Alana tertawa hambar sambil mengelus pergelangan kakinya yang sama sekali tidak sakit. "I-Iya, Kei. Lantainya licin banget, makanya agak oleng tadi. Yuk, langsung masuk ke ruang tengah saja!"Keira tidak menjawab, hanya tersenyum tipis yang membuat bulu kuduk Alana meremang. Begitu masuk ke ruang tengah, Elara langsung melompat ke atas sofa beludru raksasa. "Al! Gila, TV lo segede gaban begini! Ada Netflix-kan? Malam ini kita wajib movie marathon!""Ada kok, El. Bebas pakai saja," jawab Alana, berusaha bersuara senormal mungkin. Pandangannya melirik ke arah pintu kamar utama yang tertutup rapat. 'Mas Aksa pasti ada di dalam,' batinnya menjerit panik."Gue mau ganti baju dulu ya, baju gue bau asap knalpot motor Bara tadi," kata Elara sambil bangkit berdiri."Eh, jangan di kamar utama, El!" seru Alana cepat, menghadang jalan Elara. "K-Kamar mandi luar ada di sebelah sana. Baju ganti aku ambilin dulu, kalian tunggu di sini saja ya!"Alana langsung melesat masuk ke dalam kamar utama dan m
อ่านเพิ่มเติม