Suatu malam, pertanyaan itu kembali berubah bentuk.Bukan lagi *siapa yang berubah* atau *siapa yang terluka*,melainkan, *siapa yang tidak terdengar?*Pertanyaan itu muncul bukan di rapat, melainkan di lorong sempit pusat logistik baru—tempat para pekerja berganti sif malam. Seorang buruh angkut tua berkata lirih pada Mira, “Kami selalu ada di daftar dampak. Tapi jarang ada di daftar suara.”Kalimat itu tidak menuduh. Justru itulah yang membuatnya berat.Mira membawa kalimat itu ke rapat berikutnya. Ia menuliskannya di papan tanpa nama.**Siapa yang tidak terdengar?**Awalnya, tak ada yang menjawab. Lalu satu orang menyebut, “pekerja kontrak.” Yang lain menambah, “desa kecil di hulu.” Seorang magang berkata pelan, “orang yang tidak bisa membaca papan pengumuman.”Daftar itu tumbuh—tidak rapi, tidak lengkap, tapi nyata.---Perubahan yang menyusul tidak spektakuler. Tidak ada lembaga baru. Tidak ada undang-undang panjang. Hanya satu kebiasaan tambahan: sebelum keputusan besar, satu ku
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya