Rael tetap melayang di depan inti pilar yang berdenyut seperti jantung raksasa, namun kali ini tubuhnya tidak langsung bergerak. Tatapannya tertuju pada kegelapan di balik portal, tempat suara itu berasal. Tekanan yang keluar dari sana berbeda—lebih tua, lebih dalam, dan membawa sesuatu yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan kekuatan. Ia menghela napas perlahan, lalu berkata dengan suara rendah, “Aku kira kau masih bersembunyi di balik bayangan.” Di dalam kegelapan, sesuatu bergerak, lalu suara itu kembali terdengar, lebih jelas dan lebih dekat, “Dan aku kira… kau sudah mati saat itu, Rael.”Rael tersenyum tipis, namun matanya tetap tajam. “Kita berdua salah, sepertinya.” Energi di sekitar pilar mulai bergetar tidak stabil, seolah merespons keberadaan dua entitas yang saling berhadapan. Sosok di dalam portal belum sepenuhnya keluar, tapi siluetnya mulai terlihat—tinggi, ramping, dan diselimuti kegelapan yang pekat seperti tinta. “Kau berkembang,” lanjut suara itu, “lebih cepat dari y
Read more