Rael memulai kehidupan barunya di sebuah kota kecil bernama Wilin. Ia datang tanpa membawa nama besar, tanpa pengawal, dan tanpa jejak masa lalunya sebagai penasehat kerajaan. Identitas itu ia kubur dalam-dalam. Baginya, kebebasan jauh lebih berharga daripada kekuasaan.Di Wilin, hari-harinya berjalan sederhana. Ia menyewa rumah kecil di pinggir kota, dekat dengan pasar dan perpustakaan tua yang jarang dikunjungi. Tempat itu menjadi pelariannya—rak-rak berdebu yang menyimpan berbagai ilmu pengetahuan dari masa lalu. Rael menghabiskan banyak waktu di sana, membaca, mencatat, dan sesekali membantu penjaga perpustakaan merapikan buku.Kehidupan yang tenang itu perlahan ia nikmati. Tidak ada intrik politik, tidak ada perintah kerajaan, dan tidak ada tuntutan selain menjalani hari dengan damai. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Rael merasa hidup sebagai dirinya sendiri.Namun, ketenangan itu tidak berlangsung selamanya.Suatu hari, bisik-bisik mulai terdengar di pasar. Warga berbi
Read more