LOGIN誕生日の夜、同僚の代わりに夜勤を引き受けた雪平澪(ゆきひら みお)は、黄体破裂を起こした若い女性の診察に当たっていた。 「激しい行為が原因ですね。パートナーの方は?」 澪が顔を上げると、そこには動揺を隠せない夫、帝都の有力一族の跡取りである九条颯太(くじょう そうた)の姿があった。 数分前、彼は電話で「お前の誕生日を一緒に祝えなくて残念だ」と惜しんでいたはずだった。それが次の瞬間には、別の女の黄体を破裂させて目の前に現れるとは。 これ以上皮肉な誕生日プレゼントがあるだろうか。 廊下では、颯太の友人たちが顔を見合わせ、ひそひそと騒ぎ立てていた。 「おい、まさか奥さんが夜勤だったなんてな」 「終わったな。颯太のやつ、今回はやりすぎだ」 「雪平先生」 看護師が憤慨した様子で言った。 「主任に連絡しましょうか。先生は他のシフトもありますし、この患者は別の医師に任せればいいですよ」 澪は手袋を脱ぎ、その動作は驚くほど落ち着いていた。 「いいえ、手術室の準備を。私が執刀するわ」
View More“Kamu sebenarnya mengundang siapa untuk mendampingimu malam ini?“ tanya Jordi masih dengan nafas terengah-engah begitu menemukan Dava.
“Tentu saja Kirana artis pendatang baru yang sudah dua tahun ini kuincar,“ jawab Dava santai dengan merapikan ujung rambut di depan kaca.
“Benar? Kamu tidak melupakan sesuatu?” tanya Jordi lebih lanjut.
Dava tampak berpikir kemudian menggelengkan kepalanya. Penyanyi tampan dengan karier mentereng yang menciptakan sendiri lagu-lagunya ini sudah terkenal sebagai Playboy profesional di dunia hiburan. Apalagi di dukung dengan visual tampan yang ia miliki.
“Dasar Playboy kadal, di depan hotel ada Kirana dan juga Vika yang sudah menunggu di dalam mobil untuk kamu jemput, mereka tidak bisa masuk tanpa undangan.“
Dava mulai pucat, “Sial, kenapa aku bisa lupa membatalkan janji dengan Vika!“ Dava begitu senang karena Kirana akhirnya bisa menerima ajakannya setelah puluhan kali di tolak dan melupakan bahwa ia sudah memiliki janji dengan Vika jauh sebelumnya. Vika adalah reporter salah satu majalah yang sudah satu bulan ini Dava kencani.
“Bagaimana ini? Jika aku menghampiri Kirana, maka Vika bisa menulis berita buruk esok harinya. Tapi jika aku memilih Vika, bagaimana dengan Kirana yang setelah sekian lama aku dambakan.“
Dava mondar-mandir kebingungan, Gavin dan Arka malah tersenyum penuh kegembiraan melihat masalah yang telah diciptakan Dava. Arka dan Gavin memang sepakat tidak ingin mengajak wanita di pernikahan Ara karena ingin menikmati setiap momen bahagia adiknya itu. Bagi Gavin berfoto di pernikahan Ara dengan wanita yang belum tentu jadi bagian keluarga mereka kelak, akan merusak kesakralan album pernikahan milik adiknya nanti.
“Bukankah aku sudah memutuskan Vika?“ tanya Dava pada Jordi asistennya.
“Belum, jatuh tempo putusnya masih seminggu lagi!“ jelas Jordi asisten yang tahu betul berapa lama artisnya itu mampu bertahan dalam sebuah hubungan.
“Haiiiss bagaimana ini? “
“Come one you need to choose which one! Mereka sudah meneleponku berkali-kali!“ desak Jordi
Dava berjalan keluar dari ruang ganti menuju lobi hotel dimana terdapat mobil kedua gadis itu. Di belakangnya mengekor ke dua sahabatnya Gavin dan Arka yang mengenakan setelan tuxedo mewah berwarna biru tua. outfit senada yang didesain langsung oleh desainer kenamaan langganan para artis.
Tak berapa lama kemudian dua gadis berbalut gaun pesta itu sama-sama keluar dari mobil mencari keberadaan Dava yang sudah sekian lama belum terlihat menghampiri mereka. Mata mereka nanar ke setiap arah. Dava segera bersembunyi di balik tanaman hias lobi hotel, menenggelamkan tubuhnya agar tidak terlihat oleh kedua gadis itu.
“Tak bisakah kamu batalkan semua saja?” tanya Dava pada Jordi dengan wajah memelas.
“Kamu gila! mereka sudah berdandan rapi dan siap memasuki acara pesta,“ pekik Jordi sinis mengisyaratkan bahwa itu sulit terjadi.
Di tengah kerisauan Dava, kedua temannya Arka dan Gavin berjalan menuju depan hotel dengan penuh pesona. Mereka menghampiri Kirana dan Vika yang berdiri sedikit berjauhan tanpa mereka sadari tengah menunggu pria yang sama. Gavin berjalan menuju Kirana dan Arka ke arah Vika.
“Kamu bisa masuk bersamaku terlebih dulu, Dava sedang ada keperluan membantu Ara bersiap,“ ucap Arka sambil menyodorkan lengannya untuk diraih Vika. Kini reporter cantik dengan rambut seleher itu membalas ajakan Arka dengan meraih tangan pria tampan itu. Di antara Dava dan Gavin visual tertampan paling menonjol adalah Arka. Ia memiliki garis wajah tegas yang merupakan hasil perkawinan silang Indo-Ausi. Tingginya hampir 180 Cm dengan tubuh bidang berotot.
“My pleasure!“ Vika merangkul lengan Arka, gadis itu begitu terpukau dengan ketampanan pria tinggi besar yang kini berjalan seiring dengan langkahnya.
“Gila nih cowok serbuk berlian abis! Andai saja dia bukan sahabat Dava.“ guman Vika di dalam hati.
“Kenalkan aku Gavin CEO di manajemen artis Stone yang membawahi Dava. Ia sedang sibuk membantu Ara. Kamu bisa masuk lebih dulu bersamaku!“ ucap Gavin sambil menjabat tangan Kirana.
“Oh iya, aku Kirana, senang bisa mengenalmu!“ Tangan lembut Kirana kini menyambut jabatan tangan itu. Gavin kemudian menyodorkan lengannya untuk di gandeng oleh Kirana pemeran film terkenal yang sedang naik daun.
Kini baik Gavin dan Arka tengah berjalan bersama dua gadis Dava menuju ballroom, Dava hanya bisa menatap datar dari balik pohon hias hotel. Entah harus bersyukur karena telah diselamatkan atau merasa khawatir karena dua wanitanya kini tengah berada di tangan Playboy lain, yang bisa saja membuat ia harus kehilangan keduanya secara langsung.
***
Pesta pernikahan hanya tinggal sepuluh persen saja yaitu kedatangan pengantin laki-laki yang hingga menit ke-lima sebelum ikrar akad diucapkan tak kunjung terlihat. Tak ada kabar apa pun dan juga tak bisa dihubungi. Ferdi Si pengantin pria seperti lenyap ditelan bumi. Ara begitu cantik berbalut gaun pengantin dengan tatanan rambut kepang dihiasi lilitan manik mutiara kecil yang mengitari tiap lekuk rambut coklatnya, penampilannya sempurna dengan make up tipis di atas wajah cantiknya, tetapi sayang pria yang ingin ia tunjukkan betapa cantik dirinya tidak akan pernah menatapnya penuh haru saat berjalan di altar.
Ara kini sibuk mengecek handphone keluaran terbaru brand dengan logo apple mencoba menghubungi Ferdi yang tak ada respons sedikit pun.
“Bagaimana? Ada kabar dari Ferdi?“ Tanya Dava yang sedari tadi menemani Ara di ruang tunggu pengantin perempuan setelah kejadian Vika dan Kirana yang kini tengah berada di ruang pesta. Ia sudah tidak bisa menampakkan lagi batang hidungnya di hadapan mereka dan memilih berada di samping Ara, setidaknya di sini ia bisa mendekati jajaran bridesmaid cantik teman Ara.
“Nomornya masih tidak aktif,“ jawab Ara.
“Sialan, akan kulumat dia jika sengaja tidak datang!“ maki Dava setelah bersabar satu jam lebih menunggu kedatangan Ferdi dari acara yang dijadwalkan.
Tiba-tiba wajah Ara padam ketika layar handphone yang ia pegang menyala dan menampilkan pesan di layarnya.
Braaakkk
Perhatian mereka seketika beralih pada Gavin yang dengan keras membuka pintu ruang tunggu pengantin. Jelas ia datang dengan raut kesal setelah sekian lama membuat para tamu undangan bersabar untuk menunggu.
“Apa belum ada jawaban dari Ferdi?” Tanya Gavin begitu masuk.
“Kak, sepertinya aku tidak jadi menikah hari ini,“ jawab Ara sambil menepuk pundak Gavin sang Kakak yang penuh kecemasan.
“Hah, maksudmu apa?“ tanya Gavin
“Ferdi baru saja mengirim SMS, dia bilang tidak bisa menikah denganku.“
Gavin terkejut raut wajah tampannya mulai terlihat urat-urat kemarahan yang siap meledak. Ia baru tahu sedang dipermainkan oleh Ferdi. Seorang pemuda yang ia kira pria baik sehingga dengan legowo mempersilahkan adiknya dipersunting olehnya yang bahkan tidak sepadan dengan status keluarga Ara dan Gavin sebagai anak konglomerat dengan Ferdi yang baru saja membangun usaha franchise dibidang makanan. Gavin menatap wajah adiknya, tampak jelas raut kesedihan meski tak ada air mata keluar dari pelupuk matanya. Saat Gavin memegang tangan Ara, tangan putih itu terasa sangat dingin.
Gavin memeluk Ara, “Tak apa, kakak akan membereskan semuanya,“ ucap Gavin di pelukan adiknya.
“Aku ingin pergi ke aula pernikahan kak. Tolong gandeng tanganku menuju altar seperti rencana semula,” pinta Ara
“Apa maksudmu? Itu akan mempermalukanmu. Kakak yang akan ke sana dan menyampaikan bahwa pesta batal!“
“Tidak kak, kita sudah habis uang banyak untuk pesta ini dan juga biaya yang tak murah untuk membuatku terlihat cantik dengan gaun pengantin ini. Setidaknya biar para tamu tahu betapa seorang sepertiku tidak cocok dipermainkan.“
Gavin menuruti perkataan adiknya, seorang yang ia jaga dan besarkan dengan penuh kasih sayang tanpa kehadiran orang tua mereka.
“Aku akan pastikan kamu membayar semuanya bahkan lebih daripada yang kamu bayangkan Ferdi,” ancam Gavin dalam hati sambil menggandeng tangan Ara menuju ruangan pesta.
Pintu putih besar aula pernikahan dibuka, sorot lampu di arahkan pada mereka. Nenek kakek Gavin berjalan tertatih menuju pada ke dua cucunya itu. Mereka begitu kelelahan mengitari tiap meja tamu dan meminta maaf mengenai keterlambatan pesta pernikahan cucu perempuan satu-satunya.
“Apa yang terjadi? Ferdi belum datang tetapi kalian tetap menuju altar?“ tanya mereka yang usianya sudah mendekati 70 tahun.
“Setelah ini kami akan jelaskan, mohon tunggulah di sini,“ jelas Ara lirih.
Mereka melanjutkan langkahnya menuju altar, Gavin melepaskan rangkulan tangan Ara di lengannya. Membiarkan adiknya menuju podium, tamu yang sedari tadi sudah berdiri terdiam sunyi menunggu apa yang akan di ucapkan mempelai tanpa pengantin pria itu.
“Selamat malam semuanya, terima kasih sudah datang di acara yang semula adalah pesta untuk pernikahanku,“ ucap Ara terlihat tabah, ia menutupi semua kesedihan dan sakit hati yang ia rasakan. Juga menahan air mata yang sudah siap menyusup ke celah pelupuk matanya.
“Pesta malam ini akan tetap berlanjut meski tanpa mempelai laki-laki. Anggap saja ini adalah jamuan makan malam pesta ulang tahunku yang jatuh minggu depan. Aku harap kalian bisa menikmati makanannya, kami sudah memilihkan menu terbaik di hotel ini dengan teliti. Rasanya akan hambar jika memakannya dengan bergunjing. Katakanlah hal-hal baik di depan makanan. Trimakasih dan selamat menikmati,“ ucap Ara sambil tersenyum. Perlahan ia berjalan meninggalkan ruangan pesta. Para tamu saling menatap satu sama lain hingga akhirnya para pemain band mulai memainkan musik untuk memecah keheningan, semua pelayan hotel juga mulai menyiapkan menu pada meja para tamu, sementara Ara dan keluarga besarnya berjalan meninggalkan ballroom mewah itu untuk naik ke kamar hotel.
貴子のその言葉は刃となって、颯太の心の奥底に残っていた最後の一縷の自己欺瞞の希望を根こそぎ切り捨てた。彼はもう、自分自身を誤魔化すことができなかった。自分と澪は、完全に終わったのだ。自分から離れたことで、彼女は確実に幸せになる。彼女を守る絶対的な後ろ盾となる名家があり、彼女を深く愛し、未来を約束してくれる男がいる。彼女の世界は色とりどりの花が咲き乱れ、温かく安らかだ。それに比べて、自分という存在は、彼女の人生という美しい絵画に落とされた、拭い去られた一滴の汚れた墨のシミに過ぎないのだ。……澪と蓮の結婚式。彼は結局、足を運んだ。彼はただ、招待客の群れの最も外側に立ち、新郎新婦が誓いの杯を交わす時、手に持ったグラスを彼女に向かって虚空で掲げ、そして一気に飲み干した。酒が強すぎたのか、それとも心が苦しすぎたのか。たったその一杯で、世界がぐるぐると回り、強烈な酔いが彼を襲った。彼はよろめきながら、一歩一歩、外へと歩き出した。彼がどこへ行ったのか、知る者は誰もいなかった。それ以来、澪の世界に颯太が姿を現すことは二度となかった。彼は本当に、彼女の世界から完全に消え去ってしまったかのようだった。耐え難い過去の記憶と共に、時の流れの中に埋もれていった。……二年後、初冬。澪は妊娠していた。四ヶ月になり、下腹部はわずかにふくらみ始めている。蓮は狂喜し、彼女を細心の注意で守りながら、郊外にある最も霊験あらたかな神社へ安産祈願に連れて行った。冬の神社は、天を突くような古木に囲まれ、線香の煙が立ち上り、格別に静寂で厳粛な空気が漂っていた。澪は手を合わせ、敬虔な祈りを捧げた後、おみくじの筒を振った。カチャリと音を立てて、一本のおみくじが落ちた。彼女が拾い上げようと身をかがめると、蓮が先にそれを拾い上げ、優しく彼女を支え起こした。「私がこれの解説を聞いてこよう」と彼は言った。「私が行くわ。すぐそこだもの」彼女は少し離れたおみくじの授与所を指差した。そこには、管理人のような若い男性が立っていた。蓮は頷き、彼女が歩いていくのを見守った。澪はわずかにふくらんだ下腹部を撫でながら、竹串をそっと机の上に置き、穏やかな声で言った。「すみません、恐れ入りますが、このおみくじを引かせていただけますか」その
澪は驚いて振り返った。月光の下、彼の瞳はもはや感情を隠していなかった。そこには、彼女が確信を持てずにいた深い愛情と、失ったものを再び手に入れた者の痛切な思いが渦巻いていた。「私は……」蓮は深呼吸をし、一生分の勇気を振り絞るように、長年秘めてきた心の内を打ち明けた。「君からの手紙を突き返したのは、嫌いだったからじゃない。むしろ逆だ。好きで、好きでたまらなかったからだ。君が恋愛にかまけて学業を疎かにし、素晴らしい未来を台無しにしてしまうのが怖かった。君が卒業するのを待って、堂々とアプローチし、一緒になりたいと思っていた……だが、予想外だった。君の卒業を待つ間に、あんなにも多くのことが起きてしまうとは……」彼の声は少し詰まった。「颯太の事故、先代の危篤……君が情に厚い人間であることは分かっていた。九条家への恩義に報いるために彼との結婚に同意したのだと。すでに事態は取り返しがつかなくなっていた……だから、すべてを心の奥底に封じ込め、人知れず身を引くしかなかった……」彼は彼女の手をきつく握りしめた。その指先は微かに冷たかった。「だが、神はもう一度私にチャンスを与えてくれた。君の生い立ちを知る機会を、そして君をあの苦痛に満ちた結婚から解放する手助けをする機会を与えてくれた……澪、今度こそ、私は……私はもう二度と、君の手を離さない。君が失敗した結婚生活を経験し、深く傷ついていることは分かっている。構わない。私は待つ。どれだけ時間がかかっても、たとえ一生かかろうとしても、君が再び心を開く準備ができるまで、待ち続ける」八年越しに届けられたその告白は、あまりにも真摯で、あまりにも重かった。それは暖流となって、澪の冷え切り、荒れ果てた心に流れ込んだ。彼女は彼の赤くなった瞳を見つめ、自分のために薔薇を奪い合って手につけた傷跡を見つめ、彼の指先から伝わってくる震えを感じた。静まり返っていた彼女の心の湖に、小石が投げ込まれ、幾重にも波紋が広がっていくようだった。もしかしたら。彼女は、十八歳だったあの頃の自分に、答えを出してあげるべきなのかもしれない。……それからの日々、颯太は決して諦めようとはしなかった。彼はまるで偏執的なギャンブラーのようだった。すべてのチップを失いながらも、決してギャンブルのテーブルから離れようとしない
それを聞き、澪の瞳に本物の驚きの色が過った。彼女は本当に、蓮と颯太がそのような関係にあるとは知らなかったのだ。なるほど……初めて颯太に会った時、妙な既視感を覚えたのはそのためだったのか。彼女はそれを運命の悪戯だと思っていたが、単に血の繋がった「酷似」がもたらした錯覚に過ぎなかったのだ。颯太がさらに怒鳴り散らそうとする前に、蓮が一歩前に出て、澪を自分の背後に庇った。彼は氷のように冷たい視線を颯太に向けた。「彼女が誰を選ぼうと、彼女の自由だ。お前には関係ない。颯太、言葉を慎め!」「関係ないだと?」颯太は怒りのあまり笑い出し、蓮の胸を指で何度も突いた。「蓮!お前がここまで偽善的で吐き気のする人間だとは知らなかったぞ!自分の甥の妻を奪うのか!?恥を知れ!」「いい加減にしろ!」これまで感情を押し殺していた蓮の怒りが、ついに火を噴いた。彼は猛烈な勢いで拳を振り上げ、颯太の顔面を激しく殴りつけた。ドスッ!という鈍い音が響いた。不意を突かれた颯太は数歩よろめき、口角から血が滲み出た。蓮は拳を振り払い、氷の刃のような眼差しを向けた。「吐き気がするだと?吐き気がする点において、お前の右に出る者がいるか?愛人を囲い、隠し子を作り、自分のためにすべてを捧げた女を心身ともにズタズタに引き裂いておいて、どの口が他者を非難する資格があると言うんだ!」颯太は血の混じった唾を吐き捨て、陰湿な目を向けた。「これは俺たち夫婦の家庭内の問題だ!部外者が口出しする権利はない!」「夫婦?」澪が蓮の背後から歩み出た。彼の隣に立ち、波立たない静かな瞳で颯太を見下ろした。しかしその佇まいには、高潔な威厳と隔絶された冷たさがあった。「九条さん。勘違いしないでください。私の名前は一之瀬澪です。一之瀬家の令嬢であって、あなた言いなりになり、好き勝手に侮辱できる妻の『雪平澪』ではありません」「澪……」彼女が完全に境界線を引いたその姿を見て、颯太の心の中で、ついに怒りよりも焦燥感が勝った。「お前が怒っているのは分かっている!俺が悪かった!」彼は口調を和らげ、哀願するように言った。「すべて俺の責任だ!俺が愚かだった!目が節穴だったんだ!神崎瑠奈のクソ女の戯言を信じて、何度もお前を傷つけてしまった!お願いだ、もう意地を張るのはやめてくれ。家に帰ろう。
「九条くん、妙なことを聞くね」瑛大は笑顔を崩さなかったが、瞳の奥に冷たい光を宿した。「彼女は当然、生き別れになっていたこの一之瀬瑛大の実の娘、一之瀬澪だ。それ以外に誰だと思っていたね?」ドクン――颯太は耳鳴りがし、全身の血が瞬時に凍りつき、そして逆流するのを感じた。一之瀬家の令嬢……一之瀬澪……雪平澪……そういうことか!そういうことだったのか!だから彼女は、一之瀬会長の怒りを買っても無事でいられたのか!だから彼女は、俺を出し抜いて離婚手続きを完了させられたのか!だから突然、あんな強気な態度と冷ややかな目をするようになったのか!すべての謎が解けた。最初から最後まで、すべては俺の独りよがりだった。賢いと思い込んで、踊らされていただけだったのだ。だが、以前の彼女は少しの理不尽も我慢できなかったはずだ。なぜあの時、真実を教えてくれなかった?なぜ弁解しなかった?……俺が、彼女に説明する機会さえ与えなかったからだ。俺は何度も瑠奈の言葉を信じ、何度も彼女の真心を足蹴にしてきた。彼女の沈黙、彼女の無関心。それは、あの時からすでに心が死に絶え、灰になっていたからなのだろう。巨大な衝撃と悔恨が颯太の言葉を奪い、彼はただ、澪が瑛大の腕に手を添え、優雅に、そして毅然とした足取りで宴会のステージへと向かっていくのを見つめることしかできなかった。その背中は遠かった。彼は夢から覚めたように、よろめきながら後を追った。大宴会場の中央で、瑛大は高らかに宣言した。「若きエリート、有識者の皆様、本日は娘の帰還の祝宴にようこそお越しくださいました!私、一之瀬瑛大は二言はありません。本日、皆様の中から、我が娘、澪の伴侶となるべき良き婿を選び出します!」会場の全員が息を呑んだ。瑛大は大きく手を振り、宴会場の一角に設けられた見事な花の装飾を指し示した。「薔薇が全部で九十九本ある。我が娘を妻に迎えたいと望む者は、進み出て一輪を取ってください。後ほど、娘が自ら、薔薇を手にした者の中から一人を選びます。娘が選んだ薔薇を持つ者こそが、我が一之瀬家の未来の婿殿となります!」その言葉が終わるや否や、会場は瞬時に盛り上がった!数百人の若きエリートたちは、普段どれほど矜持を重んじ、高慢に振る舞っていようと、この時ばかりは一斉に九十九本の
reviews