Istri Kampungan Presdir

Istri Kampungan Presdir

Oleh:  Silviarita  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
152Bab
132.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Prisla, gadis cantik yatim piatu. Harus rela menjadi istri bayaran seorang Presdir yang sangat arogan dan sombong. Karena keadaan membuat gadis itu harus iklas menerimanya dan melahirkan anak untuk sang penguasa. Semua itu tidak terlepas dari keserakahan sang Paman yang menjual nya demi melunasi hutang dan untuk membangun kembali perusahaan yang terpuruk. Mampukah Prisla membuat sang Presdir jatuh cinta dengan sikap polos dan lugu nya.?"

Lihat lebih banyak
Istri Kampungan Presdir Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
152 Bab
Rahardian Syah groups
Rahardian Syah ( 28) tahun Pewais tunggal Perusahaan dibawah naungan Expo Groups. seorang CEO muda tampan dan energik, dengan pesona yang begitu memikat para wanita. Namun pria yang akrab disapa Hardian itu tidak pernah mau disentuh oleh sembarang wanita, karena cinta dan hatinya terpaut pada satu wanita yang dipacari nya selama masih sekolah saat dia memakai seragam abu-abu yang bernama Milka. Setiap mengingat Milka emosi nya kembali memuncak, dan melemparkan ponsel nya kelantai begitu mendapat kan laporan jika orang-orang nya gagal menemukan keberadaan Milka, sang pujaan hatinya. "Prraakknngk...." Hardian membanting  kasar ponselnya itu Kedinding Ruangan hingga layar ponsel mahal keluaran terbaru itu hancur dan berserakan di lantai. Bayangan Malam itu kembali berputar di memori Hardian. seperti biasa, Hardian dan Milka memadu kasih di Apartemen mewahnya. tapi kali ini Milka terlihat aneh dan l
Baca selengkapnya
Kesedihan Prisla
Rey langsung menghubungi Aryo, tanpa diduga Aryo langsung menyetujui permintaan Rey, untuk menjamin kan Prisla pada Hardian, agar hutang-hutang lunas dan mendapatkan modal usaha kembali. "Aku setuju sekali dengan tawaran mu Rey, kapan kamu kirimkan uang mukanya. Karena kamu tahu sendiri aku sudah kewalahan menampung Prisla ditambah lagi dengan usaha ku yang bangkrut." Ucap Aryo. "Baiklah aku akan mengirimkan uang muka, selebihnya setelah Prisla menikah dengan bos Hardian." Terang Rey. "Ga...ha...aku setuju sekali, besok pagi Prisla akan kekota dengan bis pertama, tolong kamu jemput dia diterminal takut Prisla tersesat  mengingat ini perjalanan jauh yang pernah ditempuh nya."  "Okey, besok aku akan menjemputnya." "Prisla, bukan maksud Paman memaksa kau,  dan menerima lelaki yang belum kau kenal itu untuk menikahi mu. tapi...kau seorang wanita. harus ada yang menjaga dan mel
Baca selengkapnya
Bertemu Hardian
Nona bersiaplah untuk sarapan, Tuan muda Hardian sudah datang. dia sedang menunggu Nona diluar" terdengar Suara perempuan yang sudah berumur memangil namanya dari luar kamar "Iya sebentar Bi," Prisla mulai mersa cemas dan takut, dia membayangkan wajah calon suaminya lebih kurang dari wajah Tuan takut Sing, yang kejam seperti film India. Prisla gugup dan takut. perlahan dia berjalan mendekati cermin besar, menatap pantulan wajahnya yang tegang. "Apa menariknya diriku ini, semoga saja dia membatalkan niatnya menikahiku, dan aku akan memohon meminta pekerjaan untuk jadi pelayan dirumah ini."  gumamnya Prisla dalam hati. Prisla menyisir rambut nya untuk mengurangi kegugupan. membiarkan rambut panjang bergelombang nya tergerai, melangkah Keluar kamar sambil menunduk. Prisla benar-benar tidak mempunyai keberanian untuk mengangkat kepalanya. Dan menatap pantulan wajahnya. "Aku tidak boleh terlihat cant
Baca selengkapnya
Menikah
"Apa aku Malam ini akan menikah?" Prisla seakan tidak percaya saat tim perias datang kekamarnya, dan membatu memasang kebaya dan merias wajan. "Iya, Nona wani yang paling beruntung. bisa menjadi istri pengusaha kota ini." ucap perias satu lagi. Prisla sedikit gugup, meskipun apa yang dibayangkan nya dulu tidak menjadi kenyataan, namun dia mersa takut juga melihat sikap dingin Hardian. Malam ini, Prisla memandangi seluruh tubuh yang terbalut kebaya putih. dengan ukuran begitu pas dan sesuai dengan warna kulit nya, dia seakan pangling melihat pantulan wajahnya di cermin besar ini. Prisla begitu cantik bak seorang putri. Langkah kakinya terayun pelan menuruni satu persatu anak tangga hotel berbintang, tempat yang sengaja dipilih oleh Hardian untuk melangsungkan akad nikah.  Tidak banyak tamu undangan, hanya Paman Aryo seorang tanpa ada nibi dan sepupunya Gea. 
Baca selengkapnya
Kehidupan baru Prisla
Paginya Prisla terbangun, kamar yang mewah ini terasa sepi Karena ditempati Prisla sendirian, sementara Hardian tidak pulang kerumah semenjak semalam dia langsung menghilang setelah pernikahan sakral itu selesai. Kruuugghh...,, perut Prisla berbunga nyaring. "Aduh aku sangat lapar sekali, kebetulan semenjak semalam aku belum makan apa-apa," gumam Prisla bangkit dan membersihkan tubuhnya. Prisla mengenakan salah satu pakaian yang sudah disiapkan untuk dirinya, yang sangat cocok dan sesuai bentuk tubuhnya yang mungil dan putih bersih. Prisla mengayunkan langkah, menuju meja makan. seorang pelayan wanita langsung menyiapkan makanan dan segelas susu hangat untuk nya. Silahkan Nona muda," "Terimakasih," balas Prisla sambil mengedarkan pandangannya keseliling ruangan. "Tuan dan Nyonya besar sudah sarapan, tinggal Nona muda saja yang belum sarap
Baca selengkapnya
Kontrak pernikahan
Perlahan Prisla mengusap kepala Hardian, menyeka tiap tetesan air yang masih menetes di ujung rambut nya. Jauh dihatinya Prisla mulai tertarik melihat pesona dan ketampanan Hardian. Namun dia sadar diri siapa posisi dan status nya dirumah ini. "Bagaimana kehidupan mu sebelum ini dikampung?" Hardian Melihat banyak sekali kepalan di telapak tangan Prisla, yang menunjukkan jika dia Bekerja keras selama ini. "Dikampung aku hidup seperti orang biasanya Tuan. membantu semua pekerjaan rumah yang diberikan oleh bibi Ani, kadang aku juga mencuci pakaian mereka semua diwaduk dekat rumah," ucap Prisla sedih. "Apa selama ini mereka menganggapmu sebagai pelayan, bukan saudara?" Hardian merasa terenyuh hatinya, tapi dia tidak mau menunjukkan sikap nya itu pada Prisla. Dia tidak menyangka seorang Paman tega memperlakukan keponakannya sendiri seperti seorang bahunya sendiri. "Entahlah, tapi hany
Baca selengkapnya
Desain pakaian
Meskipun semula Prisla sempat berharap lebih pada Hardian, namun akinya dia mampu membentengi hatinya, Prisla pun sudah merencanakan Sesuatu yang sangat menjanjikan untuk masa depannya kelak. Gadis itu larut dengan lamunan indahnya. Hingg tiba-tiba dia terlonjak kaget saat mendengar pintu kamar diketuk seseorang yang dikiranya Hardian. Ttok....tok...tok, Prisla membuka pintu, nampak seorang pelayan wanita menunduk hormat menyambutnya. "Ada apa mbak?" ucap  Prisla. "Tadi Tuan muda Hardian menelpon, meminta nyonya bersiap-siap. Tuan muda sekarang lagi dalam perjalanan pulang" "Memangnya aku mau di bawa kemana ?" "Aku tidak tahu nyonya, Tuan cuma pesan suruh bersiap saja" Prisla berjalan menuju lemari pakaian, dia bingung memilih baju karena begitu banyak dan semua nya barang Branded. "Mbak,, coba kamu pilih pakaian yang cocok untuk ku
Baca selengkapnya
Mencari ponsel
Mobil menyusuri jalanan ibukota yang padat dan ramai, memasuki Sebuah pusat perbelanjaan terbesar dan Elite. tanpa sadar Prisla bertepuk tangan senang, karena tidak pernah terbayang kan oleh nya bisa melihat secara nyata tempat ini, apalagi untuk bisa memasukinya. "Tuan tempat ini ternyata sangat bagus jika dilihat secara langsung, padahal selama ini aku hanya bisa melihat melalui layar televisi dalam sinetron azab makan bakwan enam ngakunya dua." Ucap Prisla semangat. "Buaha...ha...ha...," Hardian tidak bisa menahan tawanya lagi, saat mendengar penuturan Prisla. "Tuan Anda kenapa tertawa, apa Tuan merupakan salah satu pemeran utama sinetron itu, soalnya wajah Tuan sama persis dengan nya." Tutur Prisla yang membuat Hardian berubah kembali menjadi sangat kesal. Mengingat wajah tampan nya disamakan pemeran azab. Dia langsung membelokkan mobilnya menuju parkiran dilantai atas. "Wau...kita seperti terban
Baca selengkapnya
Tombol merah
"Prisla, maaf aku tidak bisa mengantarkanmu pulang, karena aku harus mengadakan meeting dadakan dengan para investor. kamu tunggu disini, sebentar lagi sopir pribadi ku akan datang menjemputmu." ucap Hardian yang langsung pergi Menuju perusahaan. Meskipun sedikit takut, namun Prisla terpaksa menganguk pelan mengiyakausaha perkataan Hardian, meskipun sesungguhnya dia merasa canggung ditempat yang tersa madih asing baginya. Setelah kepergian Hardian, Prisla kembali melanjutkan makannya sambil berdoa semoga saja Hardian tidak menipu dirinya, dengan meninggalkannya sendirian ditempat yang masih belum diketahui Prisla seluk beluknya, termasuk arah jalan keluar, karena melihat begitu banyak pintu dimall ini. Tiba-tiba ponsel baru Prisla berdering, segera dia mengangkat. "Hallo," ucap Prisla."Nona muda, keluarlah aku menunggumu didepan." Ucap sopir suruhan Hardian. "Tidak mau, kamu siapa? Kenapa men
Baca selengkapnya
Mulai pelatihan
Setelah mengikuti proses belajar dihari permanya, pulangnya Prisla dijemput langsung oleh Hardian dan mengajak kuving kecilnya jalan-jalan menikmati indahnya sore. Hardian membelokkan mobilnya kesebuah Restoran tepi pantai, akhirnya Hardian memutuskan untuk makan. sedari tadi dia merasa cacing-cacing yang ada diperutnya pada demo, dia yakin Prisla pasti juga merasakan hal yang sama. Hardian sudah tidak merasa cangung lagi mengajak Prisla, dia dengan santainya mendengar ocehan Prisla dan sikap nya yang terkesan kampungan itu justru membuat Hardian merasa terhibur. Mereka berjalan santai memasuki sebuah Restoran Mewah. Restoran ini juga tempat favorit nya bersama Milka. tapi sikap Hardian sekarang seolah tidak mengingatkan nya pada masa lalunya. "Kucing kecilku kamu mau pesan apa ?" ucap Hardian. Prisla bingung  dan  masih membolak-balik buku menu ditangan nya, semua makanan ini aneh dan asin
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status