Ibra memeluk kemudian mencium kening Aya cukup lama. "Aku pergi dulu. Kamu istirahatlah. Keamanan akan berjaga di depan selama dua puluh empat jam penuh.""Iya, Mas. Kamu hati-hati di jalan. Kamu juga harus jaga diri, Mas," ujar Aya lembut. Akan tetapi wanita itu menyimpan kekhawatiran pada suaminya dan kasus yang sedang mereka hadapi."Iya." Ibra tersenyum tipis. Ia kembali memeluk sang istri, mengusap lembut perutnya yang besar, lalu segera pergi meninggalkannya bersama asisten rumah tangga mereka.Aya hanya bisa menatap punggung Ibra yang mulai menjauh. Ia tahu, suaminya tidak akan menjadi orang yang sama lagi setelah malam ini. Monster di dalam diri Ibra telah terbangun.*Pagi itu, gedung Bagaskara Group tampak sepi dari luar, namun di lantai teratas, terdapat kesibukan yang tidak biasa. Samuel sudah menunggu di depan lift dengan tumpukan map tebal di tangannya. Di belakangnya berdiri seorang pria tegap berjaket kulit hitam dengan tatapan mata yang tajam. Yudha, seorang detektif
Mehr lesen