Short
แค้นรักนายหญิงมาเฟีย

แค้นรักนายหญิงมาเฟีย

Oleh:  ลัคกี้Tamat
Bahasa: Thai
goodnovel4goodnovel
5Bab
26.3KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

ในวันตรวจครรภ์ ฉันเพิ่งได้รู้ว่ามาเฟีย สามีของฉัน ไม่ได้จองแพ็กเกจดูแลหลังคลอดไว้ให้... แต่เขากลับจองคิวผ่าตัดทำแท้งให้ฉันแทน ฉันคิดว่าเขาคงกดสั่งซื้อผิด และกำลังจะเอ่ยปากเย้าแหย่เขา ทว่าวินเซนโซกลับเอ่ยขึ้นด้วยน้ำเสียงเรียบเฉย "ฉันไม่ได้จองผิดหรอก มีเรื่องหนึ่งที่ฉันต้องสารภาพกับเธอตรงๆ" "ฉันเลี้ยงผู้หญิงไว้คนหนึ่ง เธอเป็นเด็กดี ไม่ได้ต้องการฐานะตำแหน่ง และไม่คิดจะมาแทนที่เธอในฐานะ 'นายหญิง' "แต่เมื่อเร็วๆ นี้เธอเกิดท้องขึ้นมา ฉันทำให้เธอต้องทนทุกข์มามากพอแล้ว ฉันยอมให้ลูกของเธอต้องตกระกำลำบากไปด้วยไม่ได้ ฉันต้องให้เด็กคนนั้นได้ใช้นามสกุลโมเรตติ" ฉันตัวแข็งทื่ออยู่บนเตียงตรวจ ร่างกายสั่นเทาจนควบคุมเสียงตัวเองไม่ได้ "แล้วทำไมคุณต้องทำลายลูกของฉันด้วย?" เขาเช็ดเจลอัลตราซาวด์ออกจากหน้าท้องของฉัน พร้อมกับคลี่ยิ้ม "ฉันแค่อยากให้เธอรับเลี้ยงลูกของจูเลียน่า ที่ฉันต้องเอาลูกของเธอออก เพราะฉันกลัวว่าเธอจะลำเอียงแล้วปฏิบัติต่อลูกของเธอไม่เหมือนกัน" เขายื่นใบยินยอมผ่าตัดมาให้ฉันด้วยท่าทางที่สงบนิ่งและเยือกเย็น "ฉันสัญญาว่าเธอจะเป็นนายหญิงตลอดไป ไม่มีใครหน้าไหนจะมาแย่งตำแหน่งของเธอได้" ฉันจ้องมองเขาเนิ่นนานอย่างจริงจัง ก่อนจะยอมให้เจ้าหน้าที่เข็นเตียงเข้าห้องผ่าตัด "ช่างมันเถอะ" "วินเซนโซ โมเรตติ คุณจะต้องเสียใจกับเรื่องนี้ในทุกๆ วันไปตลอดชีวิต" เขาไม่มีวันรู้เลยว่า... ฉันคือผู้หญิงเพียงคนเดียวในโลกใบนี้ ที่สามารถมีลูกให้เขาได้

Lihat lebih banyak

Bab 1

บทที่ 1

Trup! Trup! Kotak bekal sudah tertutup rapat, Diana bergegas untuk berganti pakaian berniat untuk mengantarkan makan siang untuk Bayu, suaminya.

Ikan kuah kuning, dengan nasi hangat, Diana tersenyum puas memandangi hasil kerjanya. Kini ia membayangkan bagaimana suaminya akan makan dengan lahap masakan yang membuatnya menghabiskan waktu di dapur selama berjam-jam itu.

Di tahun pertama hari jadi pernikahan mereka, Diana ingin membuat hari ini spesial. Tak hanya makan malam mereka yang sudah direncanakan, makan siang pun ia ingin memberi kejutan kecil dengan memasak makanan favorit suaminya.

Merapikan make up di depan cermin selesai, Diana merasa penampilannya sudah cukup baik untuk menemui suaminya di kantor. Melirik ke arah jam dinding dari pantulan cermin meja riasnya, waktu sudah menunjukan pukul sebelas siang.

"Waktunya pas nih, sampe sana paling jam setengah dua belas, kalo gak macet." Gumamnya dengan nada riang, ia bermonolog dengan dirinya sendiri. Ia lantas meraih tas tangannya yang sudah ia isi dengan dompet dan ponsel, tak lupa ia bawa lipstik merah menyala, warna yang disukai suaminya.

Berjaga jika ada kesempatan, ia mungkin akan sedikit menggoda suaminya dan mengajaknya sedikit 'bermain-main'. Sebab yang ia tahu, Pria itu memang bisa tak tahan mencium bibirnya dengan ganas jika melihat Diana menggunakan lipstik merah menyala seperti itu.

Sehangat itu hubungan mereka di atas ranjang, hingga kadang tak mengenal tempat, Bayu kerap kali memanfaatkan waktu untuk mencumbui istrinya.

Selesai semua persiapan, tak lupa kotak bekal yang ia bawa di tangan kirinya. Diana dijemput oleh salah satu supir yang bekerja di rumah ayahnya, yang sudah ia mintai bantuan untuk menjemputnya sejak dua puluh menit yang lalu.

Masuk ke dalam mobil sedan hitam itu, ia pun langsung mencoba mencari tahu dimana keberadaan suaminya, sebab takut kejutan ini akan gagal jika ternyata Bayu sedang tak berada di tempatnya.

[Di kantor bu, hari ini gak ada jadwal bapak keluar kantor.]  Pesan masuk diterima, balasan dari Riska, sekretaris Bayu. Alih-alih bertanya pada suaminya langsung, Diana memilih menguhubungi sekretarisnya agar kejutan ini benar-benar membuat suaminya terkejut.

Tak sampai tiga puluh menit, lebih cepat daripada perkiraannya. Diana sampai di gedung tinggi, tempat suaminya memimpin perusahaan, meneruskan kedudukan ayah Diana yang berada disana sebelumnya.

Bayu memang memiliki perusahaan keluarga sendiri pada awalnya, namun tak kunjung stabil kondisinya sebab kurangnya modal juga beberapa masalah lain yang hanya dimengerti olehnya.

Sedangkan DIana si anak manja kesayangan ayahnya, tentu saja tak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengurus urusan perusahaan seperti ini.

Hingga setelah mereka menikah perusahaan kecil milik keluarga Bayu pun di akuisi oleh keluarga Diana, dan menjadikan Bayu pemimpinnya karena Ayah Diana sudah harus pensiun di usianya yang sudah menginjak enam puluh tahun.

Bukan tanpa alasan, hanya saja Sudoyo, Ayah Diana mengaggap menantunya pantas mendapatkan posisinya karena kemampuan dan pengalamannya mengelola perusahaan sebelum ini.

Diana melangkah cepat masuk kedalam sana. Jantungnya berdebar tak sabar ingin bertemu dengan suaminya.

Meski mereka selalu bertemu setiap hari, namun debaran itu tak berubah sejak pertemuan pertama mereka, setidaknya bagi Diana. Selalu, setiap hari, ada saja pesona Bayu yang terlihat yang membuat DIana jatuh cinta pada suaminya setiap hari.

Suaminya yang bertubuh tinggi, berwajah tampan juga berwibawa. Belum lagi aura yang terpancar dalam dirinya membuatnya semakin mengagumi sang suami yang dikenal dengan sifat dinginnya.

Ada kebanggaan tersendiri bagi Diana ketika ia bisa menikahi suaminya, sosok pria yang menjadi magnet bagi wanita-wanita di sekitarnya. Ia merasa tengah memenangkan lotre, karena menikahi seorang lelaki yang banyak diimpikan oleh para wanita.

Keluar dari elevator, Diana mengayunkan langkah menuju ruangan suaminya. Pandangannya langsung tertuju pada Riska, sekretaris Bayu yang duduk di depan ruang kerja suaminya. Wanita muda itu pun nampak langsung tersenyum ramah begitu bertemu mata dengan Diana.

"Siang bu--"

"Ssst!!" Diana spontan meletakkan telunjuknya di depan bibir, begitu Riska berdiri dan menyambutnya. Ia tak ingin suara Riska membuat suaminya keluar ruangan dan kejutannya menjadi gagal.

"Bapak di dalem kan?" Diana bertanya dengan suara bisikan pada Riska.

"Iya, bu. tapi lagi ada pak Abi." Jawab Riska.

"Mas Abi? Kakakku?" Tanya Diana, nampak heran dengan keberadan kakaknya di hari kerja yang sibuk seperti ini.

"Iya bu." Jawab Riska.

"Oh yaudah, makasih. Aku langsung masuk aja." Jawab Diana. Ia pun kembali melangkah berniat masuk kedalam. Namun ia urungkan niatnya sebab sepertinya ia mendengar percakapan serius diantara mereka.

"Jangan gitu, sadis banget lo. Biar begitu dia tetep adik gue loh." Terdengar suara Abi yang ia pikir sudah pasti sedang membicarakan dirinya, karena tak ada lagi adik yang dimaksud kecuali Diana, karena mereka hanya dua bersaudara.

"Tuh, kesannya jadi gue yang jahat kan. Padahal gue cuma jawab pertanyaan lo tadi. Lo kan nanya gimana rasanya nikah sama adik lo, ya gue jawab jujur kan. Nyebelin, sesak, itu rasanya."

Deg! Nafas Diana terasa tercekat mendengar apa yang dikatakan suaminya. Namun masih ingin mendengar apa yang akan dikatakan suaminya lagi, Diana tak ingin beranjak dari sana, memilih menguatkan hati sebab masih ingin megetahui lebih banyak lagi.

"Terus kenapa lo nikahin? Seinget gue.. bukannya waktu itu lo sama keluarga lo juga yang minta pernikahan kalian dipercepat?" Tanya Abi lagi pada sahabatnya itu.

"Ya lo tahu waktu itu gue lagi butuh menikah." Jawab Bayu.

"Karena apa? Perusahaan?" Terdengar Abi kembali bertanya.

Tak kuat lagi, Diana merasa begitu lemas, tangannya yang semula memegang knob pintu terkulai begitu saja hingga menimbulkan suara karena knob pintu yang kembali ke posisi semula.

"Siapa? masuk." Terdengar suara Bayu dari dalam sana, mungkin ia mengira itu adalah Riska yang hendak masuk ke dalam ruangannya, pikir Diana.

Namun ia sendiri sudah tak sanggup melanjutkan langkahnya, apalagi harus menghadapi suami juga kakaknya yang baru saja membicarakan dirinya.

Tentu bukan hal baik yang ia dengar, hanya perkataan menyakitkan yang bagi mereka mungkin hanya sebuah lelucon atau gurauan.

Diana berbalik, berniat untuk kembali kerumahnya. Hatinya serasa diremas, mendengar suami yang ia pikir menikahinya karena jatuh cinta padanya, ternyata punya maksud lain dan memanfaatkan pernikahan mereka, dan sudah pasti juga memanfaatkan dirinya.

Terlebih respon kakak kandungnya yang seolah terima-terima saja, padahal bukankah seharusnya ia yang paling marah jika ada seseorang yang memperlakukan adiknya dengan perlakuan yang tidak adil? Diana bertanya-tanya dalam hati.

Diana meletakkan kotak bekal makanan itu di atas meja kerja Riska. Tatapannya kosong, namun tetap menoleh untuk menatap Riska.

"Buat kamu, Jangan bilang bapak saya kesini." Ucap Diana pada Riska, kemudian ia berlalu begitu saja. melangkah cepat meninggalkan tempat itu hendak kembali kerumah dengan taksi online saja, sebab tak ingin siapapun yang mengenalnya melihat raut wajahnya yang seperti ini, termasuk supir pribadi sang ayah.

Membuang pandangan keluar jendela sepanjang perjalanan, Diana tersenyum getir mengingat apa yang dikatakan suaminya. 'Karena butuh? Apa maksudnya? Butuh aku gitu? Gak mungkin kan? Jelas-jelas kamu bilang nyebelin dan sesak rasanya menikah sama aku.' Gumamnya di dalam hati.

Ia lantas menggelengkan kepala, lalu menunduk berusaha menahan air matanya. Tak menyangka suami yang dibanggakannya malah merasa sesak dengan pernikahan mereka.

Kepalanya terus berusaha memikirkan apa yang sekiranya membuat suaminya merasa seperti itu. Pasalnya dari yang ia ingat, selalu ia yang lebih banyak mengalah selama ini. Ia lebih sering mendahulukan kepentingan pria itu daripada kepentingannya sendiri, selayaknya seseorang yang mencintai pasangannya.

Namun setelah beberapa saat berpikir, ia pun menyadari sesuatu. Seperti menemukan jawaban dari pertanyaan yang sejak awal pernikahan mereka selalu ia pertanyakan dalam benaknya. Yakni alasan mengapa Bayu selalu bersikap dingin jika bukan di atas ranjang.

Suaminya, yang ia pikir sikap dinginnya itu memang karena pembawaannya, ternyata karena merasa sesak berada di dekatnya.

Sebab senyumnya yang hampir tak pernah terlihat, yang ia pikir juga lantaran sifatnya yang tak mudah dekat dengan orang lain, ternyata karena ia merasa pernikahan mereka begitu menyebalkan baginya.

Lantas dengan siapa ia menikah sebenarnya? Tanya Meidina di dalam hati, kini ia ragu ia sudah benar-benar mengenal suaminya, Jika Bayu yang ia pikir juga menginginkannya ternyata malah merasa tak bahagia hidup bersama dengannya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

Ulasan-ulasan

Ouan NyS
Ouan NyS
ไม่มีภาคต่อหน่อยหรอ
2026-07-04 18:37:54
0
0
Keratee Somwhan
Keratee Somwhan
อ่านจบ สบายใจขึ้นเยอะ ไม่งั้นก้อยุ่อย่างนั้นนนน
2026-07-04 02:41:11
8
2
Boonthita
Boonthita
อ่านต่อไม่ได้
2026-07-03 00:18:27
25
0
ชนาธินาถ ชิดกิ่ง
ชนาธินาถ ชิดกิ่ง
ไหนในโฆษณาบอกอ่านฟรี
2026-07-06 00:49:40
1
0
มัลลิกา โสภาเพีย
มัลลิกา โสภาเพีย
อ่านต่อยังไง เติมเงินก็ไม่ได้ ต้องสมัครอย่างเดียวหรอ
2026-07-05 01:19:06
1
0
5 Bab
บทที่ 1
สามวันต่อมา ฉันจึงได้สติฟื้นขึ้นมาสิ่งแรกที่แว่วเข้าหูคือเสียงรายงานของแพทย์ประจำตระกูล "มาเฟียโมเรตติ ทำแบบนี้มันเสี่ยงเกินไปครับ การบังคับทำแท้งตอนอายุครรภ์แปดเดือนพร้อมกับตัดมดลูกออกไปด้วย... เราเกือบต้องสูญเสียนายหญิงไปแล้วนะครับ"น้ำเสียงของวินเซนโซยังคงเรียบเฉยไร้ความรู้สึก "ฉันสัญญากับจูเลียน่าไว้แล้วว่าชาตินี้ฉันจะมีลูกแค่คนเดียว และต้องเป็นลูกของเธอเท่านั้น วิธีที่ปลอดภัยที่สุดคือการตัดมดลูกของเอเลน่าออกซะ จะได้ไม่มีลูกอีก และไม่มีความเสี่ยงเพิ่ม"สายตาของเขาตวัดมาสบประสานกับตาของฉันวินเซนโซไม่มีท่าทีตื่นตระหนกเลยแม้แต่น้อย เขาเอื้อมมือมาช่วยห่มผ้าห่มให้ฉันอย่างแนบเนียน "ได้ยินแล้วใช่ไหม? ฉันไม่มีทางเลือก จูเลียน่าบอกว่าวิธีเดียวที่เธอจะยอมยกลูกให้เป็นบุตรบุญธรรม คือเธอต้องไม่มีลูกอีก ฉันก็เลยคิดว่าไหนๆ ก็ไหนๆ แล้ว ให้หมอตัดมดลูกออกไปพร้อมกันเลย จะได้ไม่ต้องเจ็บตัวผ่าตัดหลายรอบ"เมื่อเห็นหยาดน้ำตาที่เอ่อคลอในตาของฉัน เขาจึงเอื้อมมือมาเช็ดออกให้อย่างเบามือ "ฉันไม่คิดว่าการผ่าตัดมดลูกออกระหว่างตั้งครรภ์จะทำให้ตกเลือดมากขนาดนี้ แต่ถือเป็นโชคดีของเธอนะที่หมอส่วนตัวท
Baca selengkapnya
บทที่ 2
นี่คือใบรายงานผลการตรวจร่างกายก่อนแต่งงานเมื่อสิบปีก่อน ตอนที่เรากำลังจะแต่งงานกันวินาทีแรกที่ฉันได้รับมันมา ความรู้สึกของฉันมันตีกันไปหมดจนแทบบ้า ฉันไม่รู้เลยว่าจะบอกเรื่องนี้กับวินเซนโซยังไงดี ผู้ชายที่ทะนงในศักดิ์ศรีและเย่อหยิ่งอย่างเขา จะยอมรับได้อย่างไรว่าตัวเองเป็นผู้ชายที่ไม่สมบูรณ์แบบ? และตระกูลคู่อริจะเอาเรื่องนี้มาใช้เป็นอาวุธโจมตีเขาหนักหนาสาหัสแค่ไหน?แต่ยังถือเป็นความโชคดีที่หมอแอบกระซิบความลับอย่างหนึ่งกับฉัน มีเพียงผู้หญิงที่มีมดลูกสมบูรณ์และติดลูกง่ายเป็นพิเศษอย่างฉันเท่านั้น ที่จะสามารถโอบอุ้มและมีทายาทให้กับ 'มาเฟีย' ที่มีภาวะอสุจิต่ำขั้นรุนแรงเช่นเขาได้ "คุณเอเลน่าครับ มาเฟียโมเรตตินับว่าโชคดีมากที่ได้แต่งงานกับคุณ ตลอดชีวิตการทำงานของผม ผมเคยเจอผู้หญิงที่มดลูกสมบูรณ์พร้อมมีลูกง่ายขนาดนี้แค่คนเดียวเท่านั้นเองครับ"เดิมทีฉันตั้งใจจะฝังความลับนี้ไว้ในส่วนที่ลึกที่สุดของหัวใจ ฉันไม่อยากให้วินเซนโซต้องเสียหน้าหรือรู้สึกปมด้อย แต่ฉันไม่เคยคาดคิดเลยว่า จะมีวันที่ฉันต้องเปิดโปงความลับนี้ให้คนทั้งโลกรับรู้ด้วยมือของฉันเองฉันใช้เศษเงินก้อนสุดท้ายที่มี นำใบรายงาน
Baca selengkapnya
บทที่ 3
แววตาของวินเซนโซสั่นไหวด้วยความโกรธและความรำคาญ เขาจ้องมองฉันก่อนจะเอ่ยขึ้นด้วยน้ำเสียงเรียบเฉย"หย่าเหรอ? ไม่มีทาง ต่อให้ฉันไม่ได้รักเธอแล้ว แต่เธอก็จะยังเป็นคนที่สำคัญที่สุดสำหรับฉันเสมอ ฉันไม่มีวันปล่อยเธอไป" เขาสบตาฉันตรงๆ และเน้นย้ำทีละคำช้าๆ "เอเลน่า ฉันไม่เคยติดค้างอะไรเธอเลย ถ้าฉันจะติดค้างใคร คนคนนั้นคือจูเลียน่าต่างหาก เธอสละช่วงเวลาที่ดีที่สุดในชีวิตวัยสาวมาอยู่กับฉันโดยไม่มีแม้แต่ชื่อเรียกหรือตำแหน่งใดๆ" "เดิมทีฉันคิดจะไว้หน้าและมอบเกียรติยศให้เธอต่อแท้ๆ แต่เธอกลับทำตัวไร้เหตุผลและอาละวาดไม่เลิก"เขาหันหลังกลับ คุกเข่าลงข้างหนึ่งแล้วหยิบแหวนเพชรเม็ดโตออกจากกระเป๋าเสื้อ เขามองจูเลียน่าด้วยแววตาที่เต็มเปี่ยมไปด้วยความรักลึกซึ้ง "จูเลียน่า... เป็นความผิดของฉันเองที่เจอเธอช้าไป" "ชาตินี้ฉันอาจจะมอบตำแหน่งที่ถูกต้องตามกฎหมายให้เธอไม่ได้ แต่ฉันจะจัดงานแต่งงานที่ยิ่งใหญ่ที่สุดให้เธอ ฉันจะทำให้ทุกคนได้รับรู้ว่าเธอคือผู้หญิงที่ฉันรักมากที่สุด"จูเลียน่ายกมือขึ้นป้องปาก ขอบตาของเธอแดงก่ำ ทว่าเธอกลับสะบัดหน้าหนีและเอ่ยด้วยน้ำเสียงโศกเศร้า "ฉันรับคำขอแต่งงานของคุณไม่ได้ห
Baca selengkapnya
บทที่ 4
"ผลตรวจนับอสุจิของคุณต่ำมากจริงๆ ครับ คุณไม่สามารถทำให้ผู้หญิงคนอื่นตั้งครรภ์ได้ มีเพียงคุณเอเลน่าคนเดียวเท่านั้นที่สามารถโอบอุ้มเลือดเนื้อเชื้อไขของคุณได้"เมื่อได้ยินชื่อของฉัน วินเซนโซก็ชะงักไปครู่หนึ่ง ทว่าสิ่งที่น่าประหลาดใจคือ ความโกรธเกรี้ยวของเขาแปรเปลี่ยนเป็นเสียงหัวเราะหยัน"เอเลน่าเนี่ยนะ?" "ยัยนั่นจ้างเงินแกเท่าไหร่ล่ะ ถึงได้ยอมมาเล่นละครตบตาฉากนี้?"คุณหมอถึงกับอึ้ง "มาเฟียครับ... ผม..."วินเซนโซเอ่ยขัดขึ้น น้ำเสียงเย็นเฉียบราวกับน้ำแข็ง "นี่แผนเสี้ยมให้ฉันแตกหักกับจูเลียน่าล่ะสิ? หรือต้องการปล่อยข่าวลือสกปรกใส่ร้ายจูเลียน่า เพื่อทำให้ฉันคิดว่าลูกในท้องไม่ใช่ลูกของฉัน?" เขาแค่นหัวเราะอย่างเย็นชา "กลับไปบอกเอเลน่าซะว่าฉันไม่เชื่อเรื่องงี่เง่าพวกนี้แม้แต่คำเดียว""ลูกไม้ตื้นๆ ของยัยนั่นมันช่างละอ่อนเสียจนฉันรู้สึกสะอิดสะเอียนเต็มทน" "ถ้าอสุจิของฉันต่ำจนเป็นหมันจริง แล้วตอนที่ยัยนั่นท้องล่ะ... มันคือลูกชู้ที่เกิดจากชายอื่นงั้นเหรอ?"สีหน้าของคุณหมอถอดสี พยายามจะอธิบายต่อ "มาเฟียครับ แต่ว่า..."แต่วินเซนโซหมดความอดทนลงโดยสิ้นเชิง เขาตวาดลั่น "หุบปาก!" "ฉ
Baca selengkapnya
บทที่ 5
น้ำเสียงนั้นไม่ได้ดังลั่น ทว่ากลับกังวานชัดเจนชายฉกรรจ์หลายคนค่อยๆ ลุกขึ้นยืน ชุดสูทของพวกเขาดูเนี้ยบกริบ ส่วนสีหน้าแฝงแววขบขันหยันเยาะ หนึ่งในนั้นคลี่ยิ้มพลางเอ่ยขึ้นว่า "มาเฟียโมเรตติ ในโอกาสที่เป็นมงคลและน่ายินดีขนาดนี้ พวกเราจะไม่มาร่วมอวยพรและมอบของขวัญให้คุณได้ยังไงกัน?"สายตาของวินเซนโซค่อยๆ เลื่อนไปหยุดที่พวกเขา ในวินาทีนั้นเอง ความรู้สึกสังหรณ์ใจไม่ดีอย่างรุนแรงก็ผุดขึ้นมาในส่วนลึกของหัวใจวินเซนโซพยายามกดข่มความหงุดหงิดเอาไว้ "ไม่ว่าพวกแกจะมีของขวัญอะไร มารอให้พิธีแต่งงานเสร็จสิ้นก่อนเถอะ" ทว่ายังไม่ทันที่เขาจะพูดจบ จูเลียน่าก็จำได้แล้วว่าคนกลุ่มนั้นในหมู่แขกคือใคร ดวงตาของเธอเบิกกว้างเป็นประกายวาววับ คนพวกนี้คือเหล่า มาเฟียจากตระกูลมาเฟียยักษ์ใหญ่ทั้งนั้น! หัวใจของเธอเต้นรัวด้วยความทะเยอทะยาน แววตาเต็มไปด้วยความตื่นเต้น ก่อนจะเอ่ยขึ้นด้วยน้ำเสียงอ่อนหวานจับใจ "ของขวัญอะไรเหรอคะ? ทำไมไม่เอาออกมาให้เราดูตอนนี้เลยล่ะ?"น้ำเสียงของเธออัดแน่นไปด้วยความคาดหวังที่แทบจะเก็บอาการไว้ไม่มิดคิ้วของวินเซนโซขมวดมุ่นเข้าหากันทันที ความไม่พอใจอย่างรุนแรงแล่นพล่านขึ้นมาใ
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status