Pricilla akhirnya menggigit bibirnya. Matanya mulai berkaca-kaca, tetapi Carsein sama sekali tidak menunjukkan reaksi. Tidak ada usaha untuk menenangkannya, tidak ada permintaan maaf, bahkan tidak ada tatapan iba seperti biasanya.Dengan langkah perlahan, Pricilla akhirnya berbalik dan berjalan menuju pintu. Namun sebelum keluar, ia sempat menoleh sekali lagi.Carsein sudah kembali pada pekerjaannya, seolah keberadaannya di ruangan itu tidak pernah penting. Pricilla merasa bahwa sesuatu di antara mereka benar-benar telah berubah.Pricilla kembali ke kamarnya dengan langkah cepat. Begitu pintu tertutup di belakangnya, ia langsung berhenti di tengah ruangan. Wajah sedih yang sejak tadi ia pertahankan di hadapan Carsein perlahan menghilang, digantikan oleh ekspresi dingin dan penuh kekesalan.Ia masih tidak bisa menerima apa yang baru saja terjadi.Carsein telah mengusirnya.Bukan hanya menyuruhnya beristirahat atau meminta dirinya kembali dengan alasan sedang sibuk. Kali ini, Carsein be
อ่านเพิ่มเติม