Lass
Aluna hanya ingin bekerja untuk bertahan hidup, tetapi di tengah tekanan ekonomi sebagai seorang istri, ia justru menemukan sesuatu yang tak pernah ia cari: rasa dihargai dari atasannya, seorang pria dingin yang terlalu sering mengkritik, memanggil namanya dengan nada rendah, dan berdiri lebih dekat dari seharusnya.
Masalahnya, Aluna sudah menikah, sementara pria itu telah dijodohkan, sehingga seharusnya tak ada apa pun yang tumbuh di antara mereka selain hubungan antara atasan dan bawahan.
Namun, ketika rumah tak lagi terasa seperti tempat pulang dan kantor perlahan menjadi pelarian, setiap sindiran berubah menjadi perhatian, setiap jarak menjadi godaan, dan setiap konflik justru memperdalam perasaan yang tak semestinya ada.
Kini Aluna harus memilih antara bertahan pada pernikahan yang telah retak atau tenggelam dalam cinta yang sejak awal tak pernah seharusnya terjadi, sebab beberapa kisah cinta dimulai bukan dari restu, melainkan dari keberanian menanggung dosa bersama.
248