Perawan 200 Juta
Mataku membulat angka nolnya banyak sekali setelah angka dua.
"Ini baju, ponsel dan perhiasan untukmu, sebagai hadiah. Dan Tuan Bram menambahi dua juta cash sebagai hadiah untukmu. Tumben, rejekimu itu ambilah," tambah Mami Erna, senyumku terlulas cerah.
"Rahman yang akan mengantarkan kamu pulang, satu minggu lagi Rahman juga yang jemput, jangan berfikir melarikan diri, Mami pasti menemukanmu," pesannya lagi. Aku mengangguk mengerti.
Sikat na Kabanata