Mobil sedan mewah itu melaju kembali menembus sunyinya pemukiman, membelah malam yang kian pekat.Luna mengepalkan tangannya di atas pangkuan, mencoba menekan rasa frustrasi yang menggelegak di dalam dadanya. "Kamu belum menjawab pertanyaanku, Pak Darian," desis Luna, suaranya parau namun tajam menusuk. "Siapa yang membunuh Ayahku?"Darian tetap memfokuskan pandangannya pada jalanan yang sepi. Garis rahangnya mengeras di bawah pendar redup lampu dasbor. "Tidak semua jawaban bisa diberikan dalam satu malam, Luna. Ada beberapa hal yang jika dibuka terburu-buru, justru akan membunuhmu sebelum kamu sempat memahami artinya."Luna menepis tatapannya ke luar jendela, mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Rasa kesal membakar tenggorokannya, tetapi ia tahu menekan pria dingin seperti Darian hanya akan membuang energi.Ketika sedan hitam itu akhirnya berhenti tepat di depan rumah Luna yang temaram, Darian mematikan mesin. Pria itu turun terlebih dahulu, melangkah anggun mengitari kap mobil, lalu
Last Updated : 2026-09-20 Read more