Gema suara gemuruh tepuk tangan di ruang rapat utama lantai lima perlahan mereda, meninggalkan atmosfer hangat yang sarat akan rasa hormat dan haru. Pengesahan hukum atas kembalinya Love Corporation ke tangan Hazel telah usai secara resmi. Satu per satu anggota direksi menjabat tangan Hazel dengan penuh rasa hormat sebelum melangkah keluar ruangan.Di sudut meja utama, John masih menatap putrinya dengan Binar kebanggaan yang amat dalam. Sementara itu, Pak Gunawan merapikan sisa-sisa berkas bernilai triliunan rupiah itu ke dalam koper kulit hitamnya."Papa bangga padamu, Hazel," bisik John seraya menepuk pelan bahu Hazel. "Mulai hari ini, posisimu bukan lagi sekadar desainer di bawah naungan orang lain. Kamu adalah pemimpin tertinggi dari warisan teragung Mamamu.""Terima kasih, Papa," jawab Hazel tulus. Suaranya halus namun memancarkan ketegasan jernih. "Hazel janji akan menjaga dan membawa Love Corporation melampaui masa kemajuannya yang dulu."Bu Senja, Miya, Nana, dan Layla yang m
อ่านเพิ่มเติม