Ia mencatat semuanya menggunakan pulpen hitam dengan guratan tangan yang rapi, memberikan garis bawah kecil pada agenda yang membutuhkan lampiran dokumen pendukung.Darian yang kembali duduk di balik meja kerjanya mengamati gadis itu dari kejauhan. Awalnya, ia hanya ingin memastikan sekretaris baru ini tidak memicu masalah. Namun, beberapa menit berselang, perhatiannya justru terpaku pada kebiasaan kecil Luna.Setiap kali pikiran gadis itu berproses memecahkan masalah, jemarinya mengetukkan ujung pulpen dua kali ke atas permukaan meja.Ketuk, ketuk. Berhenti seketika. Lalu ketuk, ketuk lagi.Darian membeku.Yalinda memiliki kebiasaan identik itu. Dulu, ketika malam masih muda dan gadis itu mengerjakan tugas kuliahnya di meja makan rumah mereka, Yalinda akan mengetukkan pulpennya dua kali setiap kali menemui rumus yang rumit. Jika Darian mencoba mengganggunya saat itu, Yalinda akan mendongak galak dan berkata, "Tunggu sebentar. Aku sedang berpikir."Darian menatap Luna lebih tajam. Ti
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-11 อ่านเพิ่มเติม