“Jangan pernah menyentuh Luna atau pernikahan kita batal.”Luna bahkan tidak tahu bahwa di sudut lain kota ini, kalimat dingin Darian kepada Selena baru saja menyulut api kecemburuan wanita yang telah membunuh tubuh Yalinda.Luna tidak tahu, bahwa mungkin saja … tubuhnya juga akan mati. Mentari pagi menembus kaca jendela kelas yang berdebu, membiaskan sinar hangat yang kontras dengan kekacauan di kepala Luna Asteria. Luna duduk mematung di bangkunya, mencoba memfokuskan pandangan pada papan tulis di depan. Namun, pikirannya bagai benang kusut yang makin sulit diurai.Satu per satu teka-teki itu berputar tanpa henti. Pesan ancaman yang memanggilnya bodoh, kemunculan mendadak Lion di halte bus, rahasia pria pincang tentang masa lalu Armand, dan tiga liontin berukir identik.Keheningan kelas mendadak terpecah ketika wali Kelas melangkah masuk, menepuk tangan dua kali untuk menarik perhatian seluruh murid.“Anak-anak, harap tenang sebentar,” ujar guru paruh baya itu dengan senyum lebar
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-23 อ่านเพิ่มเติม