Jay menegang. Tatapan matanya mengeras, dingin dan tak berkedip. “Kamu langsung memvonis dia berbahaya.”Helena terkekeh pelan, lalu mengangkat kedua tangannya seolah menyerah. “Jangan salah paham, Jay. Ini baru dugaan awal. Saya belum menarik kesimpulan apa pun.” Jay tetap diam. Rahangnya mengeras, jelas tak sepenuhnya menerima penjelasan itu. Di sisi lain, Vanya menunduk, ia merasakan cemas, takut, sekaligus canggung—seolah ia berdiri di tengah dua orang yang saling mengenal terlalu lama, dengan rahasia dan ketegangan yang tak ia pahami.Helena mengalihkan perhatian, menoleh ke arah perawat. Sebuah tatapan singkat, penuh makna, menjadi isyarat tanpa kata.Sang perawat mendekati Vanya dengan senyum ramah dan profesional. “Silakan, Nona.”Vanya menghela napas pelan, mengumpulkan keberanian sebelum akhirnya mengangguk. “Baik.”Waktu berjalan terasa lebih lambat dari yang Vanya kira. Dan kini, mereka di ruang pemeriksaan khusus. Vanya duduk di kursi pasien, tangannya dingin meski AC ti
Last Updated : 2026-01-29 Read more