Bara menghentikan motornya beberapa meter di luar gerbang utama Kuningan Residence. Dari balik kaca helmnya, pandangan matanya menajam, mengunci pergerakan taksi online mewah yang membawa Alana. Mobil itu tampak berhenti sejenak di depan pos penjagaan berlapis baja, sebelum palang pintu otomatis terangkat dan membiarkannya melesat masuk menuju area lobi menara utama. Napas Bara memburu kencang. Tanpa membuang waktu, ia memutar gas motornya, berniat mengekor masuk ke dalam kompleks elit tersebut. Namun, baru saja roda depannya menyentuh garis pembatas pos, dua orang petugas keamanan bertubuh tegap dengan seragam hitam legam langsung melangkah maju, menghadang jalannya dengan tegas. "Selamat sore, Mas. Maaf, ada yang bisa dibantu? Mau berkunjung ke unit mana?" tanya salah satu petugas dengan nada formal, namun tatapannya menelisik tajam dari atas ke bawah. Bara membuka kaca helmnya, mencoba bersikap seberani mungkin. "Saya mau masuk, Pak. Mau nyusul teman
อ่านเพิ่มเติม