Suasana di dalam ruang tamu kecil itu mendadak terasa begitu tenang. Ketenangan yang canggung, berpura-pura domestik, dan sarat akan ironi yang pekat.Di luar, gerimis tipis menyapu kaca jendela, sementara di dalam, Luna berdiri membelakangi Darian, menuangkan air panas ke dalam cangkir porselen kusam. Aroma daun teh melati membumbung hangat, menyamarkan racun permusuhan yang sesungguhnya tengah berkecamuk di antara dua jiwa di ruangan itu.Luna melangkah pelan, meletakkan cangkir teh yang masih mengepul di atas meja kayu. Ia duduk di kursi berhadapan, mengumbar senyum tipis yang dibuat-buat."Sepertinya kamu sibuk sekali belakangan ini soal persiapan pernikahanmu, Pak Darian?" buka Luna, nadanya begitu halus, mengalir ringan bagai obrolan sore biasa.
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-09 อ่านเพิ่มเติม