Aruna terdiam, menatap wajah Sagara yang kini terlelap dengan damai. Kepala pria itu masih bersandar di dadanya, bibirnya mengulum lembut puncak payudara kirinya, napasnya teratur dan hangat menyapu kulit Aruna yang masih sensitif. Gerakan kecil saat Sagara menelan dalam tidurnya membuat Aruna tersentak pelan, getaran kecil menyebar ke seluruh tubuhnya.“Ngh.”Ia menggeleng tadi, saat Sagara dengan suara serak meminta izin membuka celananya. Pria itu tak memaksa, hanya mencium keningnya pelan, lalu kembali ke posisi semula, seperti anak kecil yang mencari kenyamanan, hingga akhirnya tertidur dalam pelukannya.“Aku nggak ngerti sebenarnya kita apa, Sa,” bisik Aruna.Setiap hembusan napas Sagara di kulitnya seperti sentuhan api yang pelan tapi tak pernah padam. Ia mengusap rambut pria itu perlahan, jari-jarinya menyusuri helai-helai rambut yang sedikit basah karena keringat tadi.“Sa,” bisik Aruna hampir tak bersuara, seolah takut membangunkannya.Sagara bergumam kecil dalam tidur, bibi
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-05 อ่านเพิ่มเติม