Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
Ia tidak menyangka pelayannya itu seolah bisa membaca pikirannya bahkan sebelum kalimat itu selesai diucapkan.
Sinar memiringkan tubuhnya, menatap Pram dengan binar rasa penasaran yang bercampur dengan ketertarikan.
"Iya, bener. Ke panti pijat, tapi—"
"Kamu maunya yang pijat itu cowok, berbadan atletis, terus ada layanan ekstra plus-plusnya di akhir sesi," potong Pram lagi dengan nada yang sangat datar, seolah ia sedang membacakan menu harian rumah tangga.