“Love looks not with the eyes, but with the mind.” (Cinta tidak memandang dengan mata, melainkan dengan pikiran. William Shakespeare)...Istana Velmont Raya,Suasana kamar sang putri tampak temaram. Jendela kaca terbuka tetapi tirainya dibiarkan tertutup. Clarissa duduk dengan malas sembari membaca sebuah kitab tentang sejarah Velmont Raya. Di sampingnya, suaminya tampak teraniaya. Sudah satu jam berlalu, ia memijat pundak istrinya yang katanya pegal. “Cedric,” panggilnya tiba-tiba. Ia menutup kitab lalu menaruhnya di sampingnya. Ia menatap suaminya dengan mata yang menggemaskan seperti tatapan seekor kelinci yang lucu. Ksatria itu menatap istrinya, menarik tangannya juga. Ia melakukan senam jari karena ia juga pegal akibat terlalu lama memijit istrinya. “Ya, Kelinci kecil?”Clarissa menelan saliva. Alisnya berkerut, ragu, lalu ia mendesah pelan. “Aku ingin… sup labu.”Cedric mengangguk cepat. “Baik. Aku suruh dapur—”“Dengan,” Clarissa menyela, matanya menyipit serius, “apel asa
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-04 อ่านเพิ่มเติม