Short
愛の気持ちには嘘つけられない

愛の気持ちには嘘つけられない

By:  九桜冬実Completed
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
25Chapters
12.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

白野百合子(しらの ゆりこ)は拉致されて初めて、自分が本当の令嬢ではないことを知った。 婚約者は彼女に留学のチャンスを譲るように迫り、両親と兄は骨髄を提供するように強要した。彼女はすべてを奪われた! しかし彼女が去ったあと、彼らは皆後悔した……

View More

Chapter 1

第1話

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore ketika Aruna mengganti papan open di pintu kaca butik menjadi close.

Sepeninggalan suaminya, Aruna yang tadinya ibu rumah tangga kini harus bekerja untuk menafkahi diri sendiri.

Aruna bekerja di butik Bridal yang terletak di kawasan Dago Bandung dan ia adalah Managernya.

Posisi ini ia dapatkan karena pemiliknya adalah sahabat dari mendiang sang mama.

Tapi Aruna harus melewati masa training selama enam bulan yang melelahkan.

Waktunya tersita hampir dua puluh empat jam bekerja dengan Manager sebelumnya, mengikuti ke mana beliau pergi hingga Aruna dinyatakan mampu memegang jabatan ini.

Kembali ke Aruna yang tadi membalikan signboard—sekarang ia sudah berada di pelataran parkir menghirup udara luar yang terkontaminasi asap kendaraan bermotor.

Aruna mengamati mobil dan motor berdesakan di jalan, seakan mereka sedang tergesa-gesa untuk pulang ke rumah berkumpul bersama keluarga tercinta.

Bibir Aruna tersenyum kemudian menengadah agar air mata yang telah berkumpul di pelupuk mata tidak merembes membasahi wajahnya.

Ia menatap langit yang diselimuti senja.

“Ma … Pa … Apakabar? Di sini Aruna ….” Gumaman Aruna terhenti, dadanya sesak sekali.

“Aruna baik-baik aja,” sambung Aruna berdusta dengan suara serak.

Bagaimana Aruna bisa baik-baik saja sedangkan beberapa minggu lalu ia dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita membawa anak laki-laki yang mirip dengan Bian-mendiang suaminya.

Wanita Bernama Rika itu membawa foto di mana terdapat gambar mas Bian yang duduk berdampingan dengannya, sebagian kepala mereka ditutupi selendang seperti sedang melakukan prosesi akad nikah.

Lalu ada selembar surat yang menyatakan kalau mas Bian telah menikah secara siri dengan wanita itu dua tahun lalu.

Sementara Aruna dan Bian baru menikah selama tiga tahun jadi bila wanita itu benar adalah istri dari suaminya, berarti baru satu tahun pernikahan—suaminya sudah menikah lagi.

Aruna ingin marah tapi Bian sudah terbujur kaku di bawah tanah.

Semenjak mengetahui berita itu, Aruna sudah tidak pernah lagi mendoakan suaminya.

“Mbak … kita pulang duluan ya?” Dua orang karyawan butik pamit

Aruna menoleh lalu tersenyum. “Oh iya … hati-hati ya.”

Dua gadis itu mengangguk sopan padanya.

“Bu Aruna belum mau pulang?” Sekuriti bernama Pak Yayat menyapa.

“Sebentar lagi, Pak … nunggu reda dulu macetnya.”

Pak Yayat mengangguk sambil tersenyum, pria itu kemudian masuk ke posnya.

“Mbak … kami pulang ya?”

Aruna yang kini sedang memeluk tubuhnya sendiri kembali menoleh.

Sekarang karyawan bagian desain dan produksi yang pamit kepadanya.

“Oke, sampai besok.”

Aruna melambaikan tangan mengiringi kepergian mereka yang berjalan keluar parkiran butik untuk mengambil kendaraan yang dititipkan di lahan kosong di belakang butik.

Kini langit sudah gelap, Aruna harus pulang.

Membalikan badan, ia pun kembali masuk ke dalam untuk mengambil tas.

Aruna memiliki previllage sendiri sebagai seorang Manager, setiap sore saat parkiran di depan butik sudah kosong—Pak Yayat akan membawa mobilnya dari lahan parkir di belakang lalu memarkirkan mobilnya di parkiran butik.

Sekarang ia tinggal meminta kunci mobil dari Pak Yayat.

“Pak, pulang dulu ya.”

“Oh iya, Bu … Silahkan kuncinya.”

Pak Yayat memberikan kunci mobil kepada Aruna.

“Makasih, Pak.”

Aruna masuk ke dalam mobil, mobil pemberian suaminya saat ia ulang tahun ke dua puluh tiga tahun.

Sebuah mobil sedan Honda Civic berwarna putih, mobil yang ia mimpi-mimpikan dijadikan nyata oleh suaminya.

Siapa yang mengira kalau mas Bian ternyata selingkuh?

Mobil Aruna melaju mulus di jalanan Dago, kemacetan mulai mereda.

Simpang Dago sudah sedikit lengang.

Beberapa meter setelah melewati traffict light, kendaraan yang dikemudikan Aruna harus melaju pelan mengikuti kendaraan di depannya.

Seharusnya tadi ia lewat jalan Dipati Ukur lalu tembus ke Gasibu untuk menghindari macet.

Ah, Aruna sepertinya melamun lagi.

Aruna memang sedang memikirkan sebuah pesan yang masuk ke ponselnya dari mantan ibu mertua yang tadi pagi ia terima.

Si wanita yang katanya istri mas Bian itu tidak memiliki rumah, jadi ibu mertua menginginkan rumah Aruna sekarang untuk anaknya Mas Bian.

Aruna memang memiliki rumah peninggalan kedua orang tua tapi ya masa ia harus merelakan rumah yang dibeli mas Bian ketika menikah dengannya?

Bukannya itu termasuk gono-gini?

Perlu diingat juga kalau Aruna sudah membagi warisan mas Bian kepada ibu dan kakak perempuan mas Bian sesuai aturan Agama yang berlaku.

Dan ditetapkan kalau rumah itu menjadi miliknya.

Brak!

Di tengah-tengah lamunannya tadi Aruna mengerem mendadak karena mobil yang di depannya tiba-tiba berhenti.

Aruna memang berhasil menghindari tabrakan depan tapi buntut mobilnya tertabrak oleh mobil di belakang sampai dada Aruna menekan stir kuat meski sakitnya tidak seberapa.

Lidahnya berdecak kesal, ia pun mengesah berharap tidak perlu ganti rugi.

Iya, Aruna merasa dirinya yang salah padahal dirinya yang ditabrak.

Aruna menginjak gas pelan untuk menepikan mobilnya agar tidak menghalangi pengendara lain.

Ia turun dari mobil, menguatkan hati untuk menghadapi si penabrak.

Dalam benaknya sedang mengingat-ngingat saldo rekening terakhir yang ia lihat.

Mudah-mudahkan cukup untuk mengganti kerugian mobil yang menabraknya.

Seorang pria paruh baya turun dari balik kemudi usai menepikan juga mobilnya di belakang mobil Aruna.

Ekspresinya datar, pria itu sempat melirik Aruna kemudian memeriksa kerusakan pada mobilnya.

“Maaf Bu, tadi saya lagi dapet telepon jadi enggak sempat ngerem.”

“Ya?” Aruna terkesiap.

“Ini … bukannya harusnya aku yang minta maaf ya?” Aruna membatin.

“Mobil ibu diasuransikan enggak? Mudah-mudahan iya ya Bu, jadi saya gantinya enggak terlalu besar karena mungkin saya juga harus memperbaiki mobil majikan saya.”

Si pengemudi itu memperlihatkan raut wajah nelangsa.

“Saya mah cuma supir, Bu …,” sambungnya lagi.

Aruna jadi iba.

“Oh ya udah, Pa—“

“Pak Malik,” panggil seseorang dari belakang punggung pria tua tadi.

“Pak Adrian … sebentar, Pak …,” sahutnya sambil sedikit membungkuk tampak ketakutan.

Aruna memperhatikan pria yang memanggil tadi, baru saja turun dari kabin belakang dan sedang berjalan mendekat sambil memegang ponsel.

Pria itu cukup tampan, tidak … maksudnya sangat tampan.

Yaaa, sembilan koma sembilan lah karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa.

Rambutnya lebat di potong undercut dengan kedua alis yang tebal membingkai wajahnya sempurna.

Pria itu juga memiliki rahang tegas dan sedikit bulu mulai tubuh di sana.

Dan sepertinya dia menghabiskan banyak waktunya di gym karena kemeja yang membalut tubuhnya saat ini mampu menyetak otot-otot indah di bagian lengan, dada dan sebagian perutnya.

Tanpa sadar, Aruna menahan napas seiring langkah pria itu yang kian mendekat.

Tapi entah kenapa Aruna masih bisa mencium parfum eksclusive pria itu ketika sudah berada di depannya.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
25 Chapters
第1話
「留学のチャンスを南に譲ることに同意する」冷戦七日目、白野百合子(しらの ゆりこ)は妥協して婚約者矢島卓(やじま すぐる)の会社を訪れた。彼女がチャンスを譲ることに同意したと聞くや否や、男はすぐに顔を上げ、久しぶりに百合子に笑顔を見せた。「やっと分かってくれたか。じゃあ、今すぐ大使館からお前の書類を取り消しに行こう」卓は百合子を連れて会社を出ると、自ら車のドアを開けてやった。「お前が本気で南と争うなんて、最初から思ってなかったよ。あの子は長年苦労して貧しい生活をしてきた。お前は何年も裕福なお嬢様生活を送ってきたんだ。たった一つのチャンスくらい、譲って当然だろ」卓の口からは楚山南(そやま みなみ)のことばかりで、百合子がどれほどあの海外の大学に憧れていたかには微塵も関心を示さなかった。彼の考えでは、百合子にはまだ多くの選択肢があり、この22年間は南に借りがある人生だったから、この恩は必ず返さねばならないと思っていた。百合子が助手席に座ると、元々自分の場所だったスペースには、すでに南の好みのクッションとぬいぐるみが置かれ、車内の写真も彼と南の二人だけのものに変わっていた。それを見て百合子は胸が張り裂けそうな痛みに襲われた。南が自分の正体を証明してからまだ三ヶ月しか経っていないのに、百合子と五年間も付き合っていた婚約者の卓はすでに心変わりしていた。すべては三ヶ月前のあの拉致事件から始まった。犯人が白野家の別荘に押し入り、当時家にいた百合子とバイトだった南の二人を連れ去ったのだった。バイトの南は百合子を守るため、自分こそが本物の令嬢だと主張し、最終的に百合子はバイトだと思われて解放され、南はその代わりに三ヶ月もの間、虐待に耐え続けたのだった。彼女はようやく白野家に引き取られて病院へ送られ、DNA鑑定で南が白野家と血縁関係にあることが判明した。実は二十二年前、裕福な白野家と貧しい楚山家で子どもの取り違えが起こり、南こそが本物の令嬢であり、百合子は取り違えられた偽の令嬢だった。それ以来、全てが百合子から南へと借りた人生となった。白野家の人々は皆南のもとに集まり、ただ一人、卓だけが百合子にこう約束した。「俺が愛しているのはお前だ。お前が誰であろうと、俺はずっとそばにいる」百合子は卓こそが唯一頼れる存在だと思っていた。
Read more
第2話
病院で健康診断を受けていたとき、南は採血の場面で怖くて涙が止まらなかった。百合子は一言も発さずに5本の採血を終え、立ち上がると少し眩暈がした。採血室を出ると、幸雄、洋子、司が待ち構えていたが、目に入ったのは卓に支えられながら出てきた南だけで、三人はすぐに彼女を取り囲んで気遣いの言葉をかけた。南は感極まって言った。「長年初めて家族の温もりを感じた。本当の両親のもとに戻れて本当に良かった。昔の辛かった日々を思い出すのが怖いくらい……」そう言いながら、彼女の目には再び涙が浮かんでいた。百合子は冷たく顔を背け、見ようとしなかった。卓はその時ようやく百合子のことに気づき、「体の調子は大丈夫か?」と声をかけた。百合子は首を振って、大丈夫だと示した。洋子は上から目線で言った。「百合子、今夜は一緒に食事しよう。お手伝いさんに栄養満点の鶏スープを作らせたわ。南もあなたも好きでしょ」「ありがとう、お母さん」南は甘えるように洋子の腕に絡んだ。でも百合子はもともと鶏スープが好きではなかった。たった数日で、かつて自分を愛してくれた母親は、鶏肉アレルギーのことをすっかり忘れてしまったのだ。「お腹すいてないから、みんな先に行って。私はここで少し休むわ」白野家の人々は本当にアート展に行くことに決め、司は卓を誘って一緒に出かけた。卓は出発前に百合子を一目見たが、南はすぐに彼の手を握った。「卓も、このアート展にきっと気に入るわよ」そして百合子は病院のベンチに一人で座って、苦々しく思った。みんなは、彼女が南のかつての生活を奪ったと思って、すべてを南に譲るべきだと考えている。でも、それは決して自分の意思でそうなったわけではなかったのに。その夜、百合子は健康診断の結果を受け取った。卓も南を連れて病院に戻ってきた。三人が鉢合わせると、南がすぐに口を開いた。「そうそう、百合子。別荘に置いてあったあなたの服、お手伝いさんに整理してもらったの。いつでも取りに来ていいよ」百合子は低い声で返した。「ああ、ちょうど全部取りに行こうと思ってたところ」卓は彼女を一瞥して言った。「外は雨だ。車で一緒に送るよ」病院を出ると、南は卓の腕にしがみついた。「卓、一緒に傘をさしたいな」傘は一本しかなく、卓は南がそれを共有し、百合子は雨に濡れながら駐車場まで歩かざ
Read more
第3話
どれほどの時間が経ったのか分からないが、空はすっかり暗くなり、豪雨はまだやんでいなかった。百合子は一階から笑い声がかすかに聞こえ、すぐに足音が近づいてくるのを感じた。ガラス戸が開かれ、彼女の目の前に立っていたのは南だった。百合子は凍えきって意識が遠のきそうになっていた。ただ南の声が聞こえた。「中で温まるか?」百合子は警戒しながら南を見つめた。南は薄く笑って言った。「もう二時間も経った。自分の間違いにも気づいただろう。手を出せ、引き上げてやる」百合子は戸惑いながらも、震える手を差し出すと、南がそれを掴んだ。「また私を信じるなんて、図々しいな?」南はそう言うと、突然強く押した。百合子は体勢を崩し、そのままバルコニーの手すりにもたれた。南はわざと慌てたふりをして大声で叫んだ。「大変だ!百合子、馬鹿なことはやめて!みんな本気であなたを責めてるわけじゃないのよ!」だが百合子の体はすでに手すりから身を乗り出しており、今にも二階から落ちようとしていた。ちょうどその時、一台のポルシェがヘッドライトを点けながら別荘に入ってきた。ドスン!百合子は車体に激しく衝突した!卓は急ブレーキを踏み、車から降りて百合子の様子を確認した。「百合子、大丈夫か?」百合子は足の激痛に顔を歪め、卓に抱き上げられた瞬間、悔しさと苦しさで涙をこぼした。その時、幸雄が玄関から出てきて、低く重々しい声で言った。「卓、構うな。これは彼女が受けるべき報いだ」卓の目には一瞬驚きが浮かび、不思議そうに腕の中の百合子を見つめた。百合子は痛みに全身を震わせ、声も出せず、ただ白野家の人間に中傷されるままになっていた。「あの女、南の不適切な写真を撮らせるために人を雇ったのよ」洋子もその時に現れ、鼻で笑って言った。「私たちが戻ってきたのがちょうど見届けられたわ。でも百合子が騒ぎ立てたせいで、自分がバルコニーから転げ落ちたのよ。誰の責任でもないわ」卓の表情が変わり、百合子に問い詰めた。「それは本当か?」司がすぐ続けて口を挟んだ。「卓、南がお前に会いたくて階段で転んだんだ。お前に会いたいって泣き叫んでるよ」「卓、ちょっと手を貸してくれない?足がすごく痛いの……」南の呼びかけが聞こえ、卓の心はついに揺れた。彼は百合子を一階ロビーの木製椅子に運び、「
Read more
第4話
南の帰宅祝いの宴の日がやってきた。百合子は松葉杖をついて出席した。彼女のそばには親友の仁美(ひとみ)だけが付き添っていた。仁美は憤りをあらわにして言った。「南は学科の全員を今夜の祝宴に招待したのに、あなたは松葉杖をついて、ドレスもきちんと着られない。それなのにあの子は綺麗に着飾って……本当に酷いわ!」百合子はこれ以上話す気もなく、ただ仁美とその彼氏の拓也(たくや)を誘って、南への贈り物を選びに行こうと誘った。「百合子、本当に優しいね。あんなことされたのに、まだ贈ろうとするなんて……」仁美は深いため息をついた。宝石店に着くと、仁美は急いでトイレに向かい、拓也と百合子が贈り物を選ぶことになった。その時、店のドアが開いた。店員たちはすぐに駆けつけた。「矢島社長、予約されていたブレスレットのご用意が整いました」卓の視線が百合子と拓也に向けられ、彼はすぐに眉をひそめた。「百合子」と彼は声をかけた。百合子が顔を上げると、卓が近づいてくるのが見えた。彼は低い声で尋ねた。「お前たち、何をしている?」「別に」百合子はそう答え、拓也の手を引いてその場を離れようとした。「百合子、待ってくれ」卓は追いかけようとしたが、ちょうどその時電話が鳴った。少し離れていても、百合子には電話越しに南の声が聞こえた。「卓、映画一緒に見るって約束したのに、なんでまだ来てないの?」卓が話し込んでいる間に、振り返ると百合子の姿はもうなかった。彼は目を伏せ、複雑な感情を抱えていた。すぐに電話をかけ、彼は秘書に命じた。「ある人物を調べてくれ」その夜、川辺グランドホテル。百合子は仁美に支えられて宴会場に現れた。すでに到着していた同級生たちは彼女に詮索するような視線を向け、「もう白野家のお嬢様じゃないくせに、南にすり寄るなんて、図々しいにもほどがある」とひそひそと噂していた……百合子はそれを無視し、顔を上げると、南が大きな扉から入ってきた。彼女はきらびやかなロングドレスをまとい、卓の腕に手を添えて皆に微笑みかけていた。幸雄は壇上に立ち、皆に紹介した。「今日は、かわいい娘・南が白野家に戻ってきたことを祝う宴です。家族全員がようやく揃い、これ以上ない喜ばしい日となりました!」皆が祝福をして、卓も人前で南に千万円のブレスレットをつけてあげた。南が本来
Read more
第5話
百合子は恐怖でその場に立ち尽くし、視界はぼやけていた。一方、南は笑いながら言った。「どう?私からのお返し、気に入った?」通りすがりの人々が、見物人のように指をさして嘲笑っていた。彼らは百合子の全身にまとわりつく生臭い血を笑いものにしていた。百合子は震える手で目の周りの血を拭った。南を憎しみに満ちた目で睨みつけたが、問いただす間もなく南は怯えた様子で後退って、泣きながら地面にへたり込んだ。百合子は状況が飲み込めず、何が起きているのか理解できなかった。ちょうどその時、卓が宴会場から出てきた。彼の目に映ったのは、まるで鬼のように血まみれの百合子と、子ウサギのように泣きじゃくる南の姿だった。彼は素早く南の前に立ちふさがり、百合子に詰め寄った。「どうしてわざと恐ろしい姿で南を脅かすんだ?彼女はもともと体が弱いのに、なぜわざわざいじめる必要がある?」百合子は目を見開き、信じられないというように卓を見つめた。豚の血を浴びせられたのは自分なのに、彼はもうここまで道理をわきまえなくなったのか?南は卓の胸に顔を埋め、悔しそうに言った。「卓、私が臆病すぎたの……彼女を責めないで……」卓はさらに激しく百合子を睨みつけた。「留学の枠は自分で譲ったんだろう?それを理由に南がお前に借りがあるなんて思うな。もう一度南をいじめるようなことがあったら、今までの情けは一切無にするぞ!」百合子は呆然と卓を見つめていた。彼がこんなに感情をあらわにしたのは初めてだった。それも、嘘ばかりつく南のために。百合子の胸は何かで塞がれたように苦しく、息が詰まりそうだった。卓は百合子の苦しげな様子を無視し、逆に責め立てた。「今のお前がどうしてこんなふうになったのか理解できない。昼間は彼女がいる男といちゃついていたな。もう調べはついている。百合子、お前には本当に失望した」百合子は口を開いて弁明しようとしたが、卓は一切の余地も与えず、そのまま南を庇うようにして立ち去った。周囲の人々も散っていき、みすぼらしい百合子はまるでピエロのようだった。彼女はただ一人、魂の抜けたような様子で賃貸アパートへと帰っていった。家に入った百合子は、風呂に入る気力もなく、ほとんど意識を失うようにベッドに倒れ込んだ。頭の中は、あたり一面に飛び散る豚の血と、卓の憎しみに満ちた目つき
Read more
第6話
ネットで暴露された学術論文捏造のニュースは、一晩で瞬く間に広まった。問題の中心人物は百合子で、代筆者が自首してこの件を暴露し、百合子が論文執筆を依頼した際のチャット記録までネット上に公開された。1時間も経たないうちに、この話題はトレンド入りし、コメントが波のように押し寄せ、画面いっぱいに飛び交った。仁美は焦って百合子に言った。「これはあなたの論文じゃない。一目で南の論文だってわかる。罪をあなたに着せようとしてるのよ。絶対に南が代筆者を買収したわ!」百合子は完全に混乱していた。なぜ南の論文に自分の名前が記載されているのか理解できず、暴露された今、まったく状況がつかめなかった。それに、彼女が書いた論文はちゃんとパソコンに保存してあるし、当時一緒に論文を書いていた卓が、彼女が代筆など頼んでいないことを一番よく知っているはずだ。オリジナルの論文を探し出せば、真相は明らかになる!百合子は慌てて自分のノートパソコンを開いたが、自分の論文が綺麗さっぱり削除されていることに気がついた。そのとき仁美から電話がかかってきた。「百合子、早く私が送ったライブ配信を見て、南が、みごとな演技を発揮してるわ」百合子がリンクをクリックすると、南がカメラに向かって、わんわん泣きながら訴えていた。「私は学術論文捏造者の百合子と、とても親しい友人だった。こんな事態になり、彼女が取り返しのつかない道へ進むのを見過ごせない。良心の呵責にさいなまれ、真実を語るしかない——彼女は私を脅し、代筆者を雇って論文を完成させることに加担させようとした。私は何度も拒んだが、彼女はそれを理由に私を脅迫し、虐待までした……」そう言って、彼女は袖をまくり、傷跡を晒した。「それは、あんたの元の親が毎日暴行してできた傷よ!」と百合子はスマートフォンの画面に向かって怒鳴った。だが南は彼女に向かって言った。「百合子、私が本物の白野家の娘だってこと、あなたが憎んでいるのはわかってる。今のあなた、見てる?自首して、まだ間に合うわ」世論はネット上で炎上した。ネット民はこぞって百合子を罵倒し、学校のウェブサイトまで瞬く間に炎上、百合子は極悪非道の罪人として袋叩きにされた。同時に、別のニュースもトレンド入りした。それは卓と南が祝宴当日に撮ったツーショット写真だった。
Read more
第7話
「彼女は一時の気の迷いだ。だからこそ卒業論文を代筆させた。もしそれが明るみに出れば、彼女の人生に汚点が残ってしまう」卓は少し黙り込んだ後、ついに口を開いた。「しばらくの間、南の代わりにこの罪を負ってくれないか?」百合子はようやく悟った。「じゃあ……私の本来の論文は全部、あなたが消したのね?」卓は言った。「今さらそんなことを聞いても意味はない。南はもう十分に辛い思いをしてきた。昔は楚山家に虐待されて、ようやく実の両親と再会できたんだ。そんな彼女の人生に、これ以上傷をつけるつもりか?お前は彼女とは違う。これまでずっと栄光を味わってきただろう。最後の一度だけ、彼女のために犠牲になってくれ」「一体何度の最後があるの?」百合子は詰め寄った。「私は人間じゃないの?私の人生はどうなるの?」卓の声は次第に冷たさを増す。「彼女の罪を負うだけだ。必ず埋め合わせをする」百合子は苦笑した。卓はため息をついて言った。「百合子、すべてが終わったら気分転換に海外へ連れて行こう。前に行きたがっていた場所にも一緒に行くし、お前との生活も大切にする。信じてくれ」百合子の目に残っていた彼への最後の期待も、ゆっくりと消えていった。南の人生には汚点があってはならない。では、私の人生にはあってもいいのか?彼は本当に私の知っている卓なのか?5年間彼を愛し続け、彼のために何度も譲歩してきた。それなのに彼は、まだ彼女に譲歩させようとしている。百合子は全身を震わせていたが、電話の向こうからは南の声が聞こえてきた。「卓、この指輪、気に入ったわ……」卓は「わかった」と言うと、百合子に念を押した。「来週は留学の件で確認が必要だ。お前の署名がいるから、そのとき迎えに行く」と言って電話を切った。百合子はその場に崩れ落ち、手からスマホが床に落ちた。画面には罵声はさらに激しさを増していた。【人間性に問題あり】【恥知らずの学術捏造犯】【ペッ!詐欺師同然だ】それらの非難を見つめながら、百合子は涙が枯れ果てそうに感じていた。三日後。「百合子さんの卒業論文に学術不正が認められたため、卒業証書と学位記の授与を保留する。審査完了後、改めてご連絡する」これは学校が百合子に出した唯一の返事だった。他の学生は卒業証明書を手に、彼女の前を得意げに通り過ぎていく。中には唾を
Read more
第8話
「どうして署名しないんだ?」幸雄は百合子をじっと見つめた。「今さら後戻りはできないぞ」洋子も促すように言った。「署名しなさい、百合子。少なくとも今はまだ白野の姓を名乗っているから。たとえ血のつながりがなくても、二十年以上も家族として過ごしてきた情けくらいはあるでしょ」司は冷ややかに皮肉を言った。「そんなに甘く考えるな。こっちを食い物にしようとするかもしれないんだ」南は穏やかな声で諭した。「お父さん、お母さん、お兄ちゃん、私のことで百合子に無理を言わないで……ゴホッ、ゴホッ……」洋子は南を気遣って言った。「あまりしゃべらないで。体が弱いから、感情的になるのは一番よくないのよ」卓でさえ南を慰めた。「南、お前のせいじゃないんだ」百合子は目の前の光景を、生ける屍のような心境で見つめていた。ペンを手に取り、七通の誓約書に素早く署名した。「これでいいでしょ」彼女は一刻も早く彼らから解放されたかった。「後悔する心配はないわ、全部署名したから」白野家の人々はその時一斉に卓を見つめ、南も期待に満ちた目で彼を見ていた。卓は誓約書を受け取り、しばらく沈黙した後、百合子に向かって言った。「前に交換留学の枠をもらってたよな?南がそれを欲しがってるんだ。彼女に譲ってくれ」百合子は驚いた表情で卓を見た。「もう私から留学の枠を奪っておいて、今度は交換留学の枠まで南に譲れと言うの?」卓は眉をひそめて言った。「どうせお前は留年したんだ。その機会を南にやらなきゃ無駄になるだけだ。さっさと譲ってしまえ」幸雄も冷たい声で言い放った。「百合子、これはお前の光栄だ。必要とされていることに感謝するべきだ」何たる光栄だろう!百合子は怒りのあまり笑みを浮かべた。ふらつきながら立ち上がり、杖の支えもないまま、骨折した足ではまっすぐ立つことすらできなかった。それでも、誰一人として彼女に痛くないか、つらくないかと尋ねる者はいなかった。「私の立場も、名声も、すべて南に譲ったのに、どうして今さらこんな機会まで奪おうとするの?」百合子は涙を浮かべ、震える声で皆に問いかけた。卓は百合子の涙を見て、胸が締めつけられる思いだった。だが南はその時、顔を覆って泣き出した。「言ったでしょ、百合子はきっと手放したくないって……私が代わりに言わせたのが悪かったわ……」幸雄は
Read more
第9話
百合子が叫んだ。「ふざけてるのはあんたたちよ、それは私のものなの!」彼女はおかまいなしに立ち上がり、卓の手にあるものを奪おうとしている。卓は南をしっかりと庇い、百合子に南を誤って傷つけないようにしている。だが百合子は南に触れてさえいなかったのに、南は悔しそうに泣き出した。「百合子、お願い、もう叩かないで。私が悪かった、お願い、やめて!」それを聞いた卓は、百合子をぐいっと押しのけた。百合子はその場にへたり込んだ。卓は手にしていた申請書を空中にばらまきながら、失望したように言った。「百合子、もういい加減にしろよ。なんで最後まで言うことを聞こうとしないんだ?」百合子は跪きながら書類を拾い集め、焦りで涙をこぼした。「この書類は順番があるのよ!それは全部、私がわざわざ印をつけたものなのに……」涙が申請書に落ち、その悲痛な様子に卓の胸が締めつけられた。そのとき南は彼の腕の中で気絶したふりをした。幸雄は顔色を変えて叫んだ。「南!」洋子は怒りに震えて罵った。「百合子、あんた、本気で南を殺す気か!」司はもう我慢の限界だった。前に出て百合子を乱暴に担ぎ上げた。「くだらないこと言ってる場合じゃない、早く病院に連れて行って手術の準備をしろ」なんで病院に行くの……?百合子は混乱し、どうしていいかわからず、絶望的な声で卓に懇願した。「お願い、申請書を拾って、お願い、返して!」卓の目がかすかに揺れたが、何も言わず、ただ昏倒した南を抱き上げた。救急車が病院に停まった後、南は抱きかかえられて降ろされ、百合子は無理やり連れ出されて降ろされた。彼女はずっともがき叫んでいたが、結局手術室に無理やり連れ込まれた。実は、健康診断の結果はすでに出ており、百合子だけが南と適合するドナーだったのだ。放射線によって南の身体は甚大な損傷を受けており、早急に骨髄移植が必要だった。百合子が署名した誓約書には、留学に関する内容だけでなく、紛れ込ませた骨髄移植の同意書も含まれていた。彼ら全員が結託して、彼女を騙していたのだった。卓もまた、彼らと同じように、ずっと彼女を欺いていた。ガラスの扉が閉まる直前、百合子は絶望の面持ちで卓を振り返った。彼は彼女をなだめるように言った。「ほんの少し骨髄を移植するだけだ。安心してくれ、手術が終わったらお前への約
Read more
第10話
ピッピッ……心電モニターが百合子の病床のそばで鳴っていた。彼女はまだ目を覚ましておらず、枕元には彼女の好物であるマンゴーケーキが置かれていた。それは卓が買ってきたものだった。病室の窓越しに卓はしばらく彼女を見つめ、それから振り返って看護師に百合子のことをしっかり面倒を見てほしいと伝えた。別の病室の前を通りかかると、白野家の人々が南のそばに集まり、彼女が目を覚ますのを待っていた。彼はドアを開けて中に入り、医者の言葉を伝えた。「骨髄移植は無事に成功した。南の体は徐々に回復していくだろうし、留学の夢もきっと叶えられる」白野家の人々は大いに喜んだ。彼らは百合子のことをまったく気にかけず、まるで彼女の存在をすでに忘れてしまったかのようだった。そのとき幸雄が言った。「卓、お前は南のために多くを尽くしてくれた。本当に感謝している。彼女の容体が良くなったら、一緒に海外へ行けばいい。どうせ君の家も海外に会社があるんだから」卓はきっぱりと断った。「伯父さん、俺はただ国内に残りたいです」そう言って、仕事を理由に病室を出た。夜の10時まで仕事に追われ、卓はようやく病院にたどり着いた。彼は南の病室には向かわず、百合子の病室の扉を開けた。部屋の中は真っ暗で、明かりをつけるとベッドを見た。卓は驚いた表情を浮かべた。百合子の姿がなかったのだ。「看護師さん」卓は振り返って廊下に出た。「8002号室の患者はどこにい行ったのですか?」「ええ、午後に大勢の人に連れ出されましたよ」卓は眉をひそめた。「誰が連れて行った?どこへ行ったのですか?」「知らないです。家族が連れて行ったと、どこの病院かは分かりません」家族?まさか南の家族じゃないだろうな?でも振り返って南の病室を見れば、彼らはまだベッドの周りに集まっていて、どう考えても百合子を連れて行ったとは思えない。卓は疑念を抱いたが、すぐに百合子には実の両親がいることを思い出し、きっと彼らが迎えに来たのだろうと考えた。それにしても、百合子が何の連絡もなく退院するなんて、納得がいかない。卓は少し不満げに、病室に用意しておいた彼女のためのケーキを手に取り、そのままゴミ箱に捨てた。三日後、医者は南の回復が順調で、もうすぐ自由に動けるようになると言った。廊下に立っていた卓は、まだ百合子
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status