Satu minggu berselang, Zatulini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dengan wajah yanh masih tampak pucat, wanita itu keluar dari dalam taksi. Sejurus kemudian, tatapannya tertuju pada seseorang di seberang jalan. Itu adalah Kama, pria itu kemudian berjalan ke arah Zatulini berdiri. “Bagaimana kabarmu, Bibi?” tanyanya dengan mengulas senyum. “Tuan Muda, kenapa kau ada di sini.” “Tentu saja, karena aku ingin mengunjungimu.” “Ayo, mari kita ke rumah.” Zatulini kemudian merentangkqn tangannya untuk mengaja Kama berjalan menuju rumah. “Sutra pergi dari rumah,” ujar Zatulini tiba-tiba saat mereka sampai di ambang pintu. “Kenapa?” “Entahlah. Anak itu memang susah diatur.” Seketika Kama menyunggingkan senyum samar. “Tuan, kau mau minum apa?” tawar Zatulini. “Tidak perlu. Duduklah sini.Aku ke sini untuk menanyakan sesuatu penting terhadap dirimu.” “Sesuatu? Tentang apa?” “Kau pernah menunjukkan sebuah berkas padaku, tapi tidak jadi. Sekarang aku ingin
Last Updated : 2025-12-16 Read more