“Menurutku itu memang aneh, bukan?” Suaranya pelan, hampir seperti gumaman. Namun pikirannya jelas belum berhenti bekerja. “Kalau pencuri itu masuk untuk mengambil Snow, lalu bagaimana dia keluar dari pekarangan belakang itu?” lanjutnya, menatap Corentine. “Apakah dia akan menunggangi Snow dan melompati tembok?” Ia menggeleng sedikit, meski gerakan itu membuat kepalanya terasa berat. “Mustahil. Terlalu tinggi. Snow harus bisa terbang kalau begitu…” Corentine memperhatikannya dalam diam.Ada sesuatu yang hampir menyerupai senyum di sudut bibirnya—bukan karena lucu, tapi karena tahu arah Alize tidak akan berhenti. Ia mengulurkan tangan, menyentuh jemari Alize dengan lembut. “Cukup,” ujarnya pelan. Nada suaranya tidak memerintah. Lebih seperti membujuk. “Kau terlalu memikirkan hal itu.” Ia membuka mulut, hendak menanggapi, tetapi Corentine memotong lagi. “Dan itu tidak akan membuatmu sembuh lebih cepat,” tambah Corentine, lebih lembut lagi. Alize menatapnya d
Read more