“Ayo, Nad. Kebetulan dia masih di kamar inap, soalnya nanti mau pindah ke ruang operasi,” ucap Ayah Vega sambil tersenyum tipis, berusaha mengusir kecanggungannya sebelum melangkah menuju kamar tempat putrinya dirawat. “Kalau boleh tahu, Vega sakit apa, Om?” tanya Nadia pelan, suaranya terdengar tulus, tanpa ada nada menyudutkan sedikit pun. Ayah Vega berdeham, ia harus menyusun kebohongan sehalus mungkin. “Itu sih... ya sakit biasa, kecapean. Kurang cairan,” jawabnya sambil tersenyum kaku, menutupi rasa kecewa dan malu yang mendalam terhadap perilaku sang anak. Nadia mengangguk, ia tidak menaruh curiga sama sekali. “Oh... iya sih. Aku juga pernah mengalami itu, badan rasanya sampai sakit semua. Tapi memang nggak sampai harus operasi juga sih, Pa,” ucap Nadia sambil tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana. “Kebetulan dia ada masalah batu empedu,” timpal Ayah Vega cepat, memberikan alasan yang menurutnya paling masuk akal untuk menutupi tindakan medis yang sebenarnya. “Ah...
Read more