Mga Nobela
Maikling Kwento

Mga Genre

Imajinasi×
Lahat
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Mga Tauhan

27
Lahat
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Ipakita pa

Kwento at Setting

27
Lahat
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Ipakita pa

Tema

15
Plot Twist×
Lahat
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Ipakita pa

Mga Maiikling Kuwento at Nobelang Plot Twist Imajinasi

Tuklasin ang koleksyon ng mga nakakaengganyong maiikling kuwentong Plot Twist Imajinasi, na may kapana-panabik na mga pangyayari at kuwentong talagang makapagdadala sa iyo sa mundo ng istorya. Perfect para sa mga mambabasang naghahanap ng mga kuwentong kayang basahin sa loob ng isang oras at mabilis ngunit nakakaengganyong babasahin online.
Kita Sampai di Sini, Tak Ada Lagi Hari Esok - Imajinasi nobela & mga-kwento
Wandi
Sejak aku mulai mengingat segala hal, setiap orang yang muncul di hadapanku selalu memiliki sebuah angka yang melayang di atas kepala mereka. Angka itu menunjukkan berapa kali lagi kami akan bertemu sepanjang hidup kami. Jika angkanya satu, berarti pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir kami. Setelah itu, kami tak akan pernah berjumpa lagi. Saat usiaku sepuluh tahun, angka di atas kepala Nenek hanya tersisa satu. Setelah menyisir rambutku untuk terakhir kalinya, malam itu juga dia meninggal dalam tidurnya. Ketika aku lulus kuliah, angka di atas kepala guru yang paling berjasa dalam hidupku adalah dua. Setelah pertemuan kami yang kedua, dia pindah ke luar negeri bersama seluruh keluarganya. Sejak saat itu, dia tak pernah kembali ke negara ini. Saat usiaku dua puluh lima tahun, aku menikah dengan Harry Rangkuti, seorang pengacara ternama yang selalu memenangkan perkara. Di ruang sidang, dia tak pernah sekalipun mengalami kekalahan. Namun, seluruh kelembutan hatinya hanya dia berikan kepadaku. Selama tujuh tahun pernikahan kami, dia selalu pulang tepat waktu setiap hari. Semua penghasilannya dia serahkan kepadaku atas kemauannya sendiri. Bahkan saat sedang melakukan perjalanan bisnis, sesibuk apa pun dia, dia selalu menyempatkan diri melakukan panggilan video denganku sebelum tidur. Namun, yang terpenting adalah sejak hari pertama aku mengenal Harry, angka di atas kepalanya bukanlah ratusan, apalagi puluhan ribu. Melainkan simbol tak terhingga. Angka yang tak akan pernah habis. Aku mengira itu berarti kami ditakdirkan untuk menemani satu sama lain hingga akhir hayat. Sampai menjelang ulang tahun pernikahan kami yang ketujuh, Harry mulai sering lembur. Bahkan kemejanya, yang biasanya sama sekali tidak pernah dia semprot parfum, kini menyisakan aroma bunga kacapiring yang asing. Saat aku mendesaknya untuk memberikan penjelasan, dia hanya terdiam selama satu detik, lalu menunduk dan mengecup keningku. “Belakangan ini ada seorang klien yang baru bercerai dan harus membesarkan anaknya sendirian. Hidupnya tidak mudah, jadi dia cukup sering datang ke firma hukum untuk menemuiku. Mungkin aromanya tidak sengaja menempel di bajuku.” Aku menatap simbol tak terhingga yang masih bertengger di atas kepala Harry tanpa perubahan sedikit pun. Diam-diam, aku merasa mungkin akulah yang terlalu banyak berpikir. Bagaimanapun juga, angka-angka itu tak pernah berbohong. Namun, sampai suatu malam Harry kembali pulang terlambat karena lembur, simbol yang selama ini tak pernah berubah di atas kepalanya tiba-tiba mulai berkedip. Cahaya keemasan itu perlahan meredup, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya padam. Sebagai gantinya, muncul angka tiga berwarna merah menyala. Saat itu juga aku tahu, aku dan Harry tak akan memiliki masa depan bersama lagi.
Sepanjang Hidup Ini, Kuharap Kita Tak Bertemu Lagi - Imajinasi nobela & mga-kwento
Ever
Selesai ujian masuk perguruan tinggi, aku tidak sengaja melihat sebuah unggahan. [Kalau bisa mengulang, jurusan apa yang akan kamu ganti kali ini?] Di kolom komentar, banyak sekali orang yang ingin berganti jurusan dan alasan penyesalan mereka juga bermacam-macam. Ada satu komentar yang terlihat begitu berbeda di antara sekian banyak jawaban. [Aku akan memilih jurusan Sastra dalam negeri.] [Dengan begitu, aku dan dia nggak perlu melewatkan empat tahun yang harusnya bisa kami lalui bersama tiap waktu, cuma karena mikirin si beban itu.] Aku pun tersenyum. Baru saja hendak menggeser layar, tiba-tiba aku melihat foto profil dan akun yang sama persis dengan Nadya Jiandra, teman masa kecilku. Saat aku mengekliknya, profil pribadinya juga sama persis, hanya saja usianya sepuluh tahun lebih tua. Hatiku langsung terasa hampa. Ternyata, inilah Nadya sepuluh tahun kemudian. Pantas saja, saat tahu kami diterima di jurusan yang sama, hanya aku satu-satunya yang bersorak gembira. Pantas saja, saat melihat teman masa kecilku, Aldo Prasetya, menerima surat penerimaan dari jurusan Sastra dalam negeri, Nadya terdiam begitu lama. Ternyata, akulah yang menjadi beban bagi Nadya, yang menyebabkan begitu banyak penyesalan dan kekecewaan di hatinya. Jika seperti itu …. Aku dengan tenang mengeklik tombol konfirmasi dan menerima surat penerimaan kuliah yang seluruhnya ditulis dalam bahasa asing itu. Jika seperti itu, biarkan aku mengakhiri kesalahan ini sepuluh tahun lebih awal.
Tiada Lagi Ombak Namamu - Imajinasi nobela & mga-kwento
Grind
Sinta Lioda sudah menantikan pertunangan yang disiapkan selama setahun ini, tapi acara tersebut justru berubah menjadi lelucon akibat kedatangan cinta sejati tunangannya dari luar negeri. Dia ditinggalkan oleh Ronald di hadapan semua orang. Bahkan, saat mengejarnya dalam keadaan kacau, Sinta mengalami kecelakaan mobil hingga koma. Semua orang menunggu untuk melihat bagaimana Sinta yang biasanya suka sewenang-wenang itu, membalas dendam pada perempuan cinta sejati itu begitu dia terbangun. Namun, ketika sadar, dia seperti menjadi orang yang berbeda. Dia tidak membuka mata dan langsung membuat keributan untuk bertemu Ronald, tidak menelepon pria itu terus-menerus, tidak pula mencari masalah dengan perempuan yang merusak pertunangannya. Dia begitu tenang seolah jiwanya sudah tertukar. Hingga kondisinya membaik, dia mengumumkan akan menggelar konferensi pers. Opini publik langsung heboh dalam sekejap. Para wartawan mengarahkan kamera ke arahnya sambil memegang majalah gosip terbaru, menunjukkan pandangan yang bermaksud mengejek. Ada dua foto di berita tersebut, satu foto Sinta yang bersimbah darah akibat kecelakaan, satu foto Ronald yang mencium punggung Virly. Sangat kontras.
Sahabat Adalah Maut - Imajinasi nobela & mga-kwento
Nadin
Tujuh menit sebelum sistem pendaftaran universitas ditutup, aku menerima sebuah video dari masa depan. Ternyata, video itu memperlihatkan diriku lima belas tahun kemudian. "Renaldy mengubah pilihan universitasmu menjadi perguruan tinggi vokasi setempat. Dia dan gadis tercantik di sekolah sudah lama bersama." "Dia melakukan itu cuma karena gadis tercantik di sekolah berkata kalau dia nggak mau kamu terus mengganggu Renaldy." "Bahkan setelah itu kamu mati-matian belajar dan berhasil diterima di program magister, tapi kamu tetap nggak bisa bekerja di bidang kedirgantaraan." Aku menggenggam ponsel sambil terpaku di sofa, menatap tajam wanita di dalam layar. "Padahal kamu jelas-jelas bisa terbang ke sana. Seharusnya kamu bisa terbang ke sana." Setelah video berakhir, aku berlari kembali ke kamar. Dengan jari gemetar, aku membuka sistem pendaftaran universitas. Pilihanku benar-benar telah berubah menjadi perguruan tinggi vokasi itu. Aku memejamkan mata sejenak, lalu mengubah pilihanku menjadi Universitas Teknologi Pertahanan Nasional.
Selamat Tinggal, Mimpi Lama - Imajinasi nobela & mga-kwento
Silas
Pada Hari Anak Internasional, aku tiba-tiba menerima telepon dari putriku di masa depan. Sambil tersenyum, aku bertanya, "Nak, apa Mama dan Papa masih saling mencintai dan hidup bahagia?" Dengan bangga, gadis kecil itu menjawab, "Tentu! Papa dan Mama saling sayang. Mereka nggak pernah bertengkar. Papa bilang, Mama itu orang yang paling Papa cintai seumur hidup!" Wajahku langsung memerah. Dalam hati aku mengomel, sejak kapan Joel pandai mengatakan hal semanis itu di depan anak? Tenggelam dalam rasa bahagia, aku kembali bertanya, "Kalau gitu, margamu ikut Mama, Winata, atau ikut Papa, Gutama?" Gadis kecil itu terdiam sejenak, seolah kebingungan. "Aku ikut Papa, Gutama. Tapi Mama marganya Santoso. Namanya Olivia." Seketika tubuhku membeku. Olivia ... itu nama sahabat masa kecilku. Kemarin, dia bahkan sampai masuk rumah sakit karena membelaku saat bertengkar dengan Joel.
Setelah 5 Tahun Menikah, Aku Mendengar Kejujurannya - Imajinasi nobela & mga-kwento
Green Pick
Lima tahun setelah pernikahan kami. Aku sedang berbelanja bersama suamiku, Theo Susilo, ketika tiba-tiba aku mendengar suaranya. 'Lama sekali dia! Ini benar-benar membuatku gila.' Aku membeku. Theo masih duduk di tempatnya, menundukkan kepala sambil menggulir layar ponselnya. Bibirnya sama sekali tidak bergerak, tetapi aku jelas-jelas mendengar suaranya. "Sayang, menurutmu ini bagus nggak?" Theo mengangkat kepala dan melirikku sekilas. "Semua pakaian itu bagus dipakai kamu." 'Astaga, jelek sekali. Seharian dia cuma di rumah masak. Buat apa dia butuh pakaian sebanyak itu?' Kedua suara itu terdengar hampir bersamaan. Aku menunduk dan mengembalikan gaun itu ke tempatnya. "Kita nggak jadi ambil yang ini."
Setelah Sepuluh Hari, Semua Tersisa Kenangan - Imajinasi nobela & mga-kwento
Lidik
Setelah mengetahui keberadaan Larissa, aku tidak bertengkar dengan Nicholas Sena. Aku hanya menyerahkan surat perjanjian cerai kepadanya. Dia duduk tertunduk. Setelah ragu sejenak, dia merobek surat itu. “Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi, aku akan mengirim Larissa pergi sejauh mungkin. Dia tak akan muncul lagi dalam kehidupan kita.” Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tanpa menunggu jawabanku. Begitulah sepuluh hari itu dimulai. Nicholas mengajaknya arung jeram, mendaki gunung bersalju, lompat bungee, hingga terjun payung. Mereka mencoba segala hal yang memacu adrenalin. Dia juga mengajak wanita itu melihat matahari terbit di pantai, berdoa di Vihara Kalindra, dan melakukan segala hal yang romantis. Hingga malam di hari kesembilan. Setelah membereskan semua barang bawaanku, tanpa sengaja aku menerima panggilan video dari diriku sepuluh tahun yang lalu. “Jadi, kamu benar-benar diriku sepuluh tahun lagi ya?” serunya dengan mata berbinar. “Kalau begitu, aku dan Nico pasti sudah menikah dan punya anak, kan?” Senyumku seketika meredup dan langsung melangkah ke balkon. Aku mengarahkan kamera ke bawah, memperlihatkan Nicholas dan Larissa yang sedang berpelukan erat, seakan tak ingin terpisahkan. “Inilah akhirnya.” Dia terpaku, matanya membelalak tak percaya. “Ini nggak mungkin.” Suaraku terdengar lemah, nyaris tanpa tenaga. “Elena ... kumohon. Jangan menikah dengannya.”
Gerimis Terakhir di Jianika - Imajinasi nobela & mga-kwento
C.H
Tepat pada tahun kesepuluh sejak aku terlempar ke dunia modern tanpa sengaja, sistem akhirnya menyadari keberadaanku sebagai sebuah anomali. Sistem bersiap mengirimku kembali ke dinasti asalku dan memberiku waktu tiga hari untuk berpamitan. Pada hari pertama, Viona Limawan memintaku merelakan pernikahan kami demi sahabat masa kecilnya. Aku tidak menangis atau membuat keributan. Aku hanya tersenyum, melepas cincin pertunangan, lalu mengembalikannya kepadanya. Hari kedua, dia membawa sahabat masa kecilnya pulang dan berkata ingin memberinya tempat tinggal. Aku menerimanya dengan tenang dan memilih mengalah. Hari ketiga, dia ingin mengajak sahabat masa kecilnya berbulan madu ke Jianika, tempat yang selama ini paling ingin kukunjungi. Aku tetap membantunya mengatur semua persiapannya dengan sabar. Namun, saat kendaraan yang membawa mereka melaju menuju Jianika, aku justru berbalik dan melangkah menuju arah pulangku sendiri. Mimpi yang bertahan selama sepuluh tahun akhirnya benar-benar usai.
Aku Bukanlah Wadah Pengganti Kakak - Imajinasi nobela & mga-kwento
Cian
Pada hari ulang tahunku yang ke dua puluh dua, tiba-tiba muncul sebuah halaman pemungutan suara di rumah. [Apakah Anda bersedia menukar Nadia Prameswari dengan Alina Prameswari dari dunia paralel?] Ayah dan Ibu memilih bersedia. Mereka berkata, seandainya kakakku tidak meninggal secara tak terduga saat itu, aku pun tidak akan lahir. Jadi, aku berhutang nyawa padanya. Terakhir, halaman itu muncul di ponsel Jevan Pradipta. Jevan adalah pacarku selama lima tahun ini, dia juga pernah diselamatkan oleh kakakku. Aku menatapnya lekat-lekat. Asal dia memberikan jawaban tidak bersedia, aku masih bisa bertahan. Namun, dia terdiam cukup lama, lalu hanya berkata pelan. "Nadia, ini cuma tes." "Dia pernah menyelamatkanku, jadi aku harus membalas kebaikannya." Detik berikutnya, dia pun memilih tombol bersedia. [Semua orang berhasil menentukan pilihan.] [Nadia akan menjalani proses penggantian dalam lima hari.] Ibuku akhirnya menghela napas lega dan mengusap lembut kepalaku. "Nadia, Sayang. Saat kakakmu kembali nanti, Ibu akan mengingat kebaikanmu." Aku menatap mereka dan tiba-tiba tersenyum. "Baiklah." "Semoga yang kembali adalah kakak yang benar-benar kalian inginkan."
Ketika Cinta Tinggal Kenangan - Imajinasi nobela & mga-kwento
Feli
Sehari sebelum ujian masuk perguruan tinggi, aku sengaja merekam sebuah video. Isinya adalah percakapan antara diriku sepuluh tahun lalu dengan diriku sepuluh tahun kemudian. Siapa sangka… Video itu benar-benar terhubung dengan diriku di masa depan. “Apa aku berhasil masuk program sarjana-magister terpadu di Universitas Kahyangan?” “Adam Lewis masih jadi sahabat terbaikku, ‘kan? Meski sifatnya menyebalkan, selain aku, memangnya ada orang lain yang mau memperlakukannya setulus ini?” “Kalau semuanya berjalan lancar, sekarang aku pasti sudah lulus S2.” “Aku juga pasti sudah menjalani kisah cinta dari bangku kuliah sampai ke pelaminan bersama Mika Damyong, ‘kan?” “Mungkin saja… kami bahkan sudah punya anak yang lucu.” “Aku sudah menyiapkan namanya sejak lama.” Aku membayangkan masa depan dengan penuh semangat. Namun, saat diriku sepuluh tahun kemudian mendengar nama Mika, emosiku langsung meledak. “Mika sengaja menyiapkan pena bertinta menghilang untukmu supaya Adam jadi juara umum tingkat kota!” “Kamu gagal masuk Universitas Kahyangan dan terpaksa mengulang ujian setahun kemudian!” “Di depanmu, Mika berpura-pura sedih.” “Dia bahkan setuju menjalani hubungan jarak jauh denganmu.” “Tapi begitu di kampus, dia justru terang-terangan berpacaran dengan Adam” “Mereka menjadi pasangan serasi yang membuat semua orang iri.” “Rafael Mananta…” “Kamu benar-benar bodoh!” “Kamu sudah diselingkuhi…” “Masih saja berterima kasih sama Adam karena sudah menjaga pacarmu!”
PREV
12
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status