Short
手放した愛は、二度と還らない

手放した愛は、二度と還らない

By:  タワークラッシュCompleted
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
20Chapters
8.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

誕生日の夜、同僚の代わりに夜勤を引き受けた雪平澪(ゆきひら みお)は、黄体破裂を起こした若い女性の診察に当たっていた。 「激しい行為が原因ですね。パートナーの方は?」 澪が顔を上げると、そこには動揺を隠せない夫、帝都の有力一族の跡取りである九条颯太(くじょう そうた)の姿があった。 数分前、彼は電話で「お前の誕生日を一緒に祝えなくて残念だ」と惜しんでいたはずだった。それが次の瞬間には、別の女の黄体を破裂させて目の前に現れるとは。 これ以上皮肉な誕生日プレゼントがあるだろうか。 廊下では、颯太の友人たちが顔を見合わせ、ひそひそと騒ぎ立てていた。 「おい、まさか奥さんが夜勤だったなんてな」 「終わったな。颯太のやつ、今回はやりすぎだ」 「雪平先生」 看護師が憤慨した様子で言った。 「主任に連絡しましょうか。先生は他のシフトもありますし、この患者は別の医師に任せればいいですよ」 澪は手袋を脱ぎ、その動作は驚くほど落ち着いていた。 「いいえ、手術室の準備を。私が執刀するわ」

View More

Chapter 1

第1話

“Kamu sebenarnya mengundang siapa untuk mendampingimu malam ini?“ tanya Jordi masih dengan nafas terengah-engah begitu menemukan Dava. 

 “Tentu saja Kirana artis pendatang baru yang sudah dua tahun ini kuincar,“ jawab Dava santai dengan merapikan ujung rambut di depan kaca.

“Benar? Kamu tidak melupakan sesuatu?” tanya Jordi lebih lanjut.

Dava tampak berpikir kemudian menggelengkan kepalanya. Penyanyi tampan dengan karier mentereng yang menciptakan sendiri lagu-lagunya ini sudah terkenal sebagai Playboy profesional di dunia hiburan. Apalagi di dukung dengan visual tampan yang ia miliki.

“Dasar Playboy kadal, di depan hotel ada Kirana dan juga Vika yang sudah menunggu di dalam mobil untuk kamu jemput, mereka tidak bisa masuk tanpa undangan.“

Dava mulai pucat, “Sial, kenapa aku bisa lupa membatalkan janji dengan Vika!“ Dava begitu senang karena Kirana akhirnya bisa menerima ajakannya setelah puluhan kali di tolak dan melupakan bahwa ia sudah memiliki janji dengan Vika jauh sebelumnya. Vika adalah reporter salah satu majalah yang sudah satu bulan ini Dava kencani.

“Bagaimana ini? Jika aku menghampiri Kirana, maka Vika bisa menulis berita buruk esok harinya. Tapi jika aku memilih Vika, bagaimana dengan Kirana yang setelah sekian lama aku dambakan.“

Dava mondar-mandir kebingungan, Gavin dan Arka malah tersenyum penuh kegembiraan melihat masalah yang telah diciptakan Dava. Arka dan Gavin memang sepakat tidak ingin mengajak wanita di pernikahan Ara karena ingin menikmati setiap momen bahagia adiknya itu. Bagi Gavin berfoto di pernikahan Ara dengan wanita yang belum tentu jadi bagian keluarga mereka kelak, akan merusak kesakralan album pernikahan milik adiknya nanti.

“Bukankah aku sudah memutuskan Vika?“ tanya Dava pada Jordi asistennya.

“Belum, jatuh tempo putusnya masih seminggu lagi!“ jelas Jordi asisten yang tahu betul berapa lama artisnya itu mampu bertahan dalam sebuah hubungan.

“Haiiiss bagaimana ini? “

Come one you need to choose which one! Mereka sudah meneleponku berkali-kali!“ desak Jordi

Dava berjalan keluar dari ruang ganti menuju lobi hotel dimana terdapat mobil kedua gadis itu. Di belakangnya mengekor ke dua sahabatnya Gavin dan Arka yang mengenakan setelan tuxedo mewah berwarna biru tua. outfit senada yang didesain langsung oleh desainer kenamaan langganan para artis.

Tak berapa lama kemudian dua gadis berbalut gaun pesta itu sama-sama keluar dari mobil mencari keberadaan Dava yang sudah sekian lama belum terlihat menghampiri mereka. Mata mereka nanar ke setiap arah. Dava segera bersembunyi di balik tanaman hias lobi hotel, menenggelamkan tubuhnya agar tidak terlihat oleh kedua gadis itu.

“Tak bisakah kamu batalkan semua saja?” tanya Dava pada Jordi dengan wajah memelas.

“Kamu gila! mereka sudah berdandan rapi dan siap memasuki acara pesta,“ pekik Jordi sinis mengisyaratkan bahwa itu sulit terjadi.

Di tengah kerisauan Dava, kedua temannya Arka dan Gavin berjalan menuju depan hotel dengan penuh pesona. Mereka menghampiri Kirana dan Vika yang berdiri sedikit berjauhan tanpa mereka sadari tengah menunggu pria yang sama. Gavin berjalan menuju Kirana dan Arka ke arah Vika.

“Kamu bisa masuk bersamaku terlebih dulu, Dava sedang ada keperluan membantu Ara bersiap,“ ucap Arka sambil menyodorkan lengannya untuk diraih Vika. Kini reporter cantik dengan rambut seleher itu membalas ajakan Arka dengan meraih tangan pria tampan itu. Di antara Dava dan Gavin visual tertampan paling menonjol adalah Arka. Ia memiliki garis wajah tegas yang merupakan hasil perkawinan silang Indo-Ausi. Tingginya hampir 180 Cm dengan tubuh bidang berotot.

My pleasure!“ Vika merangkul lengan Arka, gadis itu begitu terpukau dengan ketampanan pria tinggi besar yang kini berjalan seiring dengan langkahnya.

“Gila nih cowok serbuk berlian abis! Andai saja dia bukan sahabat Dava.“ guman Vika di dalam hati.

“Kenalkan aku Gavin CEO di manajemen artis Stone yang membawahi Dava. Ia sedang sibuk membantu Ara. Kamu bisa masuk lebih dulu bersamaku!“ ucap Gavin sambil menjabat tangan Kirana.

“Oh iya, aku Kirana, senang bisa mengenalmu!“ Tangan lembut Kirana kini menyambut jabatan tangan itu. Gavin kemudian menyodorkan lengannya untuk di gandeng oleh Kirana pemeran film terkenal yang sedang naik daun.

Kini baik Gavin dan Arka tengah berjalan bersama dua gadis Dava menuju ballroom, Dava hanya bisa menatap datar dari balik pohon hias hotel. Entah harus bersyukur karena telah diselamatkan atau merasa khawatir karena dua wanitanya kini tengah berada di tangan Playboy lain, yang bisa saja membuat ia harus kehilangan keduanya secara langsung.

***

Pesta pernikahan hanya tinggal sepuluh persen saja yaitu kedatangan pengantin laki-laki yang hingga menit ke-lima sebelum ikrar akad diucapkan tak kunjung terlihat. Tak ada kabar apa pun dan juga tak bisa dihubungi. Ferdi Si pengantin pria seperti lenyap ditelan bumi. Ara begitu cantik berbalut gaun pengantin dengan tatanan rambut kepang dihiasi lilitan manik mutiara kecil yang mengitari tiap lekuk rambut coklatnya, penampilannya sempurna dengan make up tipis di atas wajah cantiknya, tetapi sayang pria yang ingin ia tunjukkan betapa cantik dirinya tidak akan pernah menatapnya penuh haru saat berjalan di altar.

Ara kini sibuk mengecek handphone keluaran terbaru brand dengan logo apple mencoba menghubungi Ferdi yang tak ada respons sedikit pun.

“Bagaimana? Ada kabar dari Ferdi?“ Tanya Dava yang sedari tadi menemani Ara di ruang tunggu pengantin perempuan setelah kejadian Vika dan Kirana yang kini tengah berada di ruang pesta. Ia sudah tidak bisa menampakkan lagi batang hidungnya di hadapan mereka dan memilih berada di samping Ara, setidaknya di sini ia bisa mendekati jajaran bridesmaid cantik teman Ara.

“Nomornya masih tidak aktif,“ jawab Ara.

“Sialan, akan kulumat dia jika sengaja tidak datang!“ maki Dava setelah bersabar satu jam lebih menunggu kedatangan Ferdi dari acara yang dijadwalkan.

Tiba-tiba wajah Ara padam ketika layar handphone yang ia pegang menyala dan menampilkan pesan di layarnya.

Braaakkk

Perhatian mereka seketika beralih pada Gavin yang dengan keras membuka pintu ruang tunggu pengantin. Jelas ia datang dengan raut kesal setelah sekian lama membuat para tamu undangan bersabar untuk menunggu.

“Apa belum ada jawaban dari Ferdi?” Tanya Gavin begitu masuk.

“Kak, sepertinya aku tidak jadi menikah hari ini,“ jawab Ara sambil menepuk pundak Gavin sang Kakak yang penuh kecemasan.

“Hah, maksudmu apa?“ tanya Gavin

“Ferdi baru saja mengirim SMS, dia bilang tidak bisa menikah denganku.“

Gavin terkejut raut wajah tampannya mulai terlihat urat-urat kemarahan yang siap meledak. Ia baru tahu sedang dipermainkan oleh Ferdi. Seorang pemuda yang ia kira pria baik sehingga dengan legowo mempersilahkan adiknya dipersunting olehnya yang bahkan tidak sepadan dengan status keluarga Ara dan Gavin sebagai anak konglomerat dengan Ferdi yang baru saja membangun usaha franchise dibidang makanan. Gavin menatap wajah adiknya, tampak jelas raut kesedihan meski tak ada air mata keluar dari pelupuk matanya. Saat Gavin memegang tangan Ara, tangan putih itu terasa sangat dingin.

Gavin memeluk Ara, “Tak apa, kakak akan membereskan semuanya,“ ucap Gavin di pelukan adiknya.

“Aku ingin pergi ke aula pernikahan kak. Tolong gandeng tanganku menuju altar seperti rencana semula,” pinta Ara

“Apa maksudmu? Itu akan mempermalukanmu. Kakak yang akan ke sana dan menyampaikan bahwa pesta batal!“

“Tidak kak, kita sudah habis uang banyak untuk pesta ini dan juga biaya yang tak murah untuk membuatku terlihat cantik dengan gaun pengantin ini. Setidaknya biar para tamu tahu betapa seorang sepertiku tidak cocok dipermainkan.“

Gavin menuruti perkataan adiknya, seorang yang ia jaga dan besarkan dengan penuh kasih sayang tanpa kehadiran orang tua mereka.

“Aku akan pastikan kamu membayar semuanya bahkan lebih daripada yang kamu bayangkan Ferdi,” ancam Gavin dalam hati sambil menggandeng tangan Ara menuju ruangan pesta.

Pintu putih besar aula pernikahan dibuka, sorot lampu di arahkan pada mereka. Nenek kakek Gavin berjalan tertatih menuju pada ke dua cucunya itu. Mereka begitu kelelahan mengitari tiap meja tamu dan meminta maaf mengenai keterlambatan pesta pernikahan cucu perempuan satu-satunya.

“Apa yang terjadi? Ferdi belum datang tetapi kalian tetap menuju altar?“ tanya mereka yang usianya sudah mendekati 70 tahun.

“Setelah ini kami akan jelaskan, mohon tunggulah di sini,“ jelas Ara lirih.

Mereka melanjutkan langkahnya menuju altar, Gavin melepaskan rangkulan tangan Ara di lengannya. Membiarkan adiknya menuju podium, tamu yang sedari tadi sudah berdiri terdiam sunyi menunggu apa yang akan di ucapkan mempelai tanpa pengantin pria itu.

“Selamat malam semuanya, terima kasih sudah datang di acara yang semula adalah pesta untuk pernikahanku,“ ucap Ara terlihat tabah, ia menutupi semua kesedihan dan sakit hati yang ia rasakan. Juga menahan air mata yang sudah siap menyusup ke celah pelupuk matanya.

“Pesta malam ini akan tetap berlanjut meski tanpa mempelai laki-laki. Anggap saja ini adalah jamuan makan malam pesta ulang tahunku yang jatuh minggu depan. Aku harap kalian bisa menikmati makanannya, kami sudah memilihkan menu terbaik di hotel ini dengan teliti. Rasanya akan hambar jika memakannya dengan bergunjing. Katakanlah hal-hal baik di depan makanan. Trimakasih dan selamat menikmati,“ ucap Ara sambil tersenyum. Perlahan ia berjalan meninggalkan ruangan pesta. Para tamu saling menatap satu sama lain hingga akhirnya para pemain band mulai memainkan musik untuk memecah keheningan, semua pelayan hotel juga mulai menyiapkan menu pada meja para tamu, sementara Ara dan keluarga besarnya berjalan meninggalkan ballroom mewah itu untuk naik ke kamar hotel.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

松坂 美枝
松坂 美枝
妻へ最低な試し行為をこれでもかこれでもかこれでもかしてたらいつの間にか頭剃ってたクズ男の話 お前はまずあの親子への補償だろ…あいつらどうなったんだよ… クズ男の母親すら見放してたからな 主人公は本当の運命の相手と結ばれて良かった
2026-05-02 10:32:06
4
0
ノンスケ
ノンスケ
ひどい男だったな。自分から妻は離れていかないと愛人を作ってさらには行為の後の処置を妻にさせるような男。自分の親がいたらそりゃ戻るでしょ。逃がした魚は大きい。
2026-05-03 10:40:29
3
0
橘ありす
橘ありす
序盤の浮気女が主人公の夫の歯ブラシ使ってるとこで勘弁してってなった。あんなゴミ女に騙されるこの夫も頭悪いと思うけど、主人公が泣いて縋ってくるとこ想像して喜んでたりして気持ち悪すぎる。ばっちいからおみくじは他の所で引き直した方がいいよ。
2026-05-05 05:21:20
2
0
20 Chapters
第1話
誕生日の夜、同僚の代わりに夜勤を引き受けた雪平澪(ゆきひら みお)は、黄体破裂を起こした若い女性の診察に当たっていた。「激しい行為が原因ですね。パートナーの方は?」澪が顔を上げると、そこには動揺を隠せない夫、帝都の有力一族の跡取りである九条颯太(くじょう そうた)の姿があった。数分前、彼は電話で「お前の誕生日を一緒に祝えなくて残念だ」と惜しんでいたはずだった。それが次の瞬間には、別の女の黄体を破裂させて目の前に現れるとは。これ以上皮肉な誕生日プレゼントがあるだろうか。廊下では、颯太の友人たちが顔を見合わせ、ひそひそと騒ぎ立てていた。「おい、まさか奥さんが夜勤だったなんてな」「終わったな。颯太のやつ、今回はやりすぎだ」「雪平先生」看護師が憤慨した様子で言った。「主任に連絡しましょうか。先生は他のシフトもありますし、この患者は別の医師に任せればいいですよ」澪は手袋を脱ぎ、その動作は驚くほど落ち着いていた。「いいえ、手術室の準備を。私が執刀するわ」外が静まり返ったのも束の間、さらに大きな議論が巻き起こった。「マジかよ?奥さん、颯太の『女友達』である彼女のことが一番嫌いだったよな?現場を押さえたのに手を出さないのか?」「前、神崎瑠奈(かんざき るな)がビキニで颯太と泳ごうとした時、奥さんはその場で彼女の水着を剥ぎ取ってネットに晒したんだぞ!」「それだけじゃない。先月、二人がプライベートジェットで紙ナプキンを口で奪い合うゲームをした時だって、数十億円もする機体を奥さんは迷わず叩き壊したんだ」「異常すぎる。まさか手術中に瑠奈を始末して、颯太を独り占めしようとしてるんじゃ……?」周囲の驚愕の声の中、颯太は苛立った様子でネクタイを緩め、伏せられた澪の瞳をじっと見つめていた。しかし、その瞳には、さざ波一つ立っていなかった。彼女はただ淡々と彼に命じた。「家族は手術室の外で待っていて」周囲の誰もが信じられないという眼差しを彼女に向けていた。そう、彼らの目には、澪は愛ゆえに狂い、手段を選ばない女として映っていたのだ。これまでの二十八年間、九条家こそが彼女の唯一の拠り所だったからだ。だが今、彼女にそれはもう必要なかった。手術は滞りなく終わった。午前三時四十分、澪は手術室から出てくると、マスクを外した。
Read more
第2話
澪は分かっていた。颯太はただ、今日の彼女の反応が気に入らず、あの手この手で刺激しようとしているだけなのだ。昔のように彼女が崩れ落ち、泣き叫び、取り乱す姿を見て、彼女の感情を思い通りに操れるという全能感に浸りたいだけなのだ。だが、彼女はもう二度とそうはならない。家に戻り、私邸の大きなドアを開けると、バスタオルを巻いた瑠奈が、主寝室から出てくるところだった。濡れた髪が肩に張り付いている。澪の姿を見るなり、彼女は隠そうともしない勝ち誇った笑みを浮かべた。「あら、おかえりなさい。颯太さんはシャワーを浴びているから、座って待ってて」彼女はソファを指差し、まるで自分がこの家の主であるかのように振る舞った。澪は何も言わず、そのままソファに腰を下ろした。ほどなくして、濡れた髪を拭きながら颯太が主寝室のバスルームから現れた。彼は澪に視線すら向けず、まっすぐ瑠奈の方へ歩み寄ると、長い腕を伸ばして彼女の腰を抱き寄せた。「なぜ髪を乾かさないんだ?」彼の声は低く掠れていた。棚からドライヤーを手に取る。「こっちへ来い。乾かしてやる」瑠奈は甘えるように彼の手を払いのけた。「やだ、颯太さんは手つきが乱暴だから、いつも痛いんだもん」颯太は苦笑混じりに舌打ちをし、彼女の腰を引き寄せた。「ベッドの上では痛がらないくせに、ん?」その時になってようやく、彼はソファに座る澪に気づいたかのように動きを止め、口角を歪めて笑った。彼は手にしたドライヤーを、無造作に澪の方へ投げた。「ちょうどいい。お前が乾かしてやれ。彼女を傷つけるなよ」ドライヤーが澪の足元の絨毯に落ちた。澪は静かに彼の視線を受け止め、何の波紋も立てずに「分かったわ」と応じた。彼女はすぐに立ち上がることはせず、ポケットから女性用の煙草を取り出すと、火をつけた。「この一本を吸い終わるまで待って」一本の煙草を吸う時間は、彼女が感情を整理するのに十分だった。言い捨てて、彼女はテラスへと向かった。颯太がすぐに後を追ってきた。その顔には、嘲笑の色が浮かんでいる。「どうした?もう演じきれなくなったか?」澪は答えず、手すりに寄りかかって深く煙草を吸い込んだ。煙が彼女の顔を覆い、表情を曖昧にする。その仕草、手慣れた様子は、普段の清楚なイメージとはかけ離れ、退廃的で人
Read more
第3話
翌朝、澪はリビングの騒がしい声で目を覚ました。ドアを開けると、颯太の友人たちがソファに集まり、口々に騒ぎ立てていた。颯太が純金で作られた招待状を見ると、彼自身も一瞬呆然とした。「一之瀬瑛大氏、六十歳の還暦祝いへのご招待……颯太、お前すげえな!」「一之瀬家の祝宴の招待状を手にすること自体がステータスなのに、颯太に届いたのは、唯一の純金製VIP招待状だぞ!」友人たちが狂喜乱舞する。澪の指先がかすかに動いた。一之瀬瑛大こそ、彼女の実の父親だ。一之瀬家はかつて、この帝都で名を知らぬ者のいない裏社会の覇者であった。多くの名家が一之瀬家の庇護を受けており、九条家もその一つだった。今では表の社会へ進出し、ビジネス界でも無視できない大きな力を誇っている。澪には分かっていた。これは父が、彼女を正式に家族として迎える前に、祝宴の名を借りて一度会いたいという合図なのだ。友人たちは招待状を回し見ながら、噂話に花を咲かせていた。「颯太、一之瀬の会長はお前を実の息子のように思ってるんじゃないか?」「前回の提携事業で、颯太が一之瀬家にかなり貢献したからな。そのお返しだろうよ」「噂じゃ、一之瀬会長は祝宴で実の娘が見つかったって発表するらしいぜ。颯太、もしお前が独身だったら、本当に婿に迎えられてたかもな!」友人たちの言葉を聞きながら、颯太は平静を装いつつ、意図的に澪の方へ視線を向けた。「お前はどう思う?」嫉妬に狂う自分の姿を期待していた彼に対し、澪は微笑みを浮かべ、軽やかに答えた。「もしかしたら、一之瀬会長は本当にあなたを義理の息子だと思っているのかもしれないわ」その言葉は一見褒め言葉のようだったが、颯太の胸にはなぜか得体の知れない苛立ちが募った。手応えのない虚しさが彼を襲う。彼は無意識に拳を握り、鼻で笑った。「女には困っていない。必要ないな」澪は淡く微笑んだまま何も言わず、自室のドアを閉めた。祝宴当日、会場は至高の贅を尽くされていた。ホテルの車寄せには高級車が列をなし、集まった賓客たちは誰もが富と権力の象徴のような人々ばかりだった。澪が車を降りると、見覚えのある超高級車が隣に停まった。ドアが開き、華やかなドレスを纏った瑠奈をエスコートして颯太が降りてきた。その佇まいは圧倒的だった。瑠奈は彼の腕に絡み
Read more
第4話
賓客が揃うと、瑛大が登壇して挨拶を行い、厳かに宣言した。一ヶ月以内に、娘が正式に一之瀬家へ戻ることを。彼が命じて運ばせてきたのは、最高級のベルベットの宝石箱だった。蓋を開けると、中にはまばゆい光を放つ特注の希少な天然水晶のペンダントが収められていた。精緻な細工が施された一級品だ。「これは娘への、せめてもの気持ちです」瑛大の眼差しは柔らかくなり、無意識に澪の方を向いた。「先日、オークションで手に入れたもので、再会の贈り物として、娘が喜んでくれることを願っています」会場からは感嘆と羨望の声が上がった。瑛大は挨拶を終えると、電話のために一時退場した。澪が化粧室へ向かおうとした時、不意に手首を瑠奈に掴まれた。「何をするの?」「一之瀬家の令嬢への、超高額なペンダントを見に行こう!」瑠奈は強引に澪を引きずり、展示台の前まで連れていった。ペンダントの裏に刻まれた「一之瀬澪」という文字を見た瑠奈は、嘲笑を浮かべた。「見た?澪……名前だけはあなたと同じだけど、苗字は違うわね。残念、同じ名前でも運命は大違い。こんな高価なもの、あなたみたいな女には一生触れることさえできないわよ」澪は心の中で冷笑した。それは元々彼女のものであり、まだ苗字を変えていないだけなのだ。「ええ、そうね」澪は冷静に返した。「生まれながらに持っている人もいれば、盗んだり奪ったりしても、決して手に入らない人もいるものだわ」言葉の裏を読み取った瑠奈は、さらに笑みを深めた。「九条夫人の座のこと?安心しなさい。もうすぐあなたのものじゃなくなるから」言い放つと同時に、彼女は突然ペンダントを掴み、力任せに床に叩きつけた!「ガチャン」と鋭い音が響き、ペンダントは無残にも繊細な台座がひしゃげ、散りばめられていた水晶が床中に弾け飛んだ。「あら嫌だ!」瑠奈は悲鳴を上げ、澪を指差した。「澪さん!なんてことを!こんなに大切なものを、手を滑らせて壊してしまうなんて!」会場は一瞬にして静まり返り、全ての視線が一点に集中した。「なんてことだ……九条夫人はとんでもないことをしでかしたぞ」「終わったな。一之瀬の会長を怒らせるなんて、死ぬより恐ろしい」澪はその場に立ち尽くし、無残に壊れたペンダントを見つめた。胸の中に激しい怒りが込み上げてきた。異変に気づいた颯太
Read more
第5話
鋭い刃で刺されたような冷たさが、澪の心臓を貫いた。彼も分かっているはずだ。この罪を彼女に着せれば、今夜彼女が命を落とす可能性すらあることを。それでも彼は、瑠奈を守るために、この道を選んだのだ。瑛大の瞳に深い失望が過った。彼は颯太を凝視した。「もう一度チャンスをやろう。九条颯太。本当に、彼女がやったと言い切れるのか?」颯太は喉を鳴らし、不確かな声を絞り出した。「もし彼女でしたら……どうするつもりですか?」瑛大は澪を見た。だがその言葉は、颯太に向けられたものだった。「私の娘のペンダントを壊した者は、その皮を剥いで、その骨を粉々にして海に撒いてやる」その苛烈な言葉に、会場全体が震え上がった。瑠奈は恐怖のあまり膝をつきそうになり、颯太の背後に隠れた。澪は颯太を見つめ、消え入りそうな声で、最後のかすかな希望を込めて尋ねた。「颯太。自分の良心に聞いてみて。本当に、その女のために、私を死なせるつもりなの?」颯太は拳を握りしめたが、言葉は出てこなかった。愛する女と、妻。その間で、彼の内面は激しく葛藤していた。だが、極限の選択を迫られた時、顔面蒼白の瑠奈が彼の耳元で必死に何かを囁いた。颯太の瞳が鋭く光り、何かの決意を固めたかのように言った。「澪です。私はこの目で見たのです」その一言が、澪を嵐の中心へと突き落とした。瑛大は目を閉じ、失望を隠した。「祝宴はここまでだ。皆様、お帰り願いたい……九条夫人だけは残れ」賓客たちは救われたかのように、足早に会場を去っていった。颯太が申し訳なさそうな顔をしながらも、瑠奈を抱き寄せ、何度も振り返りながら去っていく背中。澪の心は、あのペンダントよりも無惨に粉々に砕け散った。もし彼女が一之瀬家の娘でなかったら、今夜彼女を待ち受けていた運命は何だったのか。彼女は知っている。そして、颯太も……知っていたはずだ。それでも彼は、これを選んだのだ。人々が去り、瑛大はボディーガードを下がらせた。その顔から怒りは消え、今はただ、愛娘へのいたわりと悲しみだけが残っていた。「彼は署名したよ」瑛大は一通の書類を澪に差し出した。「前回の提携契約の中に、離婚協議書を紛れ込ませておいた。彼は中身も見ずに署名した。手続きはすぐに終わる」それを受け取る澪の指先は氷のように冷たかった。「あ
Read more
第6話
言葉が放たれた瞬間、リビングは静寂に包まれた。颯太の顔色は一瞬にして土気色に変わった。彼は澪を凝視した。その瞳には疑念、苛立ち、そして底知れぬ屈辱が渦巻いていた。彼は猛然と一歩踏み出すと、澪の手首を力任せに掴んだ。骨が砕けるかと思うほどの強さだった。「澪、はっきり言え!本当にあの男と寝たのか?」引き寄せられた澪はよろめき、手首に激痛が走った。だが、それ以上に痛むのは心だった。彼がまさか、これほどまで卑劣な憶測で自分を疑うとは。胸の中に残っていた最後の温もりが完全に冷え切った。彼女は急に疲れを感じ、説明することさえ無意味に思えた。「そう思いたいなら、勝手にすればいいわ」彼女が顔を背けると、颯太の声は更に高くなり、怒りが爆発しそうになった。「勝手にすればいいだと?つまり、認めるんだな?」澪が口を開く間もなく、彼は彼女を肩に担ぎ上げた。「何をするの!?颯太、降ろして!」澪は恐怖と混乱に陥り、彼の背中を叩いた。颯太は耳を貸さず、大股で主寝室へと向かった。その様子を見ていた瑠奈の瞳に、目的を達した快感が一瞬よぎった。しかし、彼女はわざとらしく狼狽した声を上げた。「颯太さん、落ち着いて!話せば分かるわ!」それに応えるように、主寝室のドアが激しい音を立てて蹴り閉められた。暗闇の中、颯太は澪を組み伏せ、乱暴にドレスの裾を裂いた。布地が引き裂かれる音が、静寂の中で耳障りに響く。「颯太!やめて!」彼女は必死に彼を突き放そうとした。ドレスは完全に引き裂かれ、下着までもが奪い取られる。冷たい空気が肌に触れ、屈辱と絶望が瞳に溢れた。澪は全身を震わせ、右手を振り上げて彼の頬を激しく叩いた。「九条颯太!最低よ!私を侮辱するのもいい加減にして」乾いた音が響き、颯太の動きが止まった。カーテンの隙間から漏れる月光が、彼の真っ赤になった瞳を照らし出す。彼は彼女を凝視し、言葉を絞り出すように言った。「……本当に、あの男と寝たんだな?」彼は待っていた。彼女が必死に否定し、泣きながら弁解することを。今まで彼がわざと刺激するたびに見せていた、痛みと愛が入り混じった反応を。しかし、澪はただ彼を見つめ、涙を静かに流した。肯定もせず、否定もしない。沈黙は鈍い刃のように、残された一縷の希望をゆっくりと切り
Read more
第7話
貴子が持っていた箸が、音を立ててテーブルに落ちた。澪もまた、硬直した。ただ一人、颯太だけが冷静で、顔を上げることすらしなかった。「あ、あなた!何をふざけたことを言っているの!?」貴子の声が震えている。瑠奈は颯太を見つめた。その瞳はわずかに潤み、絶妙な嗚咽が混じる。「あの時、颯太さんが事故に遭って……私、妊娠に気づいたんです。でも、彼の負担になりたくなくて、ずっと隠していました。彼が回復した後、この子は外で育てられてきたんです。かわいそうな健太」彼女はおずおずと澪に視線を向け、申し訳なさそうな声を絞り出した。「澪さん、ごめんなさい。颯太さんはわざと隠していたわけじゃないんです」澪は頭の天辺から足の爪先まで冷気が駆け抜けるのを感じた。心臓が急激に締め付けられる。彼女はゆっくりと颯太の方を向いた。声は蚊の鳴くような細さだった。「彼女の言っていることは……本当なの?」颯太はようやく顔を上げ、澪を見た。その眼差しは冷酷なまでに穏やかだった。「そうだ。お前が年上の男と不潔な関係を持てるなら、俺に隠し子がいても文句はないだろう?」その瞬間、澪の心の中で何かが壊れる音がした。二度と元には戻らない。彼女が寝る間も惜しんで颯太を看病したあの二年間、二人の仲がようやく軌道に乗ったと信じていたあの時、そして、彼女が愛を感じていた睦み合いの時間の中でさえ、この子供はすでに存在していたのだ。自分は徹頭徹尾、愚か者だった。彼らの掌の上で弄ばれていただけだったのだ。彼女が捧げてきたすべて――青春、心血、愛情、尊厳。そのすべてが、この隠し子の前でとんでもない笑い種に成り下がった。貴子が激しくテーブルを叩いた。怒りで声が震えている。「ふざけないで!私の孫は、澪さんの腹から生まれた子だけよ!」彼女は傍らに控える使用人たちに鋭く命じた。「何をしているの!すぐにこの女と、どこの馬の骨とも知れぬ子供を追い出しなさい!」使用人が動き出そうとした時、澪がそっと手を挙げた。「待ってください」その声は大きくはなかったが、場の空気を一瞬で静まらせた。「その子は、颯太の血を引く子供、一族の一員として認めるのは、当然のことです」颯太の体が震え、弾かれたように彼女を見た。その瞳には困惑と名状しがたい感情が渦巻いていた。彼女の性格なら、今この場
Read more
第8話
意識を失う直前、彼女は犯人の一人が電話で話す声を微かに聞いた。「瑠奈さん、子供は始末しました」瑠奈さん……神崎瑠奈!あの女が、よくも……無辺の闇が彼女を飲み込んだ。再び目を覚ました時、視界に入ったのは病院の白い天井だった。下腹部の空虚な痛みが、子供を失ったことを残酷に宣言している。病室のドアが乱暴に開け放たれ、顔を真っ青にした颯太が飛び込んできた。澪が力なく視線を向けると、彼は襲撃のことを知って駆けつけたのかと思いきや、数歩で詰め寄り、あろうことか彼女の首を強く絞め上げた。「雪平澪!」彼の瞳は血走り、怒りで声が歪んでいた。「九条夫人の座はお前のものだと言ったはずだ!なぜ四歳の子供を殺そうとした!?」首を絞められ呼吸が苦しくなった澪は、呆然としながらも衝撃を受けた。「……何のこと?」颯太は乱暴に彼女をベッドから引きずり下ろした。彼女の衰弱などお構いなしに、隣の病室まで引きずっていった。「自分のしでかしたことを見ろ!」病室では健太が横たわっていた。手首には一センチほどの切り傷があり、すでに塞がっているようだった。瑠奈がベッドサイドに座り、子供の手を握りながら、痛々しい様子で泣いていた。「この子の手首を切る度胸はあっても、認める度胸はないのか!?」颯太は子供を指差し、激しく問い詰めた。瑠奈が顔を上げ、澪の姿を見ると、突然床に膝をついて澪に向かって何度も頭を下げた。「澪さん、お願い!私のことが憎いのは分かっているわ。殴るなり殺すなり、私を好きにして!今すぐ健太を連れて出て行くわ。颯太さんの前から消える。だからお願い、もうあの子を傷つけないで!」彼女の演技は真に迫っていた。追い詰められた弱い母親そのものだ。しかし、澪ははっきりと見た。彼女が頭を下げた瞬間、口元に一閃の勝ち誇った冷笑が浮かんだのを。澪はすべてを理解した。見事な苦肉の計。冤罪のなすりつけだ。彼女は颯太を見た。そして、突然笑い出した。その笑みには極限の嘲笑と失望が満ちていた。「九条颯太。あなたはどこまで愚かなの、それとも徹頭徹尾の悪人なの?忘れないで、私は医者よ。もし本気でこの子を殺そうとしたなら、彼はもう死体になっているわ。こんなかすり傷じゃ済まない」彼女は赤くなった目で、今も痛む腹部を押さえた。声は絶望に枯れている。
Read more
第9話
瑠奈と健太を落ち着かせた後、颯太はすぐにナースステーションへ向かったが、澪の姿はすでになかった。「さっきここで手首の処置をした女性は?」彼は切羽詰まった口調で尋ねた。当番の看護師が記録から顔を上げ、思い出したように言った。「ああ、あの怪我をされていた女性ですね。窓から見えたんですが、車が迎えに来ていましたよ」「車?どんな車だ?誰が乗せていった?」颯太は問い詰め、心臓が妙に締め付けられた。「黒い高級車でした。とても立派で、風格のある車です」看護師は記憶を辿る。「迎えに来たのは中年の男性でした。身なりがよく、とても……そうですね、威厳のある方でした。お二人、車のそばで抱き合ってから乗り込んでいきましたよ。かなり親密な関係なんじゃないでしょうか」中年の男?威厳がある?親密なハグ?颯太の脳内で何かが爆発した。一之瀬瑛大だ。あの男に違いない!あの老いぼれめ!やはり澪に……徹底的に裏切られ、侮辱されたという怒りが全身を駆け巡り、理性を失いそうになった。澪は俺への復讐のために、後ろ盾を求めてあんな男に身を投げたというのか!?その時、携帯が鳴った。友人からだ。いつものような冗談めかした声が響く。「颯太!聞いたか?一之瀬の会長が、大々的に婿選びを始めたってよ!今、業界じゃ持ちきりだ。中には、急いで独身に戻る方法を考えてる奴もいるぜ。お前も今のうちに奥さんと別れておけよ、一番チャンスがあるのはお前だろ!ははは!」普段なら、そんな冗談は鼻で笑うか、適当に聞き流すところだ。しかし今の颯太にとって、その言葉は燃え盛る怒りに油を注ぐようなものだった。彼は電話の向こうの相手に恐ろしい声で怒鳴りつけた。「その汚い口を閉じろ!次にそんな抜かしやがったら、明日の朝日は拝めないと思え!」相手は瞬時に黙り込み、しばらくして震える声で答えた。「す、すまない……冗談だったんだ」颯太は乱暴に電話を切り、胸を激しく上下させた。彼は澪とのラインのトーク画面を開き、画面が割れんばかりの勢いで文字を入力した。【澪、どこへ行った?今すぐ戻ってこい!】【そんなに早く次の男が欲しいのか?あの老いぼれに縋りつくなんて。あいつの娘はお前と同い年くらいなんだぞ。後妻に入るつもりか!?】【俺の怒りが限界を超える前に戻ってこい。そうすれば、何もなかった
Read more
第10話
「間違いだと?そんなはずはない!妻は絶対に中にいる!」颯太は強引に入ろうとしたが、次の瞬間、無数の銃器の照準を示す赤い点が、音もなく彼の心臓を捉えた。隠そうともしない威圧感に、彼は一瞬で正気を取り戻した。ここは一之瀬家であり、自分が暴れていい場所ではない。彼は一歩、また一歩と車まで後退させられた。その時、屋敷の背後で夜空が明るく照らし出された。絢爛豪華な花火が打ち上がり、金と赤の光が一つのメッセージを形作った。【お帰りなさい、私たちの愛娘】颯太がハンドルを握る手に力がこもった。そして、不意に安堵の溜息を漏らした。ボディーガードの言葉は嘘ではなかったようだ。一之瀬家は本当に、令嬢の帰還を祝っている。颯太はその花火をしばらく見つめていたが、やがて口元に不遜な嘲笑を浮かべた。危うくまた彼女に騙されるところだった。家出をして、誰かと口裏を合わせて芝居をし、わざと嫉妬させる……これらはすべて、以前彼女が見せていた小細工ではないか。彼は車を発動させ、Uターンしてその場を離れた。顔にはすべてを支配しているという傲慢さが戻っていた。「今回ばかりは、お前の手には乗らないぞ。遊びたいなら、とことん付き合ってやる」彼は携帯を取り出し、先ほどの友人に再び電話をかけた。声にはいつもの余裕が漂っていた。「おい、三日後の一之瀬家の婿選び、俺にも招待状を回せ。俺も参加する」友人は驚いた声を上げた。「ええっ!?颯太、本当に行くのか?奥さんに知られたら、また揉めるんじゃ……」「怖いだと?」颯太は冷笑した。声には侮蔑が混じっている。「俺がいつ誰かを恐れた?震えて待つべきなのは彼女の方だ」彼はわざと軽く言った。これは単なるゲームであり、澪を屈服させるための手段に過ぎないと考えていた。友人は愛想笑いで同調した。「そうだよな。颯太ほど完璧な男に嫁げたんだ、身寄りのない彼女にとっては宝くじに当たったようなもんだ。もっと大事にするべきなんだよ。今までお前が甘やかしすぎたから、あんなに我儘になったんだ」電話を切ると、車内には再び静寂が訪れた。颯太の顔から、無理に作っていた笑顔がゆっくりと消えていった。彼は前方の誰もいない夜道を見つめていた。突如として襲ってきた巨大な喪失感と孤独感に、身を焼かれるような感覚に陥った。世界が急に静まり返
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status