตาน่ารักเอ่ยถามผู้เฒ่าเขมชายชราที่อายุมากที่สุดในหมู่บ้านนฤมลแห่งนี้ที่เมื่อก่อนเคยชื่อหมู่บ้านภูดาว เฒ่าคนนี้เขาเคยเป็นอดีตนายพรานเมื่อห้าสิบปีก่อนและเคยได้ยินเรื่องเล่าตำนานเสือสมิงพรายสมิงตนนี้มาบ้าง พ่อเฒ่าเขมคนนี้เป็นพ่อของพรานเท้า พรานเท้าที่เป็นคนนำทางชายหนุ่มทั้งสี่เข้าป่าในคืนวันพระใหญ่…..“ชายหนุ่ม….หน้าตาดี…ที่มาจากไหนไม่มีใครรู้…แล้วเขาก็หายไปอย่างไร้ร่องรอยอย่างไม่มีใครรู้เช่นกัน”“เขาหลงเหลือไว้เพียงน้องสาวของเขาที่เขาพามาทิ้งไว้ให้ยายเฒ่าสารักษาและตั้งแต่วันนั้น….พ่อหนุ่มคนนั้นก็หายตัวไป…ไม่มีใครได้พบเห็นเขาอีกเลย”“และคุณตาเฒ่ามั่นใจได้ยังไงครับ….ว่าพรายเสือสมิงผีตนนั้นได้ถูกปลิดชีพไปแล้วจริงๆ”นนท์หนุ่มตำรวจช่างซักเอ่ยถามพ่อเฒ่า พ่อเฒ่าจึงยิ้มและหัวเราะแห้งๆออกมาเบาๆ“เช้าวันรุ่งขึ้นหลังจากที่ช
“พี่แดนไทยจ๊ะ….”เสียงหวานๆไพเราะจากร้อยดาวดังเรียกปลุกแดนไทยที่เผลอหลับไปตอนไหนก็ไม่รู้ได้ให้ตื่นขึ้นมากินข้าวกินน้ำจะได้ออกเดินทางต่อไปยังหมู่บ้านภูดาว“ครับ…”แดนไทยลุกขึ้นและขานรับอย่างสะลึมสะลือเขาค่อยๆเอามือขยี้ตาตัวเองก็พบว่าตอนนี้เป็นเวลาเช้าแล้วและก็สายมากแล้วด้วย“มากินข้าวเถอะจ๊ะ….ฉันจัดเตรียมไว้ให้พี่แล้ว^^”เสียงหวานใสดังมาจากด้านล่างใต้ต้นไม้ทำให้แดนไทยยิ้มกริ่มขึ้นมา“เหมือนคู่สามีภรรยาเลยเนอะ^_^”แดนไทยว่าพลางยิ้มละมุนขึ้นมาเมื่อนึกถึงร้อยดาวที่ปรนนิบัติเขาเหมือนสามี ถ้าสมมุติว่าวันหนึ่งเขาต้องกลับไปภพของเขาจริงๆเขาจะคิดถึงเธอไหม…เพราะเขาก็เป็นผู้ชายเจ้าชู้พอตัวคนหนึ่งเจอและผ่านผู้หญิงมามากมาย เขาเองก็ไม่แน่ใจว่าเขารักเธอหรือแค่หลงในความสวยและความแสนดีของเธอกันแน่“ลงมาได้แล้วนะจ๊ะ….เราจะได้ถึงหมู่บ้านไม่สายมาก^_^”ร้อยดาวเอ่ยเร่งแดนไทย เขาจึงต้องหยุดคิดถึงเรื่องที่ยังไม่เกิดขึ้นและเก็บของใส่ย่ามและทิ้งบันไดเชือกไตร่ลงมาข้างล่างอย่างช้าๆ เขาก็พบกับใบตองในใบตองมีอาหารอยู่หลายอย่าง ทั้งน้ำพริก ผักต้มข้าวสวยและปลาทอดที่มีควันลอยคละคลุ้งอยู่ เขามองหน้าร้อยดาวและคิดในใจว่าเธอทำอ
กฏของการนั่งห้าง…..ให้ขัดห้างต้นไม้ที่ไม่มีรากโผล่พ้นขึ้นมาจากดิน ห้ามนั่งหลับขณะนั่งห้าง ห้ามผูกห้างใกล้กับต้นไม้ที่อยู่ใกล้ชิดกันหรือมีกิ่งก้านสาขาใกล้กันเพราะจะทำให้มีอันตรายจากพวกงูได้ ขึ้นนั่งห้างแล้ว…ห้ามลงเด็ดขาดไม่ว่าด้านล่างจะมีใครมาเรียกหรือปวดท้องเบาหนักก็ตาม ห้ามลงจนกว่าแสงสีทองของรุ่ง
ถ้ำพ่อปู่ฤาษีตาไฟพุทธศักราช 2465 “เจ้าต้องพาพ่อหนุ่มคนนี้เข้าไปอาศัยอยู่ในหมู่บ้านภูดาว”“หมู่บ้านด้านล่างภูเขาเนี่ยเหรอจ๊ะ…ทำไมกันล่ะจ๊ะ…?”“เราอยู่ที่นี้กับพ่อปู่ไม่ได้เหรอจ๊ะ?”ร้อยดาวเอ่ยถามพ่อปู่ฤาษีไปอย่างสงสัย เมื่อปู่ฤาษีของเธอเปิดประเด็นขึ้นทันทีที่เธอออกจากสมาธิที่เธอเข้าญาณไปหลายชั่วโมง
ประตูเมืองภูดาว….หรือประตูมิติที่ชาวบ้านแถวบ้านไร่สวนนฤมลเรียกขาน ประตูมิติภูดาวจะเปิดต้อนรับพวกคนไม่ดี ที่คิดร้ายกับป่า คิดร้ายกับสัตว์สงวน พวกที่ชอบตัดไม้ทำลายป่าแต่แท้ที่จริงแล้ว….มันไม่ใช่ประตูมิติภูดาวกลืนกินคนใจบาปอย่างที่ถูกเล่าขานกันต่อๆมา แต่มันคือประตูมรณะที่พรายเสือสมิงร่ายมนตร์สร้างประ
การข้ามภพ…ข้ามชาติ…ไม่ใช่ว่าใครจะไปก็ไปกันได้…แต่ต้องเป็นคนที่ถูกเลือกแล้วเท่านั้น…..ข้ามภพมาอยู่อีกมิติหนึ่งที่อาจจะเคยเกิดขึ้นมาแล้วในอดีตหรืออาจจะยังไม่เคยเกิดขึ้นก็ได้ นั่นเป็นเพราะมีใครบางคนอยากให้เรามาเพื่อเปลี่ยนแปลงและช่วยเหลืออะไรบางอย่าง คือสิ่งที่เรียกว่าคนบนฟ้าเป็นคนกำหนดนั่นคือ พรมลิข