Short
七年の刻

七年の刻

By:  椰々Completed
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
12Chapters
12.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

私は佐藤隆を七年間愛し続けてきた。誘拐された時、佐藤隆は身代金を払わなかった。それは秘書が「これを機に彼女を懲らしめましょう」と提案したからだった。私は地獄のような苦しみを味わった。ようやく佐藤隆から遠ざかることを学んだ時、彼は涙を流しながら「もう一度チャンスをください」と懇願してきた。

View More

Chapter 1

第1話

"Menikahlah dengan suamiku! Aku mohon!" 

Jihan tercengang mendengar sang majikan berucap seperti itu, dia pun menghentikan kegiatannya merapikan kamar majikannya. Kemudian menghampiri wanita cantik tersebut.

"Kenapa Nyonya berbicara seperti itu?" tanya Jihan sambil menatap wajah pucat Mikhaela dengan dalam.

"Kamu sudah tahu, aku ini tidak akan bisa memberikan keturunan untuk suamiku. Bahkan lusa rahimku akan diangkat," terang Mikhaela lirih.

Jihan terdiam, karena dia tidak pernah bermimpi menjadi istri kedua apa lagi menikah dengan sang majikan. 

"Aku tidak percaya pada wanita lain Jihan. Aku ingin kau melahirkan anak untuk mas Abraham," tambah Mikhaela.

Jihan semakin tercengang mendengar permintaan sang majikan padanya, kemudian dia duduk di samping wanita itu dengan perlahan.

"Nyonya harus sembuh, karena saya yakin itu! Jangan ucapakan kalimat itu lagi!" pinta Jihan pelan.

Mikhaela memegang tangan Jihan, kemudian menangis tersedu-sedu di hadapan wanita itu. Sebab ia tidak akan sanggup jika sang suami menikah lagi dengan wanita lain untuk mendapatkan anak. Sebab dia tidak akan bisa memberikan keturunan untuk suaminya.

"Jihan, aku percaya padamu! Kalau kamu tidak akan mencintai suamiku, walaupun kamu melahirkan anak untuknya," ucap Mikhaela dengan lirih.

Jihan terdiam, kemudian dia bergegas pergi dari sana tanpa mengatakan apapun. Sebab ia tidak akan mau menikah dengan sang Tuan yang sangat baik padanya selama ini. 

Wanita muda yang baru berusia 26 tahun ini kembali mengerjakan tugas, namun kali ini dia tidak pokus karena permintaan sang nyonya tadi. Jihan membersihkan dedaunan yang ada di kolam renang.

Kemudian duduk sambil mengingat kembali ucapan Mikhaela yang memintanya untuk menikah dengan Abraham, yang berstatus sebagai majikannya.

"Tidak akan terjadi pernikahan itu! Apa lagi aku sama sekali tidak ingin menikah diumur yang sekarang," gumam Jihan lirih.

...

Jihan dikejutkan oleh ketukan pintu kamarnya. Padahal ia baru saja ingin beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaannya.

"Siapa ya, kenapa mengetuk pintu kamarku tidak henti-henti?" gumam Jihan sambil berjalan membuka pintu kamarnya.

Saat dia membuka pintu kamarnya, ia sangat terkejut melihat sang Tuan berdiri dihadapannya.

"Maaf Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Jihan sambil menundukkan kepalanya.

"Saya ingin tanya, kenapa Mikhaela tidak mau berbicara? Katanya kamu tau apa permasalahannya?" tanya Abraham dengan terus terang.

Sebab, dia tidak mau basa-basi kepada wanita lain. Hal itu membuat Jihan langsung menceritakan apa yang terjadi tadi padi pada sang majikan. 

Sontak saja membuat Abraham sangat terkejut, kemudian dia bergegas pergi menuju kamar sang istri untuk menanyakan langsung apa yang diucapkan oleh Jihan tadi benar atau tidak.

Setelah sampai, dia langsung menghampiri sang istri yang terbaring lema di ranjang king size mereka.

"Kenapa kamu meminta saya untuk menikahi Jihan? Apa kamu tidak waras lagi?!" 

Mikhaela tersenyum mendengar pertanyaan sang suami. Padahal pria itu tengah marah saat ini padanya. Namun ia sama sekali tidak takut.

"Mas, kangker ramin yang aku derita sudah parah! Hanya kecil kemungkinan aku bisa bertahan. Sebab itu menikahlah dengan Jihan dan segera miliki anak dengannya, agar kita bisa merawat anak itu bersama," terang Mikhaela.

Abraham mengelengkan kepala, karena mendengar sang istri meminta yang bukan-bukan padanya hanya untuk mendapatkan anak.

"Mikhaela sayang, saya bisa mengambil bayi dari pantai asuhan. Kenapa saya harus menikahi pembantu kita demi mendapatkan anak?" tanya Abraham lembut sambil mengecup kening istrinya.

Mikhaela memegang tangan Abraham dengan lembut, kemudian dia tersenyum manis menatap wajah sang suami yang sangat tampan.

"Mas, aku ingin anak kandungmu walaupun bukan bersamaku! Turutilah keinginanku untuk kali ini, karena kita tidak tau sampai kapan aku mampu bertahan," pinta Mikhaela dengan lirih.

Abraham bingung harus berbuat apa, kemudian ia bergegas pergi dari dalam kamarnya untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu. Sebab ia tidak akan mau menikahi wanita lain, apa lagi dengan pembantunya.

Sedangkan Mikhaela yakin kalau sang suami akan menikah dengan Jihan. Sebab Abraham tidak akan menolak permintaannya selama ini. 

...

Keesokan paginya ...

 Pagi ini, Jihan tengah mengemasi barang-barang milik Mikhaela. Sebab, sang nyonya akan segera berangkat ke rumah sakit untuk melakukan operasi pengangkatan rahim besok.

"Jihan, tadi aku sudah menyiapkan baju untuk mas Abraham. Apa ada di meja itu?" tanya Mikhaela dengan pelan.

Jihan melihat baju milik sang Tuan di meja, kemudian ia mengambilnya dan memberikan pada Mikhaela yang berbeda di tempat tidur.

"Jihan, perutku sakit sekali. Bisakah antarkan baju ini ke kamar mandi. Tenang saja! Kau tidak akan melihat mas Abraham," pinta Mikhaela dengan pelan.

Sebab, perutnya sakit sekali. Hal itu membuat Jihan tidak tega dan menuruti keinginan sang nyonya. Saat dia berada di kamar mandi, ia meletakkan baju yang dibawa ke meja.

"Tuan, maaf saya mengantar baju Tuan atas permintaan Nyonya!" Jihan berucap sambil bergegas pergi dari sana.

Sebelum dia melihat pemandangan yang tidak diinginkan. Sontak saja membuat Abraham langsung menyudahi ritual mandinya. Sebab takut terjadi apa-apa pada istrinya.

Setelah selesai memakai pakaian lengkap, Abraham bergegas ke luar dan melihat Mikhaela menangis di dalam pelukan Jihan, hal itu membuatnya cemas dan langsung menghampiri sang istri.

"Ada apa?" tanya Abraham dengan sangat cemas.

"Tuan, kita bawa Nyonya ke rumah sakit sekarang! Kasihan dari tadi katanya perutnya sakit," jawab Jihan dengan cemas sambil melepaskan pelukannya.

Abraham langsung menggendong sang istri dan membawanya ke mobil, sedangkan Jihan membawa semua barang-barang milik Mikhaela untuk di rumah sakit.

Setelah selesai, dia pun bergegas pergi ke luar dan masuk ke dalam mobil. Jihan duduk di belakang bersama dengan Mikhaela, sedangkan Abraham yang membawa mobil.

"Jihan, rasanya sakit sekali. Aku tidak tahan lagi," rigis Mikhaela dengan lirih.

"Nyonya jangan katakan seperti itu! Percayalah kalau Nyonya akan sembuh," sahut Jihan.

Jihan mengelus-elus rambut Mikhaela dengan lembut. Wanita itu pun tidak keberatan. Sebab ia sudah dekat dengan Jihan sejak masih kuliah. Bahkan ia sudah menganggapnya sebagai saudara bukan pembantu.

"Sayang, jangan bicara seperti itu aku mohon! Kamu pasti sembuh sayang, percayalah!" sahut Abraham sambil terus mengemudikan mobil dengan cepat.

Setelah sampai, Abraham langsung membawa sang istri ke IGD dan ditangani oleh Dokter, barulah Mikhaela berhenti menangis, karena rasa sakitnya sudah berkurang.

"Jihan, jangan tinggalkan aku ya!" pinta Mikhaela dengan lirih sambil memegang tangan Jihan dengan erat.

"Baik Nyonya," jawab Jihan.

Jihan selalu ada di samping Mikhaela seperti permintaan wanita itu. Kemudian mereka pindah ke ruang inap Mikhaela.

Abraham duduk di samping Mikhaela, sedangkan Jihan masih membereskan barang-barang milik sang nyonya.

"Jihan, kemarilah! Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu," panggil Mikhaela dengan lembut.

Jihan langsung mendekat, kemudian memegang tangan sang nyonya dengan lembut, dan sekilas melirik ke arah Abraham.

"Mas Abraham, Jihan. Aku mohon menikahlah!" 

Bersambung.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

hana
hana
伊藤くんがいい男すぎる…そしてかわいい。 酷い目にあって戻ってきたところから話が始まりますが、序盤から守ってくれる人がいるのは、読んでて安心しますね。 佐藤父母もいい人でよかった。佐藤は……クズ秘書に流された時点でお察し
2026-09-21 16:31:37
0
0
りみら
りみら
ストーリーはヒロインの熱烈さに辟易した男がクズ女(今回は秘書)にしてやられて ヒロインと愛を失うありきたりさですが ヒーローがGNの中では珍しく一味違う 地に足のついたヒーローかつ正義も自身で断行してくれる 長編だとヒロインに負けずこのヒーローもえらい目に遭いそうですが 短編なのでありがたい即終わって幸せになります笑
2025-10-17 08:28:06
1
0
12 Chapters
第1話
裸足で都内に入ったその日、私はニュースになった。佐藤家の養女が数ヶ月間誘拐され、ボロボロの服を着て、汚れて臭い、傷だらけの足で裸足のまま、まるで野犬のように惨めな姿で逃げ帰ってきた。私はメディアのフラッシュが私に向けられ、必死に写真を撮る様子を見ていた。でも、私の心はすでに死んだ水のように、一片の波紋すら立てることができなかった。かつての七恵は死んでしまった。あの輝かしく、純真で、愛らしく生き生きとしていた七恵は死んでしまった。誘拐犯たちと、そして佐藤隆が彼女を破壊したのだ。すぐに、黒いスーツを着た警備員たちが人混みの中を掻き分けるように通路を作った。その先頭にいた隊長は伊藤成という。私は彼を知っていた。佐藤隆に七年間も付きまとっていた私を、彼のオフィスやプライベートな住まいから追い出していたのは、いつも彼だった。追い出すというより、引きずり出すといった方が近かった。私が執着し続けたから、佐藤隆が極度に嫌がっていたから。「七恵さん、社長が車でお待ちです。僕について来てください」伊藤の視線が私に落ちた時、一瞬驚きの色を見せた。こんな惨めな姿の私を見るとは思っていなかったのだろう。私は頷き、傷ついた足を踏み出した。道に血の跡が点々と残る。痛覚は既に麻痺していた。この短い距離など、私の逃亡の道のりに比べれば取るに足りないものだった。伊藤は私の後ろを歩きながら、思わず声をかけた。「七恵さん......」私は答えなかった。私を哀れんでいるのだろうか?実際、彼は喜ぶべきなのだ。この教訓で、もう二度と佐藤隆に付きまとうことはない。彼の仕事に余計な面倒をかけることもない。車に乗ると、佐藤隆が目を閉じて座っているのが見えた。黒い髪は完璧に整えられ、整った顔立ちは非の打ち所がなかった。そうだ、私がいなくなっていた間、きっと彼はかつてない静けさと気楽さを味わったに違いない。その様子からして、とても調子が良さそうだった。物音を聞いて、佐藤隆はゆっくりと目を開けた。私を見た瞬間、ほとんど私だと分からなかったようだ。「七恵?」私は素直に頷いた。そう、私は懲りた。以前は佐藤家の養女という身分を気にせず、実の娘のように傲慢に振る舞っていた。でも誘拐されて初めて分かった。私の命は佐藤家の手の中にあり、佐藤隆が身代金を払わなければ、私の命など取る
Read more
第2話
車は佐藤邸に戻り、佐藤隆は私を使用人たちに命じて浴室に案内させた。私はメイドたちの手助けを断り、ただ昔の私のクローゼットから足首が隠れる長いドレスを選んでもらうだけにした。メイドたちはしばらく探した末、様々なファッションアイテムの隅から、学生服のような控えめな長袖のワンピースを見つけ出した。学生がどう着るべきかという決まりはないが、鏡に映る自分を見ると、確かに以前の派手な服装よりも学生らしく見えた。誘拐される前、私は海外の一流デザイン学校から入学許可を得ていた。今はもう入学期限から三ヶ月も過ぎてしまっている。「ありがとうございます」メイドたちは驚いた様子だった。お嬢様が彼女たちにお礼を言うなんて想像もしていなかったのだろう。でも、この経験を経て、私は分かった。本質的に私も彼女たちと同じなのだと。彼女たちは佐藤家に雇われたメイドで、私は佐藤家に雇われた娘なのだ。ドアを開けると、佐藤隆が階段の手すりに寄りかかって私を待っていた。彼は慵懒な態度で私を上から下まで眺め、そして嘲笑うように笑った。「七恵、また何か芝居でもしているのか?そんな格好して」地味すぎる?佐藤隆は、これもまた彼の注意を引くための私の幼稚な行動だと思っているのだろう。でも私はただ体の傷を隠したかっただけだ。私は佐藤隆の後に従って食堂に向かった。食堂は静まり返っていた。佐藤隆に促されて前に進むと、テーブルの傍らに座る佐藤の両親が心配そうな表情を浮かべているのが見えた。佐藤の母は私を見るなり立ち上がり、ほとんど駆け寄るように近づいてきた。足元がふらつく彼女を、傍らにいた女性が気遣わしげに支えていた。「奥様、慌てないでください。七恵さんはこうしてお怪我もなく戻ってこられたじゃありませんか?七恵さん、奥様はあなたのことを心配で髪が白くなるほどでしたよ」私はその女性を知っていた。佐藤隆の秘書だ。村上雪は自然な黒髪を持ち、シンプルなタートルネックのセーターとジーンズを着ていたが、首元には美しいローズゴールドのネックレスをつけていた。私は「怪我もない」のに、佐藤の母は心配で髪が白くなった。彼女の一言で、私は被害者から、佐藤家の不孝な娘に変わってしまった。佐藤の母は私の手を取って泣き、村上は傍らで慰めている。でも私は泣けなかった。佐藤隆を見ると、彼の目は私が
Read more
第3話
食事の後、私は佐藤の父の書斎に呼ばれた。普段のビジネスでの厳しい態度とは打って変わり、佐藤の父は優しく根気強く尋ねた。「七恵ちゃん、小さい頃から佐藤のことが好きだったけど、今でも好きなの?」私は急いで首を振った。とても必死に、頬の肉が痛くなるほど。佐藤隆を七年間好きで、七年間卑屈で、七年間苦しんだ。でも私は懲りない。だからこそ今回、地獄のような報復と拷問を受けることになった。もう佐藤隆のことを好きになる勇気はない。佐藤の父は私の答えを聞いて、しばらく考え込んでから残念そうに言った。「はぁ、仕方ない。佐藤家の嫁にはなれなくても、七恵ちゃんは永遠に佐藤家の娘だよ。七恵ちゃんはこんなに良い子で、こんなに可愛いのに。佐藤那の小僧に福がないんだな」彼は引き出しから銀行のカードを取り出した。「これはお前の両親が残してくれたものだ。8000万円が入っている。両親は俺に預けて、お前が大きくなったら持参金としてあげてほしいと言っていた」8000万円、身代金も8000万円だった。誘拐されていた日々、私は両親を恨んだこともあった。なぜ私も一緒に連れて行ってくれなかったのか、なぜこんな苦しみを味わわなければならないのかと。でも、両親は私が生きていけるだけの保障を残してくれていた。彼らはこんなにも私を愛していてくれたのだ。私は親指を噛んで、声を出して泣かないようにした。「おじさん、ありがとうございます」書斎を出た時には、もう夜の八時だった。自分の部屋に向かおうとしたが、途中で佐藤隆に出会った。彼は私の意図を察し、意外にも優しい口調で言った。「今夜は村上が君の部屋を使う。僕の隣の客室に泊まりなさい」村上のためか。私は頷いて、反対方向に歩き始めた。最初に佐藤家に住み始めた時、佐藤隆は私を嫌って、私から一番遠い部屋に引っ越した。一方は東の端、もう一方は西の端だった。私の部屋は佐藤家が高級デザイナーに依頼してリフォームしたもので、客室とは比べものにならない。でも結局は佐藤家のもの。佐藤隆が譲れと言うなら、譲るしかない。数歩も歩かないうちに、佐藤隆が私を呼び止めた。「七恵、どうしてそんなに大人しくなったんだ?」振り返ると、彼の表情には嘲笑と、何か心配そうな様子が混ざっていた。「私......申し訳ありません......」私
Read more
第4話
客室のベッドで深夜三時まで呆然と座っていた。隣の佐藤隆の部屋からは一切物音が聞こえなかった。その間、佐藤の母が新しく買ってくれた携帯でアプリにログインし、セキュリティの整った賃貸マンションを見つけた。夜が明けかけた頃、佐藤邸は静まり返っていた。私は靴を手に持って、裸足で外に出た。外に出ると、佐藤隆の車の横に誰かが寄りかかってスマートフォンを見ているのが目に入った。私は心臓が飛び出るほど驚き、佐藤隆ではないかと恐れた。その人も物音に気付いて私の方を向いた。伊藤だと分かってほっとした。何事もなかったかのように彼の前を通り過ぎ、道端でタクシーを拾おうとしたが、彼が追いかけてきた。「七恵さん?」「......」「社長は知っているんでしょうか......」「佐藤さんには言わないでいただけませんか?」興奮を抑えながら懇願した。あと少し、あと少しで逃げ出せるというのに、どうして彼に会わなければならないのか。伊藤は困惑した様子で言った。「社長が心配されます」私は必死で首を振り、服を脱ぎ始めた。伊藤は慌てて後ずさり、顔を背け、耳まで赤くなった。「七恵さん、何をなさるんですか?」私は平然としていた。生きていられるなら、恥など何だというのか?そんなものは、とうに佐藤隆によって摩耗し尽くされていた。「彼は私のことなど心配しません。これらの傷は全て、彼が誘拐犯に指示して付けさせたものです」伊藤が私を見ると、私の上着の下の白いタンクトップからは、腕の紫がかった鞭の跡や青あざ、数本の傷跡が生々しく見えていた。彼は信じられない様子だった。これほどの痛ましい傷跡は、彼の想像を超えていた。私は彼が呆然としている隙に、素早く服を着直して懇願した。「伊藤さん、お願いです。行かせてください。このままでは死んでしまいます」これが初めて彼の名前を呼んだ時だった。以前は佐藤隆の犬と呼んでいた。誘拐犯が私を呼んでいたのと同じように。伊藤は長い間言葉が出なかった。私は急いで道端に向かってタクシーを拾おうとした。突然、大きな手が私を引き止めたが、服の下の傷を察すると、すぐに手を引っ込めた。私は泣きそうになった。「やめて......」伊藤は歯を食いしばり、断固とした口調で言った。「この時間ではタクシーは捕まりません。僕が送ります」
Read more
第5話
意識が再び戻った時、「ドンドン」というドアを叩く音が部屋中に、階段の踊り場中に響き渡っていた。でも私は長く眠りすぎていた。ベッドに座ったまま動けず、手足がまだ動かし方を忘れているようだった。ドアの錠前のシリンダーが「カチッ」と床に落ちる音で、私は我に返った。誰?誘拐犯?それとも佐藤隆?私は急いで部屋の中で身を守れるものを探したが、何もないことに気付いた。立ち上がって階段を下りかけたが、慌てすぎて残り一、二段のところで足を滑らせて転んだ。「七恵!」澄んだ声が響き、顔を上げると、伊藤が買い物袋を持って、息を切らせながら緊張した様子で私の家の前に立っていた。彼は駆け寄って私を支え起こした。「大丈夫ですか?」私はまだ状況が飲み込めず、ぼんやりしていた。外では鍵屋さんが手早く新しいシリンダーに交換し、道具をカバンに戻していた。「まあまあ、お嬢さん。彼氏さんが二時間もドアを叩いても開けないもんだから、心配して大変だったんですよ」私は頭を押さえながら、ぼんやりと、確かに眠っている間何も聞こえなかったような気がした。鍵屋さんは続けた。「うつ病だって聞きましたけど。彼氏さんがあなたが自分を傷つけるんじゃないかって、外で心配してたんですよ。おじさんから一言言わせてもらえば、こんなに可愛いんだから何でもできるでしょう。決して悪いことは考えちゃだめですよ」私が伊藤を見ると、伊藤は少し困った様子で、私から手を離して鍵屋さんの方へ歩いて行った。「もういいです。僕は彼氏じゃありません。料金はいくらですか?」鍵屋さんは料金を受け取り、「分かってますよ」というような表情で道具箱を持ち上げ、去り際に私に一言。「お嬢さん、この若い人はなかなか良い人そうですよ。チャンスをあげてみたら?」伊藤は「バタン」とドアを閉め、私の顔を見られないようにした。「すみません。あなたが家の中で......と思って、鍵屋さんを呼びました。でも何も話してません」私には分かっていた。伊藤は率直な性格で、感情が全て顔に出る人だった。きっと本当に心配して、それで鍵屋さんにそんな風に思われてしまったのだろう。「大丈夫です。ただ眠っていただけですから」実際、伊藤はそんなに心配する必要はなかった。もし私が命を惜しむ人間でなければ、地獄から這い上がって来ることもなか
Read more
第6話
伊藤は言葉通り実行した。彼の料理の腕は抜群で、最も簡単なお粥でさえ、様々な工夫を凝らして作ってくれた。彼のおかげで、この期間、私の体調はかなり回復したと感じていた。今日の昼食で三杯目のカシューナッツのお粥を盛ろうとした時、伊藤に止められた。彼は目を細めて笑った。「僕がジュースを絞る間に、また食べてたんですか、小さな猫ちゃん?」計画が失敗したのを見て、私は落胆して茶碗を流し台に置いた。彼は半分切った果物を置いて近寄ってきた。「お皿は僕が洗います。ソファでテレビでも見ていてください」私は気乗りしない様子で頷いた。すると彼は突然私を引き寄せ、流し台と彼の体の間に挟んだ。「お粥を飲ませないからって、拗ねてるんですか?」私は黙って、口を尖らせて他の方を向いた。彼は笑って言った。「先生が言ってました。明日から普通の食事ができるって。京都料理を食べに連れて行きますよ」私の目が輝いた。「本当?」「本当です」伊藤は溺愛するような表情を浮かべ、私を放して背中を軽く叩き、ソファへ追いやると、また台所で忙しく動き始めた。私はソファに座って、両親が残してくれた銀行カードを弄り始めた。中の生活費以外に、これは形見でもあった。私は突然、自分が恵まれた子供だと感じた。彼らの愛は決して私から離れることはなく、事故に遭う前でさえ、私の将来のことを考えてくれていた。伊藤は、まるで彼らが私にくれた贈り物のようだった。私は銀行カードをしまった。持参金なのだから、大切に保管しなければ。テレビではニュースを放送していて、音楽が流れた後、突然目を刺すような見出しが現れた。「佐藤グループのお嬢様、誘拐後に裸足で都内に戻る。精神に異常をきたし、かつての面影なし」私は「パッ」とテレビを消し、呼吸が荒くなった。私は心の中で自分に言い聞かせた。全ては過ぎ去ったこと、もうあの人たちには会わない、佐藤隆にも会わない。長い時間かけて、私の心臓がようやく正常な鼓動を取り戻した時、ドアベルが鳴った。きっと伊藤が何か荷物を注文したのだろう。私が引っ越してきてから、このロフト全体を彼がデザインし、整えてくれたのだから。深く考えずにドアを開けると、そこには見たくない人がいた。村上は果物の袋を持って、私を見るなり明るく笑った。「七恵さん!この前入院されて
Read more
第7話
村上が前回あのような騒ぎを起こした後、私は引っ越そうと思った。本来の目的は佐藤隆に私を見つけられないようにすることだったのに、私の一挙手一投足が彼の目の届くところにあったなんて。伊藤は私に何でも従ってくれたが、すぐには適当な物件が見つからなかった。「よければ......僕の家はどうですか?」この住所はもう佐藤隆に知られているし、伊藤は彼が不在の時に佐藤隆が私を訪ねてくるのを心配していた。「あなたの家?」私は問い返した。伊藤は相変わらず頬を赤らめやすかったが、少しは進歩していた。少なくとも、今はこんな状況でも私と目を合わせられるようになっていた。「はい......誤解しないでください。寝室が二つありますから、十分住めます......」「でも、ずっと二つの寝室なんて」私の家でもこう、彼の家でもこう。いつになったら村上の言う同棲が本当になるのかしら。伊藤は目を少し見開いた。まるで私が何か大変なことを言ったかのように。私は顔も赤くならず、心臓も高鳴らなかった。彼を誘うのは、もう手慣れたものだった。「七恵......」私は両親が残してくれた銀行カードを取り出し、伊藤に真剣に言った。「伊藤さん、ご存知の通り、私は佐藤家の養女で、佐藤家がいつでも捨てられる玩具です。でも私にも本心があります。大半は汚れているかもしれませんが、まだ少しだけ清らかな部分が残っています。この少しばかりの本心を、受け取ってくださいませんか?」伊藤は目を赤くして、慎重に答えた。「七恵、あなたの本心はいつまでも清らかです。たとえ少しでも、僕にとってはこの上ない宝物です」私は感動して彼と抱き合った。しばらくしてから、銀行カードを彼の手に渡すことを思い出した。「持参金です」伊藤は少し困ったような顔をした。持参金とは言え、まるで私が彼に結納金を渡すようだった。彼は笑い出した。「いいえ、しまっておいてください。持参金は自分で持っているものですよ」そうか、持参金は自分で持っているものなのか。伊藤は私をもう一度抱きしめ、耳元でささやいた。「持参金は持参金として、でもこれからは家のお金も、あなたのものです」家、私はこの言葉が好きだった。幸い荷物は多くなく、伊藤は一日かけて片付けて、私たちは引っ越した。彼の家は想像通り清潔で整然としていた。私は伊
Read more
第8話
三日間続けて、私は伊藤が冷蔵庫に貼った献立表に従って、彼が前もって作っておいた三食を冷蔵庫から取り出し、味気なく食べた。私は伊藤が恋しかったが、彼が何をしに行ったのかわからなかった。私の携帯電話には着信履歴が一つもなく、それどころか、かつては暗記していた見慣れた番号を、私が切った履歴ばかりが並んでいた。私は外に出て彼を探そうと思い、警察署に行って届け出ることさえ考えた。でも、私を誘拐した犯人たちさえ見つけられない警察を、どうして信じられるだろうか。途方に暮れながら外に出て、うつろな足取りで路地の入り口まで来たとき、突然誰かに車に引きずり込まれ、次に目が覚めたのは私の部屋のベッドの上だった。正確に言えば、佐藤邸の部屋だった。部屋の中は薄暗く、月明かりが窓から差し込む中、誰かの影が暗闇の中に座り、私を見つめているのが見えた。「きゃっ!」私は怖くなって布団の中に隠れようとした。その人は慌てて電気をつけ、私をなだめようと近づいてきた。「七恵、ゆっくり休ませてあげたかっただけなんだ。怖がらせてごめん」その声は魔性のようだった。私は躊躇いながら布団から顔を出し、全身が冷えきっていた。「佐藤......佐藤社長......」佐藤隆は布団を引き下ろし、傷ついたような表情を浮かべた。「七恵、昔は僕のことを隆お兄さんって呼んでくれたじゃないか」私は首を振り、ただ彼に離れてほしかった。胸が押しつぶされそうで息ができない。「もう二度と佐藤社長に近づいたりしません。本当にすみませんでした」私は日々夜々、ただこの一言だけを覚えていた。殴られずに済む、たった一つの言葉を。佐藤隆の感情も高ぶっているようで、目を赤くしながら自分を抑えていた。「七恵、ごめん。知らなかったんだ。身代金の支払いが数日遅れただけで、お前にこんな......彼らは僕に約束したはずなのに」約束?何を約束したの?私を殴らないって?彼は私を救えたはずなのに。思い出したくない記憶を、誰かが何度も何度も思い出させる。佐藤隆は私が何を経験したのか既に知っているようだったが、私は伊藤がどこにいるのかだけを知りたかった。「伊藤はどこにいますか?」佐藤隆は私の手首を掴み、強引でありながら懇願するような口調で言った。「七恵、彼のことは忘れて、僕たちでもう一度やり直さないか?」
Read more
第9話
病院の消毒液の匂いが鼻につく中、頭痛とともに目を覚ました。全身の骨が砕けそうな感じがした。病室の外での言い争いが激しさを増し、次第に私の耳に届いてきた。「だから七恵ちゃんが戻ってきてから、私たちに懐かないのよ。きっと見捨てられたと思っているのね!」「佐藤、お前はなんてろくでなしに育ったんだ!七恵の家族に何て顔向けすればいいんだ!」「父さん、母さん、僕だって想像していませんでした。ただ大人しくさせたかっただけで」「パシッ」という鮮やかな平手打ちの音。続いて、佐藤隆の悶える声が聞こえた。佐藤の父がまた彼を殴ったのかと思ったが、佐藤の母の驚きの声が聞こえた。「伊藤さん!」伊藤!私はベッドから降りようとして、床に転んでしまった。ああ、足が折れているのだ。佐藤邸の部屋は二階建てだったから、あそこから飛び降りても死ぬことはなかった。物音を聞いて、伊藤が外から飛び込んできた。彼は疲れた様子で、顎にはヒゲが生えていて、何日も剃っていないようだった。「伊藤さん」私はベッドの横の果物を手当たり次第に彼に投げつけた。伊藤は打たれても、心配そうな表情のまま、急いで私を抱き上げてベッドに戻した。佐藤の母が医者を呼んだ。医者は簡単な検査の後、言った。「患者さんは当分の間、むやみに起き上がらないように。膝の傷は元々不可逆的なものです。これ以上無理をすれば、足が使えなくなります」医者は明らかに怒っていた。伊藤は急いで丁寧に謝罪し、二度とこんなことはさせないと約束した。医者は私の周りにいる人々を不思議そうに見て、私に言った。「もし助けが必要なら、あるいは法的支援が必要なら、直接私に言ってください」そう言って、回診に出て行った。そうだ、私の体のこんな傷を見れば、余計な想像をされても仕方ない。伊藤が近寄って私を抱きしめた。彼は埃まみれだった。私が彼を押しのけると、今度は佐藤の母が私を抱きしめた。今度は押しのけることができなかった。「七恵ちゃん、苦しい思いをさせてごめんなさい。おばさんの育て方が悪かったのよ」私は慰めた。「大丈夫です、おばさん。もう過ぎたことです」佐藤隆は病室の隅で黙って立ち、後悔の色を浮かべていた。私が部屋から飛び降りるとは思っていなかっただろう。「そこへ来て!七恵に土下座しろ!」佐藤
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status