Share

Bab 6

Author: Thaiteaa
last update publish date: 2026-05-06 18:04:33
"Mas Alfan bikin kaget tahu, " Ulang Karina menutupi rasa gugupnya, karena Alfan berdiri terlalu dekat sekali.

"Telinga kamu saja yang bermasalah, saya sudah bertanya tadi, kamunya nggak denger, " Sarkasnya tidak mau kalah, masih berdiri di dekat Karina dengan kedua tangannya terkubur dalam kantong celana.

"Kamu ini masak apa sih? Bikin ruangan ini baunya menyengat, " Seloroh Alfan masih menggosok hidungnya yang merah.

"Tunggu dulu Mas, saya masak capcay sama balado ayam. Duduk dulu ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 92

    Apa maksudnya dari ucapan Zaki? Apakah tiba-tiba Zaki tidak menyetujui dan marah dengan pernikahan mereka? "Kamu tau Abnah selalu tunggu kamu untuk bisa di ajak nikah, kamu gak adil tinggali abang gitu aja bahkan saat abang belum sempat kasih kamu kepastian" Ucap Zaki. "Bang, ini semua sudah terjadi itu tandanya kita tidak jodoh. Dan aku juga di sini di jodohin" Ucap Karina. "Tidak ada yang tidak mungkin, kamu nikah juga Terpaksa kan sama suami kamu? Kalau begitu ceraikan saja dia kemudian nikah bersama Abang "ucap Zaki tidak ada beban di wajahnya. "Untuk calon anak kamu tenang saja abang siap bertanggung jawab untuk itu" Ucap Zaki lagi. "BANG? STOPP YA" Ucap Karina. PLAKKKUcapan stop dari Karina diakhiri dengan bunyi tamparan nyaring di pipi kanan Zaki, Karina pikir Zaki dudah benar-benar merelakannya namun sekarang ia tau Zaki tidak benar-benar mengikhlaskan nya. "Stopp, Karina bilang stopp" Ucap Karina sambil sesegukan. Airm mata Karina menetes"Abang jahat banget, Abang b

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 91

    Karina mengambil handphone dan juga handbag nya, tak lupa kunci mobil juga ia ambil di gantungan muncu dekat pintu. Mobil fi kemudikan Karina menuju rumah sakit ternama ia dan Galih memutuskan untuk mencari rumah sakit dengan pelayanan dokter obgyn terbaik. Rumah sakit tersebut tidak besar tapi dapat mereka rasakan fasilitas dan pelayanan yang di berikan di sana sangat baik. Tak seperti biasanya pagi menjelang siang ini Karina lihat poli kandungan cukup ramai untuk saja dia sudah meminta tolong untuk ambilkan nomor antrian kepada salah satu dokter kenalan Alfan. "Ibu Karina, silahkan masuk. Dokter nisa nya sedang dalam perjalanan" Ucap salah satu perawat."Loh ini? " Tanya Karina. "Ini sudah mulai periksa sama bidan bu, silahkan masuk dulu bu sembari menunggu dokter nisa" Ucap kembali perawat. Karina mengucapkan terimakasih kasih kemudian masuk ke ruangan periksa. "Selama siang bu, silahkan berbaring dulu ya untuk pemeriksaan ya" Ading, karina sangat asing dengan bidan ini seb

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 90

    Setelah selesai makan dan segala jenis cemilan yang di sajikan Alfan kembali membuka suara. "Sudah kenyang hm? Ada yang mau di pesan lagi? " Anya Alfan pada Karina. "Sudah Mas, aku kenyang banget. Terima kasih" Ucap Karina. "Sama-sama, kiss dulu dong" Alfan menunjuk pipinya. Dengan senang hati Karina mencium pipi sang suami. Setelah makan merek menuju tempat yang di tuju oleh Karina,y candi borobudur untuk menikmati keindahan yogyakarta di malam hari. "Masih mual gak perutnya?" Tanah Alfan. Karina menggeleng "Sudah tidak Mas, tapi enak tau ternyata gudeg itu besok kalau kesini lagi, aku mau beli lagi ya" Ucap Karina. "Iya sayang"Ucap Alfan. " Jangan kan gudeg, duni juga kalau bisa di beli. Bakal di beli sama aku"tambah Alfan sambil terkekeh. "Engga lah Mas, beli dunia buat apa? " Tanya Karina. "Kali-kali kalau ngidamnya pengen beli dunia, Mas pasti beliin itu buat kamu dan baby" "Ada-ada aja kamu Mas" Ucap Karina. ***** Menghabiskan waktu yang

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 89

    Alfan tersenyum lebar, ia berjalan menyusul Karina untuk mengganti bajunya dengan baju yang lebih santai. Sembari berjalan tangannya terus mengotak-atik handphonenya. "Emang kita makan gudegnya dimana mas? " Tanya Karina. "Kamu maunya dimana? Mas turutin" Jawab Alfan enteng. "Kalau di Yogyakarta? Boleh kan? " Tanya Karina ragu. "Boleh lah, ayo kita pergi ke yogya. " Ucap Alfan. "Serius ini Mas? " Tanya Alfan tidak nyangka. "Iya dong, apasih yang nggak buat bunda Karina cantik ini" Gombal Alfan. "I love you Mas Alfan yang kaya tujuh turunan" Ucap Karina"Love you more Bunda Karina cantik tiada taraaa" Tembal Alfan. Mendengar ucapan Alfan Karina langsung bersiap, ia tidak memikirkan menggunakan transportasi apa mereka ke yogya yang terpenting saat ini ia berdandan dengan cantik untuk memenuhi keinginan anaknya ini. 1 jam lebih Karina sudah kelihatan lebih segar dari sebelumnya, celana kulit Highwais coklat mahogany di padu dengan blouse berwarna hijau Alpukat . Gucci bag berw

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 88

    Alfan sudah bersiap dengan pakaian kerjanya, dan ia makai berjalan menuju ke bawah untuk berpamitan ke snah istri. "Eh lagi makan" Ucap Alfan yang berjalan sembari memasang jam tangannya. "Gimana enak gak masakan Mas? " Tanya Alfan. Karina berbalik kemudian ia peluk bahkan ia cium seluruh wajah sang suami. "Terima kasih suamiku, Terima kasih ayah. Sudah membuatkan makanan ini untuk kami, ini enak sekali" Ucap karina. Alfan bernafas lega kemudian ia cium juga Karina sama seperti yang Karina lakukan. "Mas sudah mau berangkat ya? Tapi Karina belum siapin bekal" Ucap Karina merasa bersalah."Belum,masih ada waktu 20 menitan lagi""Kalau begitu Karina buatin menu simpel enak aja ya buat Mas, Mas tungguin" Jawab Karina."Okai bunda Ayah tungguin" Alfan duduk di kursi sembari menunggu Karina yang sudah lebih bersemangat. Tangan Karina bergelut cepat dengan seluruh alah dan bahan dapur yang ia butuhkan, untuk waktu yang hanya sedikit ini Karina mulai menggoreng ayam goreng bawang putih

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 87

    10 menit Karina merasakan tak ada lagi pergerakan dari Alfan, bahkan tangannya yang sedari tadi mengelus perutnya kini sudah terdiam. Ia buka perlahan bantalnya, senyum tipis mengembang di wajahnya melihat suaminya sudah tertidur dengan posisi terduduk. "Maafin Karina ya Mas, maafin kalau Karina nyusahin Mas malam-makam seperti ini" Karina sisir rambut sang suami dengan tangannya kemudian setelah itu ia elus kepala sang suami untuk memeberikan ketenangan. Sesuai ucapan Alfan tadi pukul setengah 4 pagi pintu di ketuk oleh seseorang, Karina terpaksa harus membangunkan Alfan karena tidak mungkin jika ia yang mengambil pesanan itu. "Mas, itu ada Mas go food nya" Ucap Karina, sambil mendoronkan badan Alfan pelan. Lantas Alfan tersentak kaget awalnya namun karena ia berhasil mengatasi keterkejutan nya ia langsung berdiri untuk mengambil pesanannya. "Mas kasih ini untuk kurir nya ya" Karina memberikan uang pecahan lima puluh 1 lembar pada Alfan untuk diberikan pada pengantar makanan itu

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 3

    Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 2

    Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status