Nathan tersenyum jahat, "Kau menginginkan ini sejak dulu, kan? Sekarang rasakan." Nathan mulai menggoyangkan tubuhnya perlahan. Nasha meracau tak jelas, "Sayang, perih, sakit, hentikan... enak sayang, terus, lebih cepat." Setelah setengah jam, teriakan Nasha di awal kini telah berubah menjadi desahan nikmat. Sampai akhirnya mereka juga mencapai garis finish secara bersamaan, dan Nasha ambruk di dada Nathan. "Sayang, kini aku milikmu, aku sangat bahagia sekali." Tiba-tiba ia berhenti, saat itu ia baru teringat pada Rania yang masih duduk diam di samping mereka. Nasha menoleh dengan tatapan memohon maaf, "Kakak, aku..." dengan tulus Nasha meminta maaf pada Rania, bahkan memanggil gadis yang lebih muda tiga tahun darinya itu dengan sebutan kakak. "Sudahlah, jika Nathan menerimamu, itu artinya kau bagian yang penting dari hidupnya. Mana mungkin aku keberatan. Terima kasih kau sudah menemani dan merawat Nathan selama lima tahun ini, dan juga untuk bertahan menahan godaan untuk be
Last Updated : 2025-12-02 Read more