Masuk結婚式を一ヶ月後に控えたある日――隼人は、自動車修理工場で偶然、心残りだった元カノと再会した。 心に押し込めていた感情は、一瞬であふれ出した。 ふたりはそのまま彼の部屋に向かい、ソファからベランダ、そして寝室へと、情熱をぶつけ合った。 「これが結婚前に天から与えられた最後のご褒美なんだよ」と、隼人は仲間たちに語った。 「美優のことは忘れられない。でも、結衣の家柄の方が、俺にはふさわしい」 「彼女が俺と美優のことを知るはずないし、結婚は予定通りだ」 「結衣は俺を愛してる。それが彼女にとっても一番いい選択なんだよ」 その言葉には迷いがなく、確信に満ちていた。 でも、彼は一度も、私の「最良の選択」なんかじゃなかった。 高熱に倒れて目を覚ました私は、家族の勧めに従って、花婿を替えることにした。
Lihat lebih banyak"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNG玲奈が飛びつくようにして私を抱きしめてきた。「はいはいはいっ!うちの結衣は、もう素敵なお婿さんを見つけたんだから、あの男の話なんてもう二度としない!」そんな彼女の一言で、心にかかっていたもやもやがすっかり晴れた気がした。そしてその晩、私は久しぶりに深く、ぐっすりと眠れた。翌日の結婚式は、驚くほど完璧だった。すべての儀式を終えたあと、悠真は私をそのまま優しく抱き上げ、まるで壊れものを扱うようにそっと胸元へ抱き寄せた。ふたりの距離が近づくと、彼が吐く息の中に混じったほのかなアルコールの香りに、私まで少しだけ酔いが回る。「……結衣、愛してるよ。君を娶れることが、この人生でいちばんの幸運なんだ……それは、お世辞なんかじゃない。厳しい家庭で育ってきた僕にとって、君は唯一の、あたたかな光だった。正直、人生の中で君ともう一度巡り会えるなんて思ってなかった。でも――こうしてまた、君と結ばれることができて、本当に……よかった。……もしかしたら今の君は、僕との結婚を『ビジネス』だと割り切ってるかもしれない。でも、もし君がそばにいてくれるなら……一年でも、二年でも、十年でも、僕は待つよ。君が心を開いてくれるその日まで、ずっと……」その静かでまっすぐな告白に、私は胸がぎゅっとなって、思わず目を逸らした。いつの間にか、部屋の空気がほんのり熱を帯び始めていた。悠真の大きな手が私の腰にそっと触れた瞬間、ぞくりと身体が反応する。……きっと、今夜は眠れない夜になる。三日後――私はハネムーンへ向かう飛行機に乗り、その機内でようやく、結婚二日目のニュースを目にした。主要な見出しには「菊間家と朝霧家の政略結婚」の記事。けれど、ひっそりとページの片隅に、別の見出しがあった。隼人が、結婚式のために仕立てたオーダースーツ姿で暴走運転をしていたところ、パパラッチに追突され、多重事故を引き起こした……と。その記事によると、隼人は事故で右足の筋肉と骨が深刻に損傷し、断脚手術の可能性もあるという。さらに、真壁家ではその事態を受けて、長年外に隠していた隠し子を家に迎え入れ、新たな後継者として育てる方針を固めたらしい。「能力のない者には、家は任せられない」そう判断したのだろう。私はそのニュースを記した機内誌を閉じ、視線
翌日、玲奈から密かに送られてきたのは、真壁家の「家の恥」が外に漏れたというニュースのスクリーンショットだった。綾瀬はどこからか真壁夫人の連絡先を手に入れ、市内のカフェで密会を持ちかけたらしい。事前に記者を雇い、「真壁家の孫を路頭に迷わせるはずがない」という母性に賭けて、うまく話がまとまれば、すぐにでも「真壁家との婚約」をニュースとして世間に流すつもりだったようだ。……が、甘かった。真壁夫人は、そんな程度の手には乗らない。彼女は、テーブルに置かれた妊娠検査の報告書に目もくれず、そのまま無造作にゴミ箱へと投げ捨てた。「綾瀬美優、うちから金を受け取って姿を消した時点で、あんたの役目は終わってる。どこの誰かもわからない腹の子なんかで、私が『孫』だと認めるとでも?笑わせないで。うちの子ももう二十八。お遊びくらい見逃してやるけど、だからってうちの門をくぐれると思った?本気でそう思ってるなら、まず七年前に渡した二千万円、耳揃えて返しなさい。それから話を聞いてあげてもいい。それができないなら、さっさとその妄想も一緒にゴミ箱に捨ててきなさい」その言葉に、綾瀬は顔を引きつらせながらも、必死に食い下がった。「奥様、本当に私のお腹の子は息子さんの子なんです。どうしても信じられないなら、息子さん本人に訊いてください、あるいは結衣さんにだって……!それに……今日のこのやり取り、記者が撮ってます。もし真壁家の名声を守りたいなら――」その言葉が終わる前に。パチン――!真壁夫人の平手打ちが、綾瀬の頬に鋭く走った。「……つまり、あんたのせいで、うちの子と結衣の婚約が潰れたってことね?」綾瀬は、何が起きたのか理解できず、呆然とした顔でその場に立ち尽くした。――でも、私たち業界の人間なら、誰もが知っている。真壁家の当主が若い頃、かなりの遊び人だったこと。そしてそのせいで、真壁夫人が妊娠中に何人もの「関係者」が押しかけてきた過去があること。それ以来、真壁家の当主もさすがに改心して、多少は真面目になったらしい。その結果、真壁夫人は「愛人」と「脅し」がこの世で一番嫌いなのだ。綾瀬は、その地雷を思いきり踏み抜いたのだった。真壁夫人は、鋭い視線で周囲を一瞥しただけで、ボディガードたちがすぐに動いた。近くに潜んでいた記者、
隼人は、私がここまで冷たくなるとは思っていなかったのだろう。急いで言葉を重ねようとしていたその表情が、ぴたりと凍りついた。目には、どこか懇願にも似た光が揺れていた。「……結衣」その呼び方――まるで、ふたりが付き合い始めた頃みたいだった。あの頃、彼が綾瀬のことを思い出して落ち込んでいたとき、私はいつも隣で慰めていた。校庭の芝生に並んで座って、私は一生懸命彼を笑わせようとしていた。そして彼は、こう言ったんだ。「……結衣、君に出会えて、本当によかった」私は時計に目を落とし、ため息をひとつついた。「……隼人、もう終わりよ。あなたにチャンスは残ってない。どうしても綾瀬を忘れられないなら、それでいいじゃない。彼女と幸せになればいいのよ。もう、私の前に現れないで。初恋の人が戻ってきて、心の空白が埋まった。そこまで深く愛してない婚約者が、自分から去ってくれた。それってあなたにとって最高の結末でしょ?なのに、どうして私が『裏切った側』みたいな顔をされなきゃいけないの?お互い、大人としてきれいに終わりにしましょう。社交の場でまた顔を合わせることもあるんだから、みっともない真似はやめて」私は一度、彼を上から下まで見て、くるりと背を向けて車に戻った。隼人は、綾瀬と上手くいかなかったことに後悔してる。けれど、彼は綾瀬の出自を心の底では見下していた。そして私の愛と献身には、あぐらをかいていた。どうせ、私は離れないと思っていたのだろう。――でも、本当に私が離れて初めて、彼は気づいた。それが、手遅れという形で。彼はようやく、自分の姿を見つめ直したのかもしれない。三日三晩の張り込みのせいで、仕立てのいいスーツは皺だらけ。顔には無精ひげ、髪も乱れて、かつての「エリート・真壁隼人」の面影はどこにもなかった。今の彼を路地裏に放り出せば、ただの仕事を失った中年男にしか見えない。そう思っているうちに、運転手がアクセルを踏み、隼人をバックミラーの中へと置き去りにした。――あれから、私はもう隼人と会うことはなかった。ただ、父から時々耳にしたのは、真壁家がまるで必死になっているかのように、次から次へと私たちの会社に案件を持ってくるという話。でも、私たち菊間家にとって、彼らの援助なんて必要ない。私たちは
私は静かに微笑んだだけで、何も言わなかった。隼人は最初から、私のことなんて本気で見ていなかった。もし、少しでも気にかけてくれていたなら気づけたはずだ。私と悠真が、十五歳まで同じ敷地で育ったことに。その後、私の家は南へ行商に、悠真の家は北で政界に進み、道が分かれた。それだけ。もしそれがなければ――そもそも私は、隼人なんかと出会ってなかった。「……結衣と僕は、小さい頃からずっと一緒だった。だから、結衣と結ばれたことは、人生で一番の幸運だったと思ってる。それに、伯父さんと伯母さんにも――結衣の将来を任せてもらえたこと、本当に感謝してる」その言葉に、隼人は鼻で笑った。「はっ、そんなのありえない!お前が愛してたのは俺だろ!結婚式の準備だって、全部お前が自分でやってたじゃないか!簡単に諦めるなんて、お前らしくない!……病気のときに会いに行かなかったから?それとも、あの席で美優をかばったことがそんなに気に食わなかったのか?俺は、そんなくだらないことで終わらせるようなお前じゃないって信じてた!」隼人は取り乱したように叫び、綾瀬がそっと袖を引いても気づかない。「……隼人、やめてよ。みんな見てるんだから……あとで落ち着いてから、結衣さんとふたりで話せば……結衣さんなら、きっとわかってくれるって……」でも、隼人は必死に記憶をたどっていた。最近、何かおかしかっただろうか?何か兆しは?……思い返しても、思い当たる節がない。それもそのはず。彼はただ、表面だけを見て、私の心を一度も覗こうとしなかった。――確かに、私はかつて、隼人を愛していたのかもしれない。私たちの関係は、穏やかで衝突も少なく、彼は気配りもできて、良い恋人だった。恋から結婚へと続く道は長かったけれど、大きなドラマもなかった。だからこそ、私は彼の心の痛みに無理に触れることもせず、ただそっと寄り添ってきた。だけど。……それは「愛されている」とは違ったんだ。結婚のことで、私は何度、父とぶつかってきただろう。ただでさえ親の反対を押し切ってのことだったのに、それでも私は隼人と一緒にいたくて、何度も何度も言い返した。知らない誰かと新しく感情を築くのが怖かった。半端な人生をもう一度やり直す勇気なんて、なかったから。だからず