홈 / Romansa / Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan / Bab 210 Kegilaan Karin

공유

Bab 210 Kegilaan Karin

last update 게시일: 2026-08-08 12:34:16

“Jadi, semalam kamu dimana? dr. Haikal tau gak kamu nginap rumah aku?” tanya Karin.

Karin putuskan ia mau bicara dengan Dimas baik-baik, dan hanya punya satu cinta. Saat ini pikiran Karin memang hanya ada Arlan, Dimas ada untuk tameng saja meskipun Karin mulai menyukai Dimas.

“Tau, malam ini dia jemput aku untuk tinggal dengannya, ya udahlah aku gak mau menghindar terus,” jawab Silvi sambil memijat kepalanya.

Silvi tidak bisa tidur, ingat ucapan Papi Karin. Padahal Silvi pikir, Silvi tidak mu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 540 Selama Kamu Disampingku

    “Ini mau kemana sih, Sayang?” Sepertinya bukan menuju ke bandara.Keesokan paginya, alih-alih menuju bandara, mobil sedan mewah mereka justru berhenti di stasiun khusus.Arlan menuntun Karin menuju peron, tempat di mana sebuah legenda di atas rel telah menanti dengan anggun.Venice Simplon-Orient-Express!Kereta paling mewah dan legendaris di Eropa yang akan membawa mereka melintasi perbatasan negara menuju Italia.“Sayang, kita mau naik kereta ini?” tanya Karin dengan mata membelalak tak percaya saat melihat jajaran gerbong kereta berwarna biru tua dan emas bergaya Art Deco tahun 1920 an yang sangat megah berdiri di hadapan mereka.“Katanya mau langsung lanjut ke negara lain, kan? Liburan sebulan kita terlalu berharga kalau cuma dihabiskan dengan stres mengantri di bandara,” bisik Arlan lembut sambil memberikan senyum tipis andalannya.Seorang steward pribadi berpakaian seragam jubah rapi menyambut mereka dengan membungkuk hormat, mengambil alih koper mereka.Arlan tidak tanggung-tan

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 539 Kebahagiaanmu Adalah Segalanya

    “Shit! Malah dia juga ikut kesini.”Karin memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil, menatap butiran salju yang kian lebat menutupi jalanan kota Paris. Kilasan pesan dari Silvi tadi memicu kembali memori pahit yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam di sela-sela kesibukan koasnya.Kisah asmara Silvi dan Dokter Diego memang sudah lama kandas, bahkan bisa dibilang tidak pernah berkembang sama sekali.Alih-alih mencari pria lain yang seumur, Silvi justru beralih arah dan malah semakin dekat dengan Papi Rion.Hubungan Silvi dan Papi Rion kini bahkan tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi.Silvi dengan tidak tahu malu sering memamerkan betapa romantisnya Papi Rion yang kerap menjemputnya di depan umum.Bukan itu saja, Papi Rion bahkan sekarang memanjakan Silvi dengan banyak hadiah spektakuler, mulai dari barang-barang bermerek hingga liburan mewah ke Paris saat ini.Cih!Sementara Karin?Karin tersenyum kecut mengingat nasibnya sendiri.Sebagai anaknya, ia justru sama sekali tida

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 538 Supermodel

    “Akhirnya, kita bisa tidur nyenyak malam ini, Sayang.” Karin bahagia sekali. Karin bahkan tidak bisa menggambarkan kebahagiaannya saat ini yang begitu membuncah.Kapal akhirnya bersandar kembali di dermaga sunyi di tepi Sungai Seine.Waktu sudah menunjukkan larut malam, dan hawa dingin Paris kian menusuk tulang seiring dengan salju pertama yang mulai memutihkan jalanan kota.Mobil sedan mewah yang disewa Arlan telah menunggu untuk membawa mereka kembali ke hotel.Namun, sepanjang perjalanan di dalam mobil, mata Karin sama sekali tidak bisa beralih dari kaca jendela.Tatapannya terus tertuju pada Menara Eiffel yang berdiri megah di kejauhan, memamerkan kerlipan lampu keemasannya yang seolah membelah pekatnya badai salju tipis malam itu.Padahal, sesuai jadwal yang mereka susun, agenda untuk mengunjungi ikon Paris itu baru akan dilakukan keesokan harinya.Arlan yang duduk di sampingnya menyadari hal itu. Sebagai suami dan mantan konsulen yang terbiasa membaca gerak-gerik orang, ia begi

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 537 Pasien Pertama Di Eropa

    “Makanannya buat kamu puas gak malam ini?” tanya Arlan.“Puas banget dong, malah mau datang lagi tapi aku tau kalau perjalanan honeymoon kita panjang, Sayang.” Karin bergelayut mesra di lengan kekar Arlan.Begitu mereka selesai dinner dan melangkah keluar dari kehangatan restoran, sebuah sedan mewah sewaan Arlan sudah menunggu untuk membawa mereka ke dermaga pribadi di tepi Sungai Seine.Karin mengira mereka hanya akan berjalan-jalan di sepanjang tepi sungai, namun matanya langsung membelalak ketika Arlan menuntunnya menuju sebuah private yacht berdesain klasik modern yang telah disewa khusus untuk mereka berdua.Tanpa perlu Karin meminta, Arlan sudah tahu semua yang Karin impikan sejak lama.Ia tahu persis bahwa menyusuri Sungai Seine di malam hari, melihat Paris dari atas air adalah impian masa remaja Karin yang sering ia ceritakan saat mereka masih sibuk mencuri waktu di sela-sela jam kerja rumah sakit.“Sayang, kita naik ini berdua saja, serius?" tanya Karin takjub saat kapten kap

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 536 Jadi Ratu Semalam

    “Sayang apa itu?Suara Karin bergetar, matanya langsung berkaca-kaca menatap troli perak yang baru saja didorong oleh pelayan restoran Le Cinq.Arlan memberikan kejutan lagi malam ini.Di atas troli itu, terdapat sebuah buket raksasa mawar merah merekah dan sebuah kotak beludru hitam kecil yang baru saja dibuka oleh Arlan.Di dalamnya, berkilau sebuah set perhiasan berlian murni, kalung dengan liontin soliter dan sepasang anting yang memantulkan kemilau lampu kristal hotel.Karin terharu, sampai menutup mulutnya dengan satu telapak tangan karena tidak percaya.Tidak hanya itu, sebagai pelengkap, tersaji Saint Honore, salah satu kue paling enak dan ikonis di Paris.Kue mahakarya pastry Prancis ini memiliki dasar puff pastry mentega yang super renyah, dikelilingi choux bun (sus kecil) berselimut karamel tipis yang berkilau seperti kaca.Bagian tengahnya dipenuhi creme chiboust vanilla Madagaskar yang sangat lembut, lalu dihias anggun dengan semprotan whipped cream berbentuk kelopak bung

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 535 Dinner Penuh Kejutan

    “Kamu nyangka gak aku bawa kesini?” tanya Arlan sambil memandang ke sekeliling Restoran. Lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit Le Cinq, restoran bintang tiga Michelin di dalam Four Seasons Hotel George V Paris, memantulkan cahaya keemasan yang begitu megah. Dindingnya dilapisi kain sutra brokat bernuansa neoklasik, lengkap dengan rangkaian bunga mawar putih segar yang tingginya hampir menyamai pelayan berbaju jubah rapi di sana. Tempat ini adalah definisi nyata dari kemewahan Paris, tipe restoran yang membuat seseorang otomatis memeriksa saldo rekeningnya setiap kali pelayan menuangkan air putih. Karin ikut mengedarkan pandangannya, matanya berbinar menatap arsitektur megah di sekeliling mereka, lalu beralih pada suaminya yang duduk di hadapannya dengan setelan jas hitam yang sangat pas di tubuh. “Hemm, makasih ya, Sayang,” bisik Karin setengah tertawa, mencondongkan badannya ke depan meja berbahan marmer putih. “Dua tahun koas, baru kali ini aku ngerasa marta

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 3 Pelajaran Menyentuh

    Suara dr. Arlan dari dalam ruangan terdengar datar. Tangan Karin terhenti di kenop pintu. Ia menunduk menatap penampilannya. Rok yang ia kenakan menggantung di atas lutut, mengekspos paha dan kaki jenjangnya dengan jelas. Masuk ke ruangan tertutup berdua saja dengan konsulen menggunakan pakaian se

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 2 Panggilan Pertama

    Tiba-tiba, dr. Arlan Pradipta datang. Rahangnya mengeras. Sorot matanya menyapu ruangan tanpa ekspresi empati sedikit pun. “Apa ini? Kenapa kau diam saja,” ucap Arlan sambil menatap tajam Karin. Koas ini mematung dengan tangannya yang gemetaran. “Lakukan! Periksa apa yang terjadi pada pasien,”

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status