Malam datang dengan tenang, membawa udara yang lebih dingin dari biasanya. Lampu kamar Sagara redup, hanya satu lampu meja di sisi ranjang yang menyala, memantulkan cahaya hangat ke dinding berwarna netral. Tirai jendela sudah tertutup rapat, menyisakan dunia luar di balik kaca, jauh dari ruang kecil yang kini terasa semakin intim.Aruna sudah berbaring sejak setengah jam lalu. Tubuhnya miring ke kanan, membelakangi Sagara, kepalanya bertumpu pada bantal pria itu. Selimut menutupi mereka hingga sebatas pinggang, menyatukan kehangatan dua tubuh yang sudah terlalu sering berbagi ruang belakangan ini. Napas Aruna teratur, tapi belum sepenuhnya tertidur.Sagara duduk bersandar di penyangga kasur, kaki terjulur lurus ke depan. Laptop terbuka di pangkuannya, layar menampilkan dokumen-dokumen yang harus ia cek malam ini. Kacamata bacanya kembali bertengger di hidung, rambutnya sedikit berantakan, tanda kelelahan yang belum sepenuhnya ia akui.“Tangan kamu dingin,” gumam Aruna tiba-tiba, suar
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-20 อ่านเพิ่มเติม