“Gimana, Sayang?” tanya Rumi penasaran. “Belum dijawab, mungkin mereka lagi pada sibuk, Mas. Aku jadi penasaran banget, sumpah,” ucap Nadia sambil berbaring di atas ranjang itu, matanya tak lepas menatap layar ponsel yang tak kunjung memberikan notifikasi baru. “Aku coba telepon Yuyun,” ucap Rumi. Ia segera mencari kontak Yuyun dan menghubunginya lewat ponselnya sendiri. “Dijawab nggak, Mas?” tanya Nadia tak sabar. “Ssh...” Rumi memberi isyarat agar Nadia tenang. Tak lama, suara Yuyun terdengar di seberang sana, “Iya, Mas Rumi?” “Yuyun, istri aku tadi telepon, kamu nggak jawab. Ada apa di rumah?” tanya Rumi. Nadia segera bangkit dan merapat, bersandar di bahu suaminya agar bisa mendengar setiap kata dengan jelas. “Maaf banget, Mas. Lagi ramai di rumah. Tadi HP saya di atas meja makan,” jawab Yuyun dengan nada cemas. “Di rumah ada polisi, Mas. Ada Bripda Indra juga.” Dari latar belakang suara Yuyun, terdengar sayup-sayup teriakan Bu Ratu yang melengking, penuh dengan makian dan
Read more