Dengan napas berat, Elara akhirnya mengangguk setuju untuk ikut dengannya.“Aku akan pulang lebih awal jika kau mengingkari janjimu, Duke!”Valerius menatap lekat wajah Elara lalu berbisik, “Kau akan pulang denganku, dan aku siap dimaki olehmu jika aku melanggar janjiku.”Kemudian keluar dari kamar tersebut meninggalkan Elara yang sedang diliputi banyak pertanyaan karena sikap aneh suaminya itu.Tak lama kemudian, empat pelayan bergerak lincah, jemari mereka menari di atas kain satin dan sutra, sementara uap dari setrika arang mengepul di sudut ruangan.Di tengah kerumunan itu, Elara duduk mematung. Wajahnya yang biasanya pucat kini tampak bercahaya karena polesan bedak tipis, namun matanya tetap sedingin danau yang membeku.“Berhenti menarik ikat pinggangnya terlalu kencang,” ucap Elara datar kepada pelayan di belakangnya. “Aku ingin bernapas, bukan menjadi patung pajangan.”“Maaf, Duchess. Duke berpesan agar gaun ini melekat sempurna pada pinggang Anda,” jawab pelayan itu sambil men
続きを読む