Saat itu, Ravika yang sedang membungkuk membetulkan genggaman kuas seorang anak, merasakan kehadiran mereka terlebih dahulu. Dia melirik ke atas bahunya, dan untuk sesaat, dunia seolah berhenti. Mata hijau Alya yang dingin sudah menatapnya langsung, seperti pedang yang menembus lapisan tenangnya. Ravika berdiri perlahan, menyuruh anak-anak untuk melanjutkan lukisan mereka. “Bu Ravika, ini Ibu Alya dari DharmaLux Corporation. Beliau ingin berbincang langsung tentang pengalaman Ibu memanfaatkan ruang baca untuk kegiatan belajar,” ucap Bu Lestari. “Selamat pagi, Ibu Alya,” sapa Ravika, berusaha mati-matian agar suaranya tidak bergetar menghadapi istri dari ayah anaknya. Dia mengulurkan tangan. Jemarinya terasa dingin. “Selamat pagi, Bu Ravika,” balas Alya, menjabat tangan itu dengan genggaman yang hangat, terlalu terkendali, dan singkat. Senyumnya tidak mencapai mata. “Kami senang mendengar fasilitas ini sangat bermanfaat.” “Sangat bermanfaat, Ibu. Anak-anak menjadi lebih antusia
Terakhir Diperbarui : 2025-12-15 Baca selengkapnya