Mobil melaju perlahan meninggalkan area kantor notaris. Senja turun dengan warna jingga pucat, menempel di kaca depan seperti sisa hangat yang belum rela pergi. Di dalam kabin, musik diputar pelan, instrumental tanpa lirik yang cukup untuk mengisi ruang tanpa mengganggu pikiran.Sagara menyetir dengan fokus, tapi jemarinya masih menggenggam tangan Aruna di atas konsol tengah. Sedangkan, Aruna memandang ke luar jendela beberapa detik, lalu beralih menatap tangan mereka. Jarinya bergerak kecil, mengusap punggung tangan Sagara dengan ibu jari, gerakan refleks yang sering ia lakukan dulu, sebelum semuanya berantakan.“Sa,” panggil Aruna akhirnya.“Hm?” Sagara menoleh sekilas, lalu kembali ke jalan.“Kamu kelihatan... lebih tenang,” ucap Aruna pelan, seolah takut merusak sesuatu yang rapuh.Sagara tersenyum kecil. “Karena untuk pertama kalinya setelah lama, saya tidak merasa sedang dikejar waktu.”Aruna mengangguk, menelan napas. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan, tapi satu pertanyaan
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-20 อ่านเพิ่มเติม